Suamiku Tega Selingkuh Saat Aku Lagi Sakit Kanker - Chandrawati

Suamiku Tega Selingkuh Saat Aku Lagi Sakit Kanker - Chandrawati

Lori Official Writer
677

Chandrawati tak pernah mengira jika hidupnya akan berakhir sebagai penyandang kanker. Namun siapa sangka, penyakit ini juga yang dipakai Tuhan mendatangkan kebaikan dalam hidupnya.

Sebagai anak dari keluarga broken home, Chandrawati dibentuk menjadi pribadi berwatak keras. Dia akan selalu memaksakan setiap pemikiran maupun keinginannya terpenuhi. Sebagai seorang istri, dia kerap belaku keras dan kurang menghargai suaminya. Sementara anak-anaknya kerap dididik dengan keras sehingga membuat mereka kerap kali tertekan.

“Saya kurang menghargailah suami. Jadi saya kalau hal kecil sepele, wah saya jadi marah besar. Bisa lempar pintu, banting barang,” ucap Chandrawati.

 

Divonis Kanker

Selama masih menikmati kesehatan, Chandrawati benar-benar bisa melakukan apapun sesukanya. Tak ada yang boleh melarang. 

Namun sesuatu pun terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Chandrawati didiagnosa kanker.

“Satelah saya divonis kanker, saya sakit. Saya bagaikan orang yang tak berdaya. Seolah-olah kejayaan saya itu hilang. Kalau saya sakit, sedih, berantakan, hati hancur, ternyata muncullah saya dikabari suami saya selingkuh,” terangnya.

Perjuangan Chandrawati melawan kanker membuatnya benar-benar lemah. Bahkan setelah mendengar suaminya selingkuh, dia seolah tak lagi bisa melakukan apa-apa. 

“Saya melihat suami saya biasa-biasa aja, makanya saya fokus sama sakit saya ini. Saya harus sembuh dari sakit ini,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Delapan Kali Suamiku Selingkuh, Aku Tetap Maafkan – Octaviani Korompis

 

Ingin Habisi Nyawa Suami

Sebagai seorang istri yang tengah sakit dan menderita, wajar bagi Chandrawati marah saat melihat suaminya bisa tidur nyenyak. Sementara dia harus menahan rasa sakit. 

Akibatnya, timbullah niat jahat di dalam hatinya dan di suatu malam, Chandrawati mengaku terdorong mencoba untuk membunuh suaminya yang saat itu tengah tertidur pulas.

“Pisau itu ada di dalam kamar. Ada yang ngomong, ‘Ambil itu pisau potong itu kelaminnya.’ Dipikiran saya itu ada marah, benci, kayak ingin membunuh.” 

Namun sebelum sempat melakukan tindakan tersebut, Chandrawati tiba-tiba merasa ragu. Muncul suara yang meyakinkan dia untuk tidak melakukan tindakan jahat tersebut. Hingga akhirnya, dia membuang pisau dan mulai menyesali perbuatannya.

 

Berdamai Dengan Diri Sendiri

“Tidak mudah mengalami keterpurukan ini. Akhirnya saya bangkit dan menjalani retret,” katanya.

Melalui retret tersebut, Chandrawati dibimbing untuk mengalami pemulihan luka-luka batin. “Saya mendapat firman, Tuhan berkata, “Ampuni.” Karena orang mengampuni itulah melepaskan luka batin ini,” ungkapnya.

Awalnya gak mudah bagi Chandrawati untuk melepaskan pengampunan atas suaminya. Namun kasih Yesus menjamah hatinya dan dia mulai mengalami jamahan Roh Kudus dan mengalami pertobatan.

“Di pertapaan Karmel ini, saya ada acara membasuh kaki Yesus, di situlah saya menangis, minta ampun mengingat kesalahan saya. Jadi ada penyesalan, kurang lebih ada 25 tahunan anak-anak dan suami itu menghadapi emosional saya selama ini,” ungkapnya.

Dari pengalaman retret itulah karakter Chandrawati mulai diubahkan. Dia yang dulunya pribadi yang keras dan kasar, perlahan-lahan jadi pribadi yang lembut.

“Dengan dipulihkannya keluarga saya. Keluarga saya bisa kembali bersatu, dengan anak-anak juga, saya benar-benar mengandalkan Tuhan. Hanya Tuhanlah yang saya pegang. Jadi kalau umpamanya saya tidak sanggup menghadapi hidup ini, saya hanya bisa berdoa, berdoa dan menyembah dan memuji-muji Tuhan,” ungkapnya. 

 

Baca Juga: Kisah Tarina, Rela Ampuni Suami Walau Sudah Punya Anak Hasil Selingkuhan

 

Meskipun kanker masih menggerogoti sel tubuhnya, namun Chandrawati berkomitmen kepada Tuhan untuk mau memberikan hidupnya bagi orang lain. Hingga saat ini Chandrawati pun dengan kerelaan hati mau melayani penyandang kanker lainnya dan memberikan mereka semangat untuk terus berjuang melawan penyakit yang mereka alami.

Pada akhirnya, dosa dan keselahan sebesar dan seburuk apapun yang pernah kita lakukan di masa lalu. Jika kita betul-betul datang kepada Tuhan dan meminta ampun maka pintu pemulihan akan selalu terbuka. Kita bukan saja mengalami pemulihan dalam hubungan dengan orang-orang terdekat kita, tetapi kita juga bisa dipakai Tuhan sebagai alatnya untuk melayani orang lain.

Jika saat ini kamu sedang mengalami pergumulan dan butuh didoakan, segera hubungan SAHABAT 24 kami DI SINI.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami