FOMO, Musuh Terbesar Para Investor. Pemula Harus Waspada!

FOMO, Musuh Terbesar Para Investor. Pemula Harus Waspada!

Lori Official Writer
188

FOMO atau Fear of Missing Out adalah istilah yang baru muncul pada tahun 2 0 0 0-an dan resmi ditambahkan ke dalam kamus pada tahun 2013 silam.

 

Apa sih arti sebenarnya FOMO? 

Sebuah studi mendefisikan arti FOMO sebaai bentuk perasaan tidak nyaman dan melelahkan yang timbul akibat perasaan ketinggalan jauh dari orang lain, atau juga pandangan iri dengan sesuatu yang dimiliki orang lain. 

Intinya, perasaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan terutama dalam dunia trading atau investasi saham.

 

Bagaimana FOMO bisa menyerang para investor?

Terdapat beberapa faktor yang bisa membuat investor mengalami FOMO diantaranya:

- Kondisi pasar yang tidak stabil. Para investor bisa mulai gelisah dengan kondisi pasar yang terjadi. Sehingga sebisa mungkin mereka akan terus memantau pasar supaya tidak kehilangan kesempatan kalau-kalau kondisinya sudah stabil.

- Memperoleh keuntungan besar. Kesempatan mendapatkan keuntungan besar di satu waktu akan membuat seorang investor semakin terpacu. Meski pada kenyataannya, keberuntungan demikian tidak bertahan selamanya.

- Kerugian berulang. Investor bisa berakhir selamanya dalam lingkaran perasaan yang tidak nyaman setelah mengalami kerugian berulang. Dia akan mulai merasa takut lalu mengakhirinya. Tapi kemudian bergabung kembali, mulai merasa cemas, kuatir dan bahkan kecewa yang berlarut-larut saat harus menelan kerugian kembali.

- Berita dan rumor. Mendengar berita atau rumor yang digembor-gemborkan oleh investor atau pedagang saham lainnya bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman. Dia bisa merasa tersisihkan atau ketinggalan dan mulai mencoba untuk bersaing.

- Media sosial (khususnya #FinTwit). Kehadiran media sosial dan perdagangan bisa jadi racun yang mematikan. Ada banyak investor yang mencoba menjadikan informasi dari media sosial sebagai alat perencanaan dalam menjalankan investasi sahamnya, meski sebenarnya hal itu harusnya hanya menjadi inspirasi saja.

Umumnya, FOMO menimbulkan ketakutan yang semakin besar jika melewatkan situasi pasar yang sedang naik ataupun ketakutan akan kehilangan aset saat situasi pasar tidak stabil.

 

Baca Juga: Fenomena “Fear of Missing Out” (FoMO). Apa itu?

 

FOMO Bitcoin Naik Daun dan Investor Pemula

Popularitas mata uang krypto atau Bitcoin semakin tenar setelah pengusaha teknologi Elon Musk mengumumkan pembelian produksi mobilnya bisa dilakukan dalam bentuk mata uang virtual atau bitcoin.

Sejak pengumuman tersebut, harga bitcoin pun naik gila-gilaan mencapai 14%. Tingginya nilai jual uang krypto ini membuat para investor tidak mau ketinggalan tren pasar. Para pemula sendiri mulai tergiur dan mencoba peruntungan di pasar bitcoin.

Fenomena ikut-ikutan tren ini memang terbilang sudah wajar terjadi di dunia investasi. Namun tak sedikit diantaranya yang kemudian gigit jari, karena situasi pasar tidak selamanya menawarkan keuntungan fantastis seperti yang diprediksi oleh berbagai media atau bahkan para pengamat pasar.

Fenomena ikut-ikutan tren bisa jadi hal yang sangat berbahaya, khususnya  bagi para pemula. Karena bagaimanapun pasar uang seperti saham maupun bitcoin tetap memiliki risikonya sendiri dan pasar ini tak selamanya menjanjikan keuntungan. 

Jadi bagi para pemula, sebelum terjebak dalam lingkaran FOMO, lebih baik :

1. Tanyakan pada diri sendiri ‘Apa yang melatarbelakangiku berinvestasi’?  Jika jawabannya adalah karena kamu benar-benar sudah memiliki cukup pengetahuan tentang investasi bitcoin atau saham, maka mulailah pelan-pelan.  

Tapi jika ternyata alasannya adalah karena ajakan atau ikut-ikutan dengan keuntungan menggiurkan yang dijanjikan, jelas sekali jika itu adalah tanda-tanda FOMO.

2. Buat perencanaan investasi. Investor harus selalu memiliki perencanaan dan pelaksanaan strategi pasar. Tetaplah fokus dengan rencana tersebut karena hal ini akan memberikan hasil yang konsisten dan bukan karena dampak FOMO.

3. Selalu disiplin dan konsisten. Ingatlah rumusnya, bahwa tak ada apapun yang dihasilkan dengan instan di dunia ini dan akan tetap bertahan. Pasar uang apalagi punya risiko besar, dimana kadang kala bisa naik dan bisa turun.

Tetapi apapun situasinya, tetaplah menjalankan dan menerapkan metode dan strategi yang sudah kamu pelajari mati-matian dan fokus sesuai dengan rencana awal.

4. Sabar dan tenang. Salah satu kelemahan para investor yang ingin cepat mendapatkan profit besar adalah mereka biasanya kurang sabar dan tidak tenang. Dua sifat inilah yang membuat mereka mulai serakah dengan cenderung over buying dan gegabah mengambil langkah yang sangat berisiko.

Kapan membeli dan kapan menjual harus dijalankan dengan strategi yang baik. Dan untuk memperoleh hasil yang baik dibutuhkan kesabaran dan ketenangan. Jangan pernah kebakaran jenggot dengan apa yang dibicarakan orang-orang.

5. Terus belajar. Belajar bukan berarti mempercayai apa yang disebar oleh media atau para pakar saham. Tetapi belajarlah untuk menyaring setiap informasi yang ada, mana ilmu yang bermanfaat dan mana yang justru hanya memanipulasi. Semakin banyak pengetahuan yang kamu pelajari, semakin tajam pula kemampuanmu dalam membaca tren pasar. Jadi, tetap waspada dengan jebakan-jebakan yang banyak dimainkan pihak lain. 

Sebuah ungkapan berkata bahwa pengalaman adalah guru terbaik  dalam mencapai kesuksesan. Dalam dunia pasar uang, hal ini juga berlaku. Bahkan tak ada orang sukses yang tidak pernah mengalami kegagalan. Jadi teruslah belajar dari kegagalan hari ini dan bijaklah untuk mempergunakan uangmu.

 


Apakah kamu mau menjadi investor bagi kerajaan Allah? Kami mengundang kamu hari ini untuk ikut berinvestasi dalam pelayanan kami. Setiap investasi yang kamu tabur hari ini berdampak besar bagi keselamatan banyak orang di Indonesia. Yuk bergabung bersama Jawaban.com untuk memenangkan jiwa melalui pelayanan media yang terus kami lakukan.

Jika kamu rindu untuk menjadi investor dalam proyek pelayanan ini, silahkan daftarkan diri kamu di sini : https://www.jawaban.com/donasi/.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami