BPS Umumkan Penduduk Miskin Meningkat, Ini Faktanya!

BPS Umumkan Penduduk Miskin Meningkat, Ini Faktanya!

Puji Astuti Official Writer
550

Jumlah penduduk miskin meningkat signifikan, hal ini diungkap oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (15/2/2021) lalu. Pandemi virus Covid-19 digadang-gadang sebagai penyebab lonjakan kemiskinan ini, karena menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan juga memburuknya kondisi perekonomian. 

"September 2020 jumlah penduduk miskin Indonesia adalah 27,55 juta orang, atau setara dengan 10,19 persen (dari jumlah penduduk)," demikian pernyataan Kepala BPS Dr.Suhariyanto. 

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data September 2019 dimana tingkat kemiskinan Indonesia hanya 9,22 persen, yang juga merupakan titik terendah angka kemiskinan secara persentase. Namun pada September 2020 trend tersebut malah naik tajam di angka 10,19 persen, atau bertambah 2,76 juta orang. 

Mereka yang masuk dalam kategori miskin berdasarkan data BPS adalah penduduk yang rata-rata pengeluaran per kapita perbulannya di bawah Garis Kemiskinan. Pada September 2020 tercatat bahwa Garis Kemiskinan sebesar Rp.458.947,- per kapita per bulan, dengan komposisi garis kemiskinan makanan (GKM) sebesar Rp. 339.004,- atau 73,87 persen dan garis kemiskinan bukan makanan Rp.119.943,- atau 26.13 persen. 

Upaya pemerintah mengurangi kemiskinan

Program perlindungan sosial menjadi salah satu jurus pemerintah dalam mengurangi jumlah kemiskinan, terutama selama masa pandemi ini. Program perlindungan sosial yang telah dilakukan selama pandemi ini seperti bantuan sosial tunai, subsidi gaji, bantuan UMKM dan juga bantuan sembako. Tidak hanya itu, pemerintah juga membuat program padat karya yang bertujuan menyerap tenaga kerja.

Kementrian Keuangan menyatakan bahwa pemerintah memastikan bahwa perlindungan sosial ini ditujukan untuk masyarakat paling miskin dan rentan miskin, terlebih selama masa pandemi. Berdasarkan data yang dirilis Kemenkeu.go.id, pemerintah telah menyalurkan dana Rp.174,06 triliun pada Oktober 2020 lalu. 

Pada tahun 2021 ini, pemerintah melakukan upaya perbaikan data dan lakukan digitalisasi penyaluran bansos sehingga upaya perlindungan sosial ini bisa berjalan lebih baik lagi.

Mengentaskan kemiskinan, apa bagian kita?

Yesus berkata sebelum penyalibannya bahwa, "..orang-orang miskin selalu ada padamu," (Matius 26:11), hal ini menggambarkan bahwa kemiskinan akan selalu ada di setiap era. Namun bukan berarti kita membiarkannya, banyak ayat Alkitab yang menyatakan bagaimana Tuhan berbelaskasihan dan melindungi mereka yang miskin dan tak berdaya. Tetapi sebagai orang percaya, kita tidak hanya dipanggil untuk memberikan pertolongan bagi kebutuhan jasmani mereka, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi saja, tetapi juga untuk menyampakan kabar baik kepada mereka yang sengsara dan miskin (Yesaya 61:1; Matius 11:5).

Mengentaskan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, itu adalah tanggung jawab setiap lapisan masyarakat untuk saling membantu dan menopang, hingga terwujud harapan para pendiri bangsa Indonesia ini, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. 


BACA JUGA : 
Merdeka Dari Mental Miskin, Cuma Satu-satunya Jalan Menuju Kesuksesan

Esra Manurung, Udah Kerja Keras Tapi Gak Kaya-kaya Juga


 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami