Menristek Optimis Terapi Plasma Konvalesen Jadi Alternatif Terbaik Pengobatan Covid-19

Menristek Optimis Terapi Plasma Konvalesen Jadi Alternatif Terbaik Pengobatan Covid-19

Lori Official Writer
503

Selain terapi stem cell, Indonesia juga telah menerapkan terapi plasma konvalesen untuk pemulihan pasien virus Covid-19. Istilah ini memang mulai mencuat sejak akhir tahun 2020 lalu karena kemampuannya dalam menyembuhkan pasien Covid-19.

Bahkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jika terapi plasma konvalesen menjadi harapan pengobatan Covid-19. Dia mengklaim jika penerapan terapi ini telah menghasilkan jumlah kesembuhan yang semakin tinggi. Berdasarkan data, jumlah pasien sembuh terus meningkat, sebaliknya jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 terus menurun.

“Hal lain yang bisa kita tonjolkan adalah peningkatan jumlah kesembuhan dan pengurangan jumlah kematian secara signifikan, di situlah terapi plasma konvalesen memainkan peran penting,” terang Menristek Bambang.

Dengan hasil yang memuaskan ini, dia menilai jika terapi plasma konvalesen ini bisa dipatenkan sebagai terapi penanganan Covid-19. Dia optimis uji klinik yang saat ini sedang dilakukan akan mmeperkuat peran terapi plasma konvalesen sebagai terapi alternatif pengobatan Covid-19.

“Mudah-mudahan kalau uji klinis sudah dilakukan semua, hasilnya bisa kita sampaikan, tentunya yang pertama melalui publikasi saintifik, untuk bisa dipahami oleh ahli kesehatan atau dokter-dokter di seluruh dunia,” katanya.

 

Mengenal Terapi Plasma Konvalesen 

Sebagaimana diketahui, terapi plasma konvalesen ini sebenarnya bukanlah penemuan di dunia medis. Pasalnya terapi ini sudah digunakan sejak terjadinya pandemic flu Spanyol pada tahun 1918, wabah flu babi, SARS, ebola dan MERS beberapa tahun yang lalu.

Dikutip dari lama resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), terapi plasma konvalesen bekerja dengan cara yang sangat sederhana. Dimana plasma atau sel darah pasien Covid-19 yang sudah sembuh, yang mengandung antibodi diambil lalu disuntikkan kepada pasien yang sakit. Sel plasma inilah yang akan mengeliminasi sel virus Covid-19 di dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi berangsur-angsur sembuh.

Namun dalam praktiknya, terapi plasma ini tidak sembarang diberikan kepada semua pasien positif Covid-19. Pemberiannya hanya terutama bagi mereka yang mengalami gejala ringan sampai sedang, yang ditandai dengan gejala pneumonia dan hipoksia.

 

Baca Juga: Kenapa Vaksin Tidak Diberikan Pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui?

 

Darimana Plasma Konvalesen Didapatkan? 

Plasma Konvalesen yang disuntikkan kepada pasien Covid-19 sendiri bisa didapatkan dari pasien sembuh Covid-19 dengan beberapa kriteria berikut:

1. Berusia antara 18-6 0 tahun

2. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 (PCR Positif ) dan sudah dinyatakan sembuh.

3. Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh.

4. Pasien sembuh perempuan yang belum pernah hamil.

5. Saat terinfeksi mengalami gejala sedang hingga berat serta memiliki antibodi yang cukup kuat melawan Covid-19.

Sementara untuk pemberian terapi plasma konvalesen ini dilakukan sebanyak dua kali sehari. 

Apakah terapi yang satu ini akan menjadi alternative terbaik dalam pengobatan pasien Covid-19? Mari menunggu hasil uji klinis lanjutan yang dilakukan oleh Kemenristek dan juga tim medis penanganan Covid-19. 

Sumber : Kompas | Klikdokter.com
Halaman :
1

Ikuti Kami