#FaktaAlkitab: Batsyeba, Wanita Cantik di Alkitab yang Buat Raja Daud Jatuh Ke Perzinahan

#FaktaAlkitab: Batsyeba, Wanita Cantik di Alkitab yang Buat Raja Daud Jatuh Ke Perzinahan

Claudia Jessica Official Writer
1303

Salah satu tokoh wantia kontroversial dalam Alkitab, ialah Batsyeba yang mampu membuat raja Daud jatuh dalam dosa berzina karena parasnya yang cantik. Inilah fakta Alkitab selengkapnya.

Arti Nama dan Latar belakang Batsyeba

Batsyeba dalam bahasa Ibrani berarti: "putri kelimpahan", atau "Putri yang diikat Janji."

Batsyeba adalah cucu dari Ahitofel, salah satu penasihat utama Daud. Kelak Ahitofel berpihak pada Absalom, saat salah satu anak Daud yang memberontak kepada Raja Daud untuk merebut tahta kerajaan (2 Samuel 15:12).

Kakek Batsyeba ini memiliki putra bernama Eliam yang juga menjadi orang kepercayaan Daud. Eliam inilah Ayah dari Batsyeba. Eliam adalah salah satu dari tiga puluh pahlawan perkasa Daud (2 Samuel 23:34).

Batsyeba dan Uria

Batsyeba menikah dengan Uria orang Het (2 Samuel 11:3). Uria mengabdi pada Raja Daud sebagai Perwira Militer kerajaan.

Suku Het dikenal sebagai salah satu bangsa di Kanaan. Tuhan pernah memerintahkan Israel memusnahkan Bani Het, tetapi Israel tidak melakukan perintah itu sepenuhnya (Ulangan 7:1). Meskipun Uria lahir dari Suku Het, tetapi ia sudah menganut agama dan tradisi Yahudi. 

Perzinahan Batsyeba dan Daud

Ahli sejarah Alkitab menyebut bahwa saat itu tahun ke-12 Daud menjadi Raja dan selama dua belas tahun ia tidak pernah absen dari medan tempur saat musim perang tiba. Tetapi hari itu Daud melewatkan pertempuran Israel melawan Amon.

Ia memilih beristirahat di istananya yang asri di Yerusalem. Dalam hal ini Jelas, Daud memilih waktu yang tidak tepat untuk beristirahat, karena saat itu adalah musim perang para raja (2 Samuel 11:1).

Dalam keadaaan tanpa siaga perang inilah, Daud mengabaikan pertahanan dirinya. Ia menjadi lengah terhadap dosa, sehingga ia tidak dapat menahan diri saat melihat sosok wanita cantik yang sedang mandi. Wanita itu adalah Batsyeba (2 Samuel 11:2).

Gairah Daud sebagai kesatria yang biasa bertempur di medan perang berubah menjadi nafsu birahi. Nafsu itu juga yang membutakan nurani dan akal budi Daud pada kenyataan bahwa Batsyeba adalah istri dari salah satu perwira setianya, Uria.

Daud juga tidak peduli jikalau Uria sedang berjuang bertaruh nyawa di medan pertempuran. Ia lebih memilih menyeret Batsyeba dalam dosa perzinahan (2 Samuel 11:4).

Dalam hal ini Batsyeba adalah korban dari perilaku dosa seksual yang dilakukan oleh Daud. Daud menggunakan kekuasaan untuk melakukan tindakan aib itu (2 Samuel 11:14). Oleh karena itu, jika Alkitab tidak mencatat tanda-tanda perlawanan dari Batsyeba, sebab Ia tidak berdaya di hadapan kekuasaan Sang Raja.

Upaya Menutupi Aib

Kepanikan Daud muncul saat Batsyeba mulai menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Daud segera memerintahkan Uria ditarik dari medan pertempuran. Sang Raja memerintahkan orang Het itu beristirahat di rumah.

Daud berpikir jika Uria menemui Batsyeba di rumah, maka Daud bisa terhindar dari tuduhan ia telah menghamili Batsyeba. Tetapi Daud gagal menutupi jejak permainan kotornya. Uria tidak mau kehilangan integritasnya sebagai pejuang. Ia menolak kenikmatan hidup sementara teman-temannya menyabung nyawa di medan laga (2 Samuel 11:11).

Batsyeba kehilangan Suami

Dosa telah membutakan cahaya kebenaran di hati Daud. Dosa awal diikuti dosa selanjutnya. Setelah gagal dengan trik licik pertamanya, Daud sengaja mengirim Uria ke garis depan pertempuran yang paling ganas.

Sang Raja ingin membunuh perwiranya sendiri secara sistematis. Daud mengirim Uria kembali ke medan pertempuran. Kali ini Daud sebagai raja memberi surat perintah kepada Yoab, Panglima Perangnya untuk menempatkan Uria di barisan depan dan membiarkan orang Het itu tanpa perlindungan (2 samuel 11:15).

Hasilnya seperti apa yang menjadi harapan Daud, yaitu Uria gugur di medan laga (2 Samuel 11:24).

Batsyeba Kehilangan Anak

Ketika Batsyeba mendengar Uria gugur, maka wanita itu sangat berduka. Ia meratapi kematian suaminya yang tragis (2 Samuel 11: 26).  Setelah masa berkabung berlalu, Daud menikahi Batsyeba yang sedang mengandung.

Tak lama kemudian, Batsyeba melahirkan anak itu. Tapi Tuhan memperkenankan anak itu sakit. Daud sangat terpukul oleh keadaan itu. Ia tidak mau makan dan menyesali dosanya di hadapan Tuhan. Tapi anak itu mati pada hari ke-7 (2 Samuel 12: 18).

Konsekuensi Dosa Perzinahan

Akibat dosa perzinahan itu, Batsyeba berduka dua kali. Pertama, ia kehilangan suami dan kedua, ia kehilangan anak. Sementara Daud juga menerima konsekuensi dari perbuatannya itu di masa depan.

Nabi Natan menubuatkan bahwa Tuhan akan memperkenankan perang demi perang terjadi di antara keturunaan Daud (2 Samuel 12:10). Daud juga akan kehilangan isteri-isterinya secara terbuka.

Peristiwa itu sebagai balasan Daud mengambil istri Uria secara sembunyi-sembunyi (2 Samuel 12: 12). Peristiwa itu terbukti ketika Absalom, salah satu anak Daud, mengambil istri-istri ayahnya secara terang-terangan. Semua orang Israel mengetahui perbuatan Absalom ini (2 samuel 16: 22).

Pemulihan Batsyeba dan Daud

Pertobatan menjadi langkah selanjutnya dari Batsyeba dan Daud setelah kematian anak pertama mereka. Batsyeba dan Daud menyesali dosa-dosa mereka di hadapan Tuhan. Tuhan menganugerahkan seorang anak lelaki di masa selanjutnya.

Anak itu bernama Salomo yang mempunyai makna damai sejahtera. Anak ini simbol kasih Tuhan pada Daud dan Batsyeba, bahkan Nabi Natan memanggil Salomo dengan sebutan Yedija atau kekasih Tuhan (2 Samuel 12: 24-25).

Peran Batsyeba dalam Mengokohkan Kerajaan Israel

Batsyeba semakin menunjukkan kelasnya sebagai wanita yang dipulihkan oleh Tuhan. Ia sangat berperan dalam mendorong Salomo naik tahta menggantikan singgasana Daud yang semakin tua.

Ia tahu bahwa Salomo sebagai anak yang lahir sebagai kekasih Tuhan akan memerintah Israel. Sehingga saat Adonia, salah satu anak Daud menyatakan diri secara sepihak sebagai raja, Batsyeba bergegas menemui Daud.

Batsyeba ingin menyelamatkan Israel dari kehancuran dan ia mendesak Daud untuk segera menobatkan Salomo sebagai raja (1 Raja-raja 1: 11).

Batsyeba bukan saja seorang ibu dari raja paling bijaksana sedunia, yaitu Salomo. Ia juga adalah salah satu dari empat wanita yang disebutkan dalam silsilah Yesus di Matius, meskipun namanya tidak disebutkan tetapi disebut sebagai "istri Uria orang Het" (Matius 1: 6).

Jika saat ini JCers sedang bergumul dengan masa lalu yang buruk, jangan biarkan hal itu berlarut-larut. Kamu harus bangkit untuk melangkah menuju masa depan.

Kamu bisa menghubungi sahabat 24 jika membutuhkan seorang sahabat untuk bercerita, meminta nasihat, meminta semangat ataupun  mendukungmu dalam doa. Hubungi WA: 0822 1500 2424 atau klik http //bit.ly/inginKonseling

Itulah fakta Alkitab tentang Batsyeba, seorang perempuan di Alkitab.

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DI SINI.

Apakah JCers merasa terberkati dengan Fakta Alkitab mengenai Batsyeba? Yuk jadi bagian dari kami untuk memberitakan Injil kepada dengan bergabung bersama kami sebagi mitra CBN! Caranya, klik DI SINI!

Mau nonton video lengkap tentang Batsyeba? Klik DI SINI.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami