Profile Aung San Suu Kyi, Pemimpin De Facto Myanmar yang Ditangkap Militer

Profile Aung San Suu Kyi, Pemimpin De Facto Myanmar yang Ditangkap Militer

Claudia Jessica Official Writer
450

Aung San Suu Kyi, namanya menjadi sorotan ketika pihak militer Myanmar melakukan kudeta. Aung San Suu Kyi diketahui telah ditangkap pada penggerebekan Senin lalu (01/02/2021) bersama dengan pemerintah sipil lainnya.

Siapa sih, Aung San Suu Kyi itu?

Latar belakang

Dikutip dari Wikipedia, Aung San Suu Kyi lahir 19 Juni 1945, seorang aktivis pendemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (Persatuan Nasional untuk Demokrasi atau NLD).

Ayah Aung San Suu Kyi adalah Jenderal Aung San, seorang pahlawan kemerdekaan Myanmar. Namun, ayahnya tewas dibunuh ketika dirinya berusia 2 tahun, tepat sebelum Myanmar memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1948.

Suu Kyi pernah dijadikan sebagai simbolik hak asasi manusia, seorang aktivis yang menyerahkan kebebasannya untuk menantang jenderal militer yang kejam yang memerintah Myanmar selama beberapa dekade.

Suu Kyi dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1991 saat masih mendekam dalam tahanan rumah. Ia dielu-elukan sebagai "contoh luar biasa dari kekuatan yang tak berdaya".

Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010 setelah mendekam sebagai tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun masa penahanannya sejak pemilihan umum tahun 1990.

Ia dipandang luas sebagai pemimpin de facto.

Riwayat Pendidikan

Suu Kyi bersekolah di sekolah Katolik Inggris di Burma, tempat dimana ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Lady Shri Ram College di New Delhi dan lulus pada tahun 1964.

Lalu ia melanjutkan pendidikannya di St Hugh's College, Oxford, memperoleh gelar B.A. dalam bidang Filosofi, Politik, dan Ekonomi pada tahun 1989.

Setelah lulus dari St Hugh's College, Suu Kyi melanjutkan pendidikannya di New York dan bekerja untuk pemerintah Persatuan Myanmar.


Baca juga: Status Darurat Myanmar, Komunikasi Lumpuh 100%


Menjadi penasihat negara

Pada tanggal 6 Juli 2012, Suu Kyi mengumumkan bahwa ia ingin mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu Myanmar tahun 2015 melalui website Forum Ekonomi Dunia. Namun, konstitusi Myanmar melarangnya menjadi presiden lantaran ia memiliki anak yang merupakan warga negara asing.

Pada tahun 2016, Suu Kyi mengambil alih peran Menteri Luar Negeri, Menteri Kerumahtanggaan Presiden, Menteri Pendidikan dan Tenaga Listrik dan Menteri Energi di pemerintahan Presiden Htin Kyaw dan kemudian memisahkan Kementerian Pendidikan dan Tenaga Listrik dan Energi.

Selain itu, Presiden Htin Kyaw menciptakan posisi yang disebut State Counsellor (setara dengan Perdana Menteri) untuk Suu Kyi. Posisi tersebut telah disetujui oleh House of Nationalities pada 1 April 2016, dan DPR pada 5 April 2016. Suu Kyi pun dilantik menjadi Penasihat Negara pada tanggal 6 April 2016.

Itu dia profil tentang Aung San Suu Kyi yang saat ini tengah ditangkap oleh pihak militer Myanmar yang tengah melakukan kudeta di negaranya.

Sumber : berbagai sumber | jawaban.com

Ikuti Kami