Gereja Konstanz Jadi Saksi Kehidupan Ari Wibowo Mulai dari Keyakinan Hingga Anak Pertama

Gereja Konstanz Jadi Saksi Kehidupan Ari Wibowo Mulai dari Keyakinan Hingga Anak Pertama

Claudia Jessica Official Writer
413

Gereja kecil Konstanz di Jerman memberikan banyak sekali pengaruh bagi kehidupan Ari Wibowo hingga hari ini. Melalui gereja tersebut, Ari mengungkapkan bagaimana dirinya bertemu dan merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam kehidupannya. Hal ini diungkapkan melalui perbincangannya bersama Daniel Mananta.

Kisahnya bermula ketika ia pergi ke gereja untuk mengikuti kegiatan sekolahnya saat SD untuk melakukan ibadah pada salah satu hari raya.

“Jujur, gua lupa itu kebaktian apakah itu lagi easter (paskah) atau lagi apa,” kata Ari berusaha mengingat tentang peringatan hari raya apa yang dilakukan kala itu.

Sesampainya di gereja, Ari bersama tiga orang temannya yang merupkan non-Kristen saat itu duduk di kursi paling belakang dan mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung.

Pada saat acara komuni hendak berlangsung, seluruh teman-temannya berbaris untuk mendapatkan roti dan anggur. Ari yang saat itu tidak mengerti apa-apa, dengan lugunya ikut berbaris untuk mendapatkan roti serta anggur yang dibagikan oleh Sang Pastor.

“Kalau di Khatolik itu sebenarnya ga boleh (melakukan perjamuan). Harus belajar, (namun) entah kenapa saya ikut ke depan dan pastornya juga ga nanya,” jelas Ari.


Baca juga: Lebih Pilih Tuhan, Agnez Mo Tolak Tawaran Strip Club Bergaji Ratusan Juta


Setelah mendapat roti dan anggur, ia kembali ke tempatnya lalu mengikuti perjamuan dan memakan roti serta meminum anggur yang ia dapatkan.

“Disuru minum (saya) minum. Kemudian entah kenapa, ada suara di hati saya atau di otak saya bilang, ‘ikut sujud menyembah, ikut berdoa,’” cerita Ari.

So, I follow that (Jadi, saya ikuti itu) kemudian selesai berdoa, saya buka mata, itu rasanya kayak, gua lihat langit-langit kayak, rasa gua damai banget. Rasanya indah banget dan ada sesuatu yang kayaknya apa, gua merasa di sayang. That’s the only explanation. Hanya itu doang yang gua bisa menggambarkan. Anak umur 9 (atau) 10 tahun yang ga ngerti apa-apa. Ga ngerti soal ketuhanan, ga ngerti apa-apa. Hanya itu doing yang bisa gue explain (jelaskan),” lanjutnya.

“Ternyata Tuhan itu ada, dan Dia sayang sama aku,” tambahnya.

Sekitar tahun 2007, Ari pergi berlibur ke Jerman bersama istrinya kemudian mendatangi sekolahnya semasa kecil dan gereja tempat dimana pertemuan pertamanya dengan Tuhan.

Saat dalam perjalanan menuju gereja, istrinya kelelahan dan memilih untuk beristirahat di tempat. Sedangkan Ari melanjutkan perjalanannya ke gereja bersama mamanya untuk mengingat kembali kenangan lamanya di gereja tersebut.

Setelah pulang dari liburannya di Jerman, Ari dan Inge ternyata mendapat kabar bahagia bahwa istrinya mengandung anak pertama mereka.

“Sampai Jakarta, she is pregnant (dia hamil). So, after returning from Germany, anak kita pertama si Kenzo. Dan kita tahunya waktu lagi jalan dari SD-ku ke gereja,” cerita Ari.

Gereja Konstanz telah menjadi saksi bagi kehidupan Ari Wibowo.

Tuhan memiliki berbagai cara untuk membaca kembali anak-Nya yang terhilang. Bagi kamu yang pernah mengalami hal yang serupa atau ingin lebih mengenal Yesus, boleh banget untuk menghubungi Sahabat 24 yang siap menjawab semua pertanyaan kamu DI SINI.

Sumber : YouTube Daniel Mananta Network

Ikuti Kami