Mungkinkah Vaksinasi Bisa Pulihkan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021?

Mungkinkah Vaksinasi Bisa Pulihkan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021?

Lori Official Writer
608

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menjadi perwakilan dari pengusaha yang mendapatkan vaksinasi bersama Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu, 13 Januari 2021. 

Dengan diadakannya vaksinasi ini, Rosan berharap perekonomian Indonesia ke depan bisa terkendali dan bertumbuh lebih baik di tahun 2021 ini. Dia pun menyebut pengadaan vaksinasi ini sebagai game changer ekonomi Indonesia.

Pertanyaannya adalah ‘Bagaimana vaksinasi berdampak bagi ekonomi Indonesia?’

Seperti dilansir dari detik.com, animo pengadaan vaksinasi di Indonesia terbilang sangat positif. Bahkan menjelang pelaksanaannya nilai rupiah terhadap dolar mengalami peningkatan. Dimana nilai rupiah per Rabu (13/1) berada di level Rp 14.110-14.297. Dampak positif ini diduga muncul dari keterlibatan Presiden Jokowi yang memilih menjadi orang pertama penerima suntik vansin Covid-19 di Istana Negara.

Selain itu, vaksinasi ini juga dianggap penting sebagai upaya pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5 persen pada tahun 2021. Dan supaya ekonomi Indonesia benar-benar bertumbuh, setidaknya vaksinasi harus diberikan kepada 70% penduduk Indonesia. 

 

Baca Juga: Jadi Bahan Perbincangan, Apa Sih Resesi Ekonomi Itu?

 

Karena itu, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai jika keadaan ekonomi bisa semakin membaik apabila proses vaksinasi lebih cepat. Sementara itu, kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan juga dinilai penting untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

“Kalau masyarakat tetap tidak disiplin, vaksinasi bisa menjadi tidak efektif. Penanggulangan pandemi masih membutuhkan waktu yang lama,” ucap Piter.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan tetap rendah, jika pemerintah tidak menerapkan pengawasan aktivitas sosial pasca vaksinasi.

 

Optimis Pertumbuhan Ekonomi Mencapai Angka 5 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekomonian Airlangga Hartarto memastikan jika vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan merata di berbagai wilayah di Indonesia sejak Januari 2021 ini hingga kuartal pertama 2022. Dan saat ini sudah tersedia sebanyak tiga juta vaksin yang siap untuk diberikan kepada kalangan masyarakat. 

“Kita cukup optimis dan proyeksi sampai akhir tahun di kisaran 5 persen (pertumbuhan ekonomi)” kata Airlangga.

 

Pertumbuhan Ekonomi dan Vaksinasi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meyakini jika program vaksinasi nasional bisa mendorong sektor konsumsi masyarakat. Mereka sendiri telah membuat simulasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2021 berdasarkan pencapaian program vaksinasi. Menurut LIPI, bila vaksinasi tidak dilakukan maka PDB Indonesia hanya akan tumbuh di kisaran 1.57%-2.01%.

Sementara bila vaksinasi berhasil dilakukan kepada sebanyak 30% dari penduduk Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh mencapai 2.99%-3.49%. Dan jika vaksinasi bisa mencapai 50%, maka pertumbuhan PDB bisa mencapai angka 3%-3.7%.

Selain pengadaan vaksinasi, LIPI menilai jika pemenuhan tenaga kerja menjadi aspek yang penting untuk mencapai pemulihan ekonomi. Pemanfaatan sumber daya yang ada seperti dalam sektor pertanian, kehutanan, perikanan, manufaktur, perdagangan besar dan eceran, juga harus menjadi prioritas perintah.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami