Hidup Kudus di Tengah Dunia yang Rusak

Hidup Kudus di Tengah Dunia yang Rusak

Lori Official Writer
      323

Amsal 15: 9

Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun:  Mazmur 5; Wahyu 11; Nehemia 1-3

Menurutku, satu hal yang menjadi masalah Natal saat ini adalah kita cenderung berharap untuk merayakannya dengan sempurna, dipenuhi hiasan bergambar kereta kuda, butiran salju yang jatuh dengan lembut dan semua hal indah lainnya.

Kita suka lupa bahwa cerita Natal adalah peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi. Tapi menurutku saat membongkar kembali seluk beluknya dan tahu kebenaran yang sesungguhnya, kamu akan jauh lebih tertarik.

Mari kita mulai dari dimanakah Maria berada saat malaikat Jibril mendatanginya dengan membawa sebuah pesan. Saat itu Maria tinggal di Nazaret, tempat yang penuh kejahatan. Sama halnya saat Tuhan mengirim malaikat ke tempat-tempat yang kacau seperti itu. Seperti kita tahu dari kisah ketika malaikat Tuhan membawa Lot dan keluarganya keluar dari Sodom dan Gomora sebelum Dia menjatuhkan penghakiman-Nya di sana. Tempat ini dikenal karena keberdosaannya, begitu pula kota Nazaret.

Setiap kota punya karakteristik masing-masing. Roma adalah Kota Abadi. Paris adalah Kota Cahaya. New York adalah Kota Yang Tidak Pernah Tidur. Dan Las Vegas dijuluki sebagai Kota Berdosa.

Orang-orang di abad pertama bisa dengan mudah memakai nama julukan yang sama untuk Nazaret. Kota yang dikuasai oleh tentara Romawi ini, adalah titik persinggahan antara satu daerah ke daerah yang lain. Nazaret diibaratkan seperti kota Barstow dalam Alkitab, atau tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain.

Karena itulah, Kota Nazaret dipenuhi kasus kehamilan wanita-wanita muda. Karena tentara Romawi kerap memaksa mereka. Faktanya, Nazaret adalah kota yang penuh dengan kejahatan sehingga saat Filipus memberitahu Natanael bahwa kota itu adalah asal Yesus, Natanael menjawab, “Adakah yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1: 46).

Akan tetapi kita tidak bisa memungkiri jika Tuhan sendiri memilih seorang gadis perawan bernama Maria yang berasal dari kota para pendosa itu untuk menyampaikan pesan penting. Apa yang dialami Maria menyampaikan kepada kita bahwa masih ada orang kudus yang hidup di tengah-tengah dunia yang rusak. Demikian juga dengan orang-orang percaya seperti kita, Tuhan menempatkan kita di tengah dunia yang rusak ini untuk memenuhi panggilan-Nya melalui hidup  kita.

 

 

Hak cipta Harvest Ministries, disadur dari Crosswalk.com 

Ikuti Kami