Della Tiro: Tidak Ada Yang Mau Sekelompok Denganku Meski Aku Bukan Orang Bodoh

Della Tiro: Tidak Ada Yang Mau Sekelompok Denganku Meski Aku Bukan Orang Bodoh

Claudia Jessica Official Writer
620

Meskipun aku bukan orang yang bodoh, tapi tidak ada satu teman pun yang mau bersama aku ketika ada pekerjaan kelompok.

Hal ini dimulai ketika aku menjual barang online. Saat itu banyak teman-temanku yang membeli barang daganganku. Siapa sangka, ternyata supplier menipuku. Teman-teman yang membeli barangku pun memaki dan berkata bahwa aku adalah penipu.

Bagaimanapun aku tidak boleh lari dari tanggung jawab. Jadi, aku mengganti uang teman-temanku. Namun mereka tetap memaki dan mengatai aku sebagai penipu.

Jujur, aku down banget bahkan aku juga tidak punya teman sama sekali baik itu di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Saat itu aku benar-benar tidak sanggup untuk pergi sekolah sampai aku meminta mama supaya aku bisa pindah sekolah.

Tapi mamaku bilang begini, “Ngga. Kalau kamu pindah sekolah, kamu hanya menunjukkan apa yang mereka mau. Kamu lemah kalau kamu pindah sekolah. Jangan! Itu yang mereka mau. Mereka mau kamu pindah sekolah. Jangan nyerah!”

Bahkan setelah mami pergi ke sekolah untuk berbicara dengan guru BP dan meminta untuk menambah satu kursi di kelas untuk menemani aku.

Meskipun aku tidak punya teman, aku memiliki prinsip bahwa aku tidak akan mengaku salah jika aku memang tidak bersalah. Namun, aku akan meminta maaf apabila aku memang salah.

Aku merasa tertekan setiap kali harus pergi ke sekolah karena banyak orang yang membicarakan aku. Bahkan aku juga tidak pernah mendapatkan teman ketika harus melakukan belajar kelompok. Aku merasa terasingkan. Aku merasa kalau aku tidak bodoh tapi tidak ada yang mau berkelompok bersamaku.

Manusia bisa jahat sama aku. Tapi Tuhan nggak akan pernah jahat.

Teman terbaik ketika aku mengalami hal ini adalah Tuhan, mama, dan diriku sendiri.


Baca juga: Patah Kaki dan Harus Vakum Setahun Tapi Arlan Sitorus Berhasil Masuk Timnas, Kok Bisa?


Mama selalu mendukung apapun yang aku lakukan meski berada di titik terendah saat itu. Aku juga terinspirasi dari mama yang mampu membesarkan bahkan menyekolahkan 4 orang anak sendirian.

Mama pernah bilang, “Kalau orang jahat ke kita, kita ga boleh balas jahat. Karena kalo kita jahat, sama dengan mereka. Kita sama mereka ga ada bedanya.”

Doa juga penting. Aku meminta kekuatan pada Tuhan karena aku benar-benar tidak kuat dengan lingkunganku yang seperti ini. Aku bisa gila karena beratnya tekanan yang kuterima.

Setelah kejadian penipuan itu, Tuhan memberiku kekuatan bahkan Tuhan juga memberikan rejeki yang berlipat ganda dan tidak pernah aku bayangkan.

Semua air mata, sakit hati telah terbayarkan.

Mama selalu bilang, “Ka boleh hidup dalam kepahitan, karena di saat kita hidup dalam kepahitan, kita akan stuck (berhenti) di titik ini terus dan tidak akan pernah maju.”

Untuk memberikan pengampunan kepada teman-temanku juga tidak mudah. Aku selalu berdoa dan meminta kekuatan sama Tuhan. Akhirnya, secara perlahan aku bisa mengerti dan belajar.

Bahkan Tuhan Yesus sendiri mengampuni murid-Nya yang menjual Dia. Bahkan Yesus juga mati di kayu salib untuk kita semua.

Aku mengasihi dan mengampuni teman-temanku. Aku juga berterima kasih sama teman-temanku karena tanpa mereka, mungkin saat ini aku tidak bisa seperti saat ini.

Nah buat kalian semua, ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Jangan pernah nge-judge orang karena masa lalu atau karena keluarga mereka. Masalah keluarga, setiap orang tidak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga seperti masa. Dan kalau kalian berada di posisi yang direndahkan, jangan menyerah! Masa depan kalian sudah disediakan oleh Tuhan. Rencana Tuhan adalah yang paling baik, paling indah di waktu yang tepat.

Aku, Della Tiro, ini kisahku bersama superyouth generation.

Apakah JCers merasa termotivasi dengan cerita Della? Yuk jadi bagian dari kami untuk melayani generasi muda saat ini dan memberitakan Injil kepada mereka dengan bergabung bersama kami sebagi mitra CBN! Caranya, klik DI SINI!

 

Sumber : jawaban.com | superyouth.id

Ikuti Kami