Memilih Pergaulan yang Baik

Memilih Pergaulan yang Baik

Lori Official Writer
      846

Korintus 15: 33

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 29; Filipi 1; Ayub 38-39

Sebagai pengikut Kristus, kita diingatkan untuk menjadi serupa seperti gambaran-Nya. Apa artinya? Hidup kita harus mencerminkan karakter Kristus sendiri. Walaupun kita tidak akan bisa sama persis seperti Yesus, tapi setidaknya kita belajar untuk mencontoh hal-hal baik yang Dia lakukan. 

Apa saja itu? Salah satunya adalah bagaimana kita punya karakter yang baik. Karakter yang baik sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan juga pergaulan.

Ayat renungan hari ini mengingatkan kita pesan tentang ‘pergaulan’. Pesan ini disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Dia tahu persis bahwa pilihan seseorang untuk bergaul dengan orang lain sangat menentukan karakternya, responnya, sikapnya dan tindakannya sehari-hari.

Dengan artian, jika kita bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter dan kebiasaan baik, maka kita pun akan jauh lebih baik. Dan ketika kita bergaul dengan orang-orang berkarakter dan kebiasaan buruk, maka lambat laun kita akan sama dengan mereka.

Paulus menyampaikan pesan ini bukan saja kepada anak-anak muda yang rentan dengan pergaulan yang buruk. Tetapi kepada semua kalangan usia dan bahkan kepada orang-orang yang paling rohani sekalipun. Kenapa? Karena Paulus tahu bahwa setiap orang rentan menghadapi godaan dunia yang merusak.

Tak seorangpun yang kebal dengan godaan. Ada banyak hal buruk yang membuat kita terpengaruh mengikuti sesuatu yang salah. Seperti saat kita bergaul dengan teman-teman yang suka mendengar musik yang mengandung kata-kata kotor atau terbiasa melontarkan humor yang melenceng kearah yang tidak baik.

Inilah kelemahan yang harus kita sadari sebagai murid Kristus. Dengan kesadaran ini kita bisa menjadi lebih bijaksana untuk memilih pergaulan yang tepat. Salah satunya menjadi bijak dalam memilih komunitas yang tepat. 

Bukan tanpa alasan Tuhan memanggil kita untuk bergabung dalam komunitas orang percaya, yang berfungsi sebagai tempat untuk bertumbuh bersama dalam menghidupi karakter Kristus. 

Sebagai seorang murid yang tahu membedakan yang baik dan yang buruk, yang salah dan yang benar, kamu memerlukan seorang sahabat yang selalu ada untuk membangun, menasihati, memotivasi, menegur, menguatkan dan menghibur. Juga melalui kehidupannya, kamu bahkan mengalami banyak perubahan positif. Tanpa komunitas yang benar, kamu tidak akan bisa menghadapi pengaruh dunia yang rusak ini. 

Hubunganmu dengan Tuhan juga akan terus bertumbuh saat kamu berada di sekitar orang-orang yang memiliki hasrat yang kuat untuk Tuhan. Semakin kamu mengikuti kebiasaan baik yang dilakukan oleh orang-orang dalam komunitasmu, semakin mudah pula bagi kamu untuk mematikan hasrat dosa yang masih bercongkol di dalam dirimu.

Mengelilingi diri dengan orang-orang atau teman-teman yang tepat akan membuatmu menang melawan setiap pengaruh yang buruk. Paulus sendiri menegaskan hal ini dalam 1 Korintus 15: 58 demikian dituliskan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Lewat renungan malam ini, mari ambil waktumu untuk menjawab tiga pertanyaan ini.

1. Ingin menjadi orang seperti apakah kamu? 

2. Apakah kamu mau dikelilingi oleh teman-teman yang mendorongmu menjadi pribadi yang menaati Tuhan? Atau memilih bertahan di tengah pergaulan yang membuatmu semakin jauh dari Tuhan?

3. Apakah kamu sudah bergaul dengan orang-orang yang tepat?

Jika kamu masih berpikir bahwa bergaul dengan orang yang buruk sama sekali tidak akan mempengaruhimu, maka ingatlah peringatan Paulus ini: “Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah.” (1 Korintus 15: 34). Dan mereka adalah orang-orang yang ingin merusak hal-hal baik yang ada di dalam dirimu.

Di bulan yang penuh sukacita ini, mari memahami kembali alasan kenapa Tuhan Yesus datang ke dunia. Dia datang untuk memberikan kita jaminan kehidupan kekal. Karena itu, ikutilah teladannya dan jangan bergaul dengan orang-orang yang hidupnya tidak menjadi cerminan Kristus.

Saat ini, berdoalah supaya Tuhan memberimu kemampuan untuk menaati firman-Nya.

Ikuti Kami