#KataAlkitab Tentang Hari Ibu, Hadiah Yesus Untuk Maria, Ibu-Nya

#KataAlkitab Tentang Hari Ibu, Hadiah Yesus Untuk Maria, Ibu-Nya

Claudia Jessica Official Writer
590

Ada peran penting wanita yang tidak tergantikan dan menjadi gambaran dari sifat Allah, yaitu peran sebagai seorang ibu. Selamat hari ibu para wanitanya Allah!

Nah, kali ini kata Alkitab akan membahas tentang ibu.

Kamu pasti tahu tentang 10 Hukum Taurat yang diajarkan Musa, dari hukum pertama hingga ke ke empat diajarkan tentang menghormati Tuhan, tapi mulai hukum ke lima Tuhan langsung berbicara tentang  menghormati ayah dan ibu (Keluaran 20:12).

Posisi orang tua dalam kehidupan sebagai orang percaya kepada Allah sangat penting.

Berbicara tentang ibu, apakah kamu tahu siapakah ibu pertama di dunia ini? Jika mengacu kepada Alkitab, pasti kamu akan menjawab “Hawa,” seperti tertulis dalam Kejadian 3: 20, dimana Hawa disebut sebagai “ibu semua yang hidup.”

Kata ibu, dalam bahasa Ibrani dan Yunani mengacu kepada satu hal yaitu “sumber kehidupan.” Kata Ibrani untuk ibu adalah AM atau EM, menggunakan dua huruf yaitu Aleph dan Mem.

Huruf Aleph melambangkan pemimpin yang kuat, yang pertama, sekaliigus sebagai sosok Tuhan. Sedangkan hurum Mem, berarti air atau cairan. Ketika keduanya dijadikan satu menjadi kata Am, atau Em, yang berarti pemberi air yang kuat atau pemberi air yang pertama, yaitu ibu.

Mengapa demikian? Ketika seorang anak dalam kandungan, ia berada dalam air ketuban di tubuh ibunya dan juga mendapatkan asupan dari plasenta yang terhubung dengan sang ibu. Ketika ia lahir, anak juga membutuhkan air susu ibu untuk pertumbuhannya.

Namun tahukah kamu, siapa sumber kehidupan yang pertama? Ya, Tuhanlah Sang Pemberi kehidupan yang pertama dan merupakan sumber kehidupan itu sendiri.

Seperti yang ditulis dalam Kejadian 2: 7, “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

Jadi seorang ibu adalah gambaran dari Allah sendiri, yang membentuk dan memberi kehidupan kepada manusia. Beberapa atribut atau sifat-sifat Allah yang dipancarkan seorang ibu adalah dia sebagai pribadi yang mengasihi tanpa syarat, mengasuh, memberikan penghiburan, melindungi, melatih dan memberikan petunjuk kepada anak-anaknya.

Menjadi ibu bukan hanya tentang fungsi biologis, yaitu mengandung dan melahirkan anak-anak saja. Dalam Titus 2: 3-5, Paulus menasihatkan seperti ini:

Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Dalam hal ini, Paulus mengingatkan kepada perempuan-perempuan yang telah dewasa agar hidup mereka menjadi teladan dan menjadi pengajar bagi perempuan-perempuan muda dalam mengasihi suami dan anak-anaknya dan menghidupi kebenaran firman Tuhan.

Jadi seorang ibu juga memegang peranan dalam komunitas dan masyarakat, yaitu untuk memuridkan dan memberi teladan kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan.


Baca juga: Hari Ibu adalah Hari Pergerakan Perempuan Indonesia


Kamu bisa menjadi ibu, bukan hanya bagi anak-anak yang kamu lahirkan, namun juga bagi anak-anak rohani yang kamu muridkan. Kamu bisa juga menjadi ibu dengan mengadopsi anak-anak yang tidak memiliki lagi orangtua atau sekalipun masih memiliki orangtua, namun tidak mendapatkan kasih sayang, atau arahan dan didikan yang mereka butuhkan.

Menjadi ibu adalah tentang berfungsi untuk menjadi saluran kasih Tuhan dalam hidup seseorang, dan dengan sabar menuntun dan membimbing mereka untuk mengarahkan kehidupan mereka kepada Yesus.

Yesus sendiri sangat mengasihi dan menghormati ibunya, Maria. Pada kisah Pernikahan di Kana, sekalipun Yesus berkata kepada Maria bahwa saat bagi-Nya belum tiba, namun saat tuan rumah mengalami kesulitan, Yesus bertindak dan melakukan mujizat dengan mengubah air menjadi anggur.

Kasih itu juga Yesus tunjukkan kepada Maria sewaktu Ia disalibkan. Ia memikirkan masa depan ibunya, sehingga Yesus mempercayakan sang ibu kepada murid yang dikasihi-Nya (Yohanes 19:26-27).

Mungkin Kamu berkata, bagaimana dengan saya yang tidak pernah merasakan kasih ibu, atau ibu saya telah menyakiti hati saya? Bagaimana saya bisa mengasihi dan berterima kasih kepadanya?

Saudara, Tuhan ingin memulihkan hatimu, dan juga hidup Kamu. Dia ingin memulihkan hubungan Kamu dengan ibu Kamu. Ijinkan kasih Tuhan menjamah Kamu dan lepaskanlah pengampunan.

Hormatilah dia, sebagaimana firman Tuhan katakan untuk menghormati orangtua Kamu. Ijinkan saya (Ps. Andy Otniel) berdoa untukmu mengenai hal ini.

Saat ini, di dalam nama Tuhan Yesus. Bukan dengan kekuatanku tetapi oleh karena-Mu, aku melepaskan pengampunan bagi ibuku. Di dalam Nama Tuhan Yesus, kasihmu menyertaiku, Amin.

Jika saat ini, JCers sedang menghadapi pergumulah dan permasalah dengan ibu atau keluarga serta butuh dukungan doa dan jalan keluar, mari hubung konseling center SAHABAT 24 di nomor: 0822-1500-2424 atau klik: bit.ly/inginKonseling

Ada konselor-konselor kami yang siap berdoa dan menguatkan kamu.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami