Sedih Ditinggal Pergi Sang Mama, Marcello Dikuatkan Karena Tuhan

Sedih Ditinggal Pergi Sang Mama, Marcello Dikuatkan Karena Tuhan

Lori Official Writer
1052

Kepergian sang mama menorehkan kehilangan yang mendalam di hati Yehezkiel Marcello Pratama atau akrab disapa Cello ini. 

Sebagai seorang anak yang masih belia, Marcello memerlukan perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Tapi keputusan sang mama untuk bekerja di luar negeri sebagai TKI telah merampas setiap momen tersebut.

“Waktu itu pas mama pergi aku merasa sedih,” ungkapnya.

Sejak kepergian sang mama, Cello merasa begitu kehilangan. Hal inilah yang membuatnya berubah menjadi anak yang sangat pemurung. Setiap hari, dengan setia dia akan menunggu kedatangan sang mama.

“Mama ngomong ke papa, Celin dan Cello kayak gini, ‘Mama mau pergi. Mama mau cari uang yang banyak untuk kaka sama dede nanti sekolah.’ Perasaan Marcello waktu itu sedih karena mama udah gak ngajarin Marcello lagi. Biasanya mama yang ngajarin kalo ada ayat-ayat yang kita suruh dicari, ya dibantuin (sama mama),” terangnya.

 

Baca Juga: 3 Tahun Ditinggal Sendiri di Rumah Bikin Abraham Merasa Tidak Disayang

 

Namun melalui pelajaran Alkitab tentang Sadrakh, Mesach dan Abednego di gerejanya, Marcello pun seolah mendapatkan kekuatan yang baru. Dia pun percaya kalau Tuhan selalu menjaganya.

“Yang Cello doakan pada saat itu, Cello ingin Tuhan Yesus masuk ke dalam hati Cello dan Cello juga ingin Tuhan Yesus mengampuni semua kesalahan Cello,” ungkapnya.

Sejak berdoa secara pribadi di dalam Tuhan, saat itulah anak asal Lampung ini mengaku merasakan sukacita. 

“Pada saat itu, Cello masih ingat sama mama tapi tidak sedih karena Tuhan Yesus mau mendampingi Cello. Cello harus percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan menjaga mama,” jelasnya.

Jika sebelumnya dia merasa iri dengan teman-temannya yang kerap didampingi oleh mama mereka. Maka sejak Cello percaya Tuhan, dia sama sekali tidak lagi merasakan hal yang sama. Justru hanya tinggal bersama sang ayah, sukacita Marcello tetap penuh.

“Tuhan Yesus dalam hidup Cello adalah pembimbing Cello dan menentukan jalan untuk masa depan Cello dan Juruslamat untuk Cello,” terangnya.

Satu-satunya harapan yang dimiliki Cello saat ini adalah Yesus. Karena itu dia tidak lagi merasa ditinggalkan sendiri.

Kebenaran firman Tuhan yang didengar Marcello telah mentransformasi hidupnya selamanya. Dia bukan saja percaya kepada Tuhan, tetapi dengan sungguh dia belajar untuk mencintai firman Tuhan dan menjadi kesaksian bagi orang lain.

 

 

Apakah kamu adalah orangtua yang diberkati melalui kesaksian ini? Yuk melayani bersama kami untuk menjangkau lebih banyak generasi anak di Indonesia yang mengasihi Tuhan dan sesamanya dengan berdonasi melalui Jawaban dengan mendaftarkan diri sekarang di https://www.jawaban.com/donasi/.

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami