Beristirahat Untuk Lebih Dekat Dengan Tuhan

Beristirahat Untuk Lebih Dekat Dengan Tuhan

Lori Official Writer
      1049

Filipi 4: 8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 19; Kisah 2; Ayub 15-17

Aku berbincang tentang waktu istirahat dengan orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Dia mengatakan bahwa dia biasa mengambil waktu istirahat Sabat di Jumat malam hingga Sabtu malam setiap minggunya. Dia berkata bahwa waktu istirahat itu harus membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Jadi dia menggunakan waktu itu dengan maksimal.

Hidupku pastinya akan berubah total kalau aku menyisihkan waktu 24 jam setiap minggu untuk beristirahat - dalam artian terkoneksi dengan Tuhan. Aku merenungkan beberapa hal santai yang aku lakukan untuk menikmati liburan di akhir pekan yang panjang. 

Alih-alih melakukan aktivitas yang menenangkan untuk semakin dekat dengan Tuhan, aku sering kali melakukan pelarian. Tentunya mudah sekali bagi kita untuk mengikuti keinginan untuk memanjakan daging kita selama menjalani liburan yang panjang. Banyak dari kita yang akan memilih untuk menghabiskan waktu memanggang kue, membungkus semua hadiah, menghadiri semua pertemuan dan memasang dekorasi Natal. Kita akan mulai berkata ‘Aku kan pantas untuk istirahat.’ Ya, Tuhan juga mau kita mendapatkan istirahat yang cukup.

Tapi sebenarnya kita sering sekali tertarik pada hal-hal yang tidak membuat kita merasa pulih dari rasa lelah itu dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Setelah meneguk semangkuk es krim, pikiran dan tubuhku toh tidak menjadi lebih sehat.

Jadi, selama masa liburan ini mari menanyakan diri kita sendiri pertanyaan ini. Kegiatan tenang apa yang bisa mendekatkanku kepada Tuhan dan memulihkan jiwaku? 

Ada beberapa pilihan yang bisa kita lakukan untuk menjawab pertanyaan itu:

- Tidur. Waktu aku kurang tidur, aka menjadi gelisah dan mudah marah. Aku juga mudah jatuh dalam godaan saat sedang lelah. Tapi tidur membuatku merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih tenang.

- Jalan. Jalan-jalan di taman atau di tengah alam terbuka adalah pengalaman yang akan membuat kita merasa jauh lebih dekat dengan Tuhan. Kita bisa menghirup udara segar dan mengamati ciptaan Tuhan di sekitar. Mungkin di musim penghujan ini kita agak sulit melakukannya, tapi cobalah untuk keluar rumah dan berkeliling santai di pagi hari jika cuacanya sedang baik.

- Membaca. Membaca Alkitab, novel yang bagus, buku tentang pernikahan, parenting, atau buku motivasi akan membuat kita lebih rileks.

- Menulis. Tidak semua orang suka mencurahkan isi hatinya di atas kertas. TTapi membuat jurnal adalah cara terbaik untuk merefleksikan perasaan dan kekuatiran kita dan membantu kita memproses apa yang Tuhan sampaikan lewat firman-Nya.

Kamu mungkin bisa punya pilihan yang lain. Semisal, merapikan rumah, berkumpul dengan orang-orang atau bermain game. Meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan reflektif akan membantu kita beristirahat dengan cara dekat dengan Tuhan. Kita bisa memakai ayat Filipi 4: 8 sebagai latihan yang baik untuk kesehatan rohani kita. Kita bisa bertanya apakah usaha keras ini membantu kita untuk fokus pada hal-hal yang benar, terhormat, baik, murni, menyenangkan, luar biasa dan layak dipuji.

Waktu kita menemukan hal-hal yang sesuai dengan kriteria ini, kita biasanya akan mengalami pemulihan dan istirahat yang baik. Walaupun kita mungkin tidak bisa menyediakan waktu 24 jam penuh untuk beristirahat setiap minggu, kita bisa meluangkan waktu untuk pulih secara teratur.

Tuhan, tolong aku untuk belajar beristirahat daripada harus melarikan diri setelah kelelahan dari berbagai aktivitas. Pimpin aku untuk melakukan kegiatan yang menenangkan dan membantuku untuk lebih dekat dengan-Mu. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin

 

Hak cipta Melissa Spoelstra, digunakan dengan izin CBN

Ikuti Kami