6 Rahasia Untuk Membawa Kedamaian Kembali

6 Rahasia Untuk Membawa Kedamaian Kembali

Claudia Jessica Official Writer
      957

Mazmur 127: 2

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 18; Ibrani 12; Ayub 13-14

Teman baru saya bertanya bertanya kepadaku, “Karena kamu tidak bisa melihat, bagaimana caramu merias wajah?”

Jawaban saya sederhana: Saya melakukannya dengan hati-hati.

Setelah hidup dengan kebutaan total selama 25 tahun, saya sering lupa dengan keterbatasan saya.

Tapi, masalah datang ketika saya bersiap-siap untuk keluar. Saya melepaskan diri dari tugas yang tidak ada habisnya. Di menit-menit terakhir, saya bergegas seperti wanita gila. Saya melompat ke kamar mandi, mengenakan handuk dan berlari ke bilik lemari. Dengan panik, saya menggeser gantungan baju dan mencari pakaian apa yang akan saya kenakan.

Bagaimana saya melakukan ini tanpa penglihatan? Sangat sederhana. Ketikda saya membeli sebuah barang, saya menyimpannya dalam ingatan saya dengan menghafalkan karakteristiknya, tekstur, bentuk garis leher, kancing, ataupun panjang bajunya.

Satu sentuhan ringan memberi tahu saya tentang barang itu. Tetapi ketika saya sedang terburu-buru, mencoba menemukan pakaian yang tepat jadi agak sulit. Bukan karena saya tidak bisa melihat, tetapi karena saya memiliki terlalu banyak pakaian. Jauh lebih banyak dari yang dimiliki gadis buta lainnya. Bar yang menahan semua gantungan itu mungkin kendur karena beratnya.

Betapa macetnya lemari saya mirip dengan hidupku, penuh dengan tugas dalam berbagai jenis dan ukuran. Seperti seekor tupai yang berlari dari pohon ke pohon, saya berlari dari satu tugas ke tugas lainnya.

Saya tidak punya pilihan. Ada begitu banyak orang yang harus disenangkan. Memenuhi hasrat itu, meskipun sebagai seorang gadis muda, saya mencoba untuk mendapat persetujuan dari kedua orangtuaku dan guru-guruku.

Belakangan ini, saya ingin menyenangkan keluarga saya, bos saya, dan teman-teman sayang. Guft! Saya pikir itu adalah satu-satunya cara untuk menyenangkan saya adalah dengan membuat mereka bahagia.

Apakah kamu pernah merasa demikian? Kegembiraan yang gila selama musim liburan. Kami menjalani hidup dengan terburu-buru dan keinginan untuk membuat seseorang bahagia. Tingkat stress dan ketegangan meningkat seperti termometer di musin panas Orlando.

Jadi, pada musim yang akan datang ini, saya akan menenangkan diri. Tuhan tidak pernah bermaksud untuk kita hidup dalam panasnya ketegangan. Dia memberikan satu petunjuk yang menyegarkan:

"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22: 36-37)

Ketika hidup merosot karena beban tugas yang tak terhitung, mematuhi perintah terbesar-Nya adalah kunci menuju kesuksesan yang damai.

Ketika saya memakai sandal di pagi hari, inilah yang muncul di kepala saya. Mencintai Tuhan itu artinya:

  • Mengundang Dia ke dalam hari-hari kita.
  • Menetapkan kebijaksanaan untuk menempatkan urutan prioritas yang benar.
  • Mempersembahkan daftar tugas harianku untuk persetujuan-Nya.
  • Bersyukur atas gangguan yang terjadi karena Dia akan menyelesaikannya.
  • Menerima waktu untuk istirahat dan mengisi tenaga.
  • Menghirup Firman-Nya untuk tetap merasa tenang dan aman.

Menyimpang dari jalan-Nya sama dengan kelelahan. Tetapi mematuhi perintah terbesar-Nya akan menghasilkan kebijaksanaan: untuk mengatur prioritas; untuk maju saat lelah; untuk memberikan kejelasan saat bingung; menjadi tenang saat kewalahan; dan untuk mengetahui kehangatan cinta-Nya saat merasa tidak dihargai.

Bersiap untuk hari yang lebih mudah sekarang. Saya membersihkan lemari, membuang kekhawatiran yang tidak perlu dan gagasan bodoh untuk selalu harus menyenangkan orang lain.

Ketika saya mengenakan gaun kedamaian, yang dirancang oleh kasih-Nya, itu terlihat cukup bagus untuk saya, dan itu akan terjadi padamu juga!

Kamu dapat menarik napas dalam-dalam, rileks, dan mengenakannya dengan percaya diri karena:

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127: 2)

Menerima undangan-Nya untuk beristirahat adalah kesembuhan yang sederhana. Alih-alih menjadi produktif untuk memenuhi tujuan kita, lebih baik menyenangkan Dia dan memenuhi rencana-Nya sebagai tujuan kita.

Saat itulah kita menjalani tugas dengan senang hati dan dengan damai-Nya yang bernyanyi dalam jiwa kita.

 

Hak Cipta © Janet Perez Eckles, digunakan dengan izin.


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

 

Ikuti Kami