Kerinduan Besar Menyambut Lahirnya Yesus

Kerinduan Besar Menyambut Lahirnya Yesus

Lori Official Writer
      994

Lukas 12: 35-36

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 9; Wahyu 15; Nehemia 10-11

Awalnya, aku merasa kebingungan tentang perayaan advent yang diajarkan oleh doktrin Kristen. Tapi aku bersyukur karena temanku Sarah Philips sudah memperluas pemahamanku tentang tradisi ini. Karena ternyata momen yang biasa ditandai dengan penyalaan tiga lilin ungu dan satu lilin merah muda ini sebagian besar merupakan masa penyambutan Natal. Lebih dari itu, Advent mengandung nilai yang lebih dalam jika kita mau membuka mata untuk melihat.

Aku menemukan situasi yang bertentangan tentang advent di tengah perjalanan baru-baru ini. Beberapa minggu yang lalu, aku bertemu dengan empat teman kuliahku untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Mengingat kami tinggal berjauhan sekarang. Kami pun menikmati kebersamaan dengan membuat pizza, tertawa dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk saling ‘curhat dan peduli satu sama lain’ seperti yang biasa kami lakukan di perguruan tinggi, terlepas dari kondisi bahwa sebagian dari kami sudah menikah dan salah satunya bahkan sudah memiliki anak balita. Kami senang sekali bisa  kembali menikmati kebersamaan ini.

Saat aku akan pulang, aku merasa sedikit merindukan masa-masa yang indah itu. Tapi aku juga memikirkan tentang keluarga dan teman-temanku yang menungguku kembali ke Richmond.

Menurutku kita semua pasti pernah mengalami ketegangan yang sama saat harus berpisah dengan orang terdekat kita. 

Advent melambangkan kedatangan, bukan kepergian, tapi keduanya menimbulkan perasaan yang sama. Di satu sisi, kita menyambut kedatangan Kristus di palungan. Di sisi lain, kita menantikan kedatangan keduaNya dan penggenapan janji Allah. Di sinilah kita seakan terjebak di antara dua masa yang berbeda.

Masa-masa advent bisa menimbulkan banyak sekali perasaan , seperti rasa rindu yang dipenuhi harapan, kenangan yang menyedihkan, keajaiban dan lain sebagainya. Kita menunggu selama dua kali, pertama saat bangsa Israel menunggu Mesias dan orang-orang Kristen di seluruh dunia menanti janji Tuhan untuk menghapus semua air mata dari mata mereka (Wahyu 7: 17).

Itu sebabnya, masa advent bukan sekadar tradisi semata. Masa ini adalah momen dimana setiap orang bisa merasakan perasaan rindu akan sesuatu. Tapi kerinduan itu hanya bisa dipenuhi oleh satu hal saja. Yaitu saat merayakan kelahiran Kristus di masa-masa yang tidak pasti ini.

Sepanjang tahun ini, kita sedang mengalami masa dimana semua orang di seluruh dunia terjebak di rumah, kehilangan orang yang mereka sayangi, kehilangan pekerjaan dan kesulitan-kesulitan lainnya. Kita sangat merindukan keadaan ini kembali normal. Kita berharap hari-hari yang penuh ketidakpastian ini akan berakhir. Tapi semua itu akan terjadi jika semua orang bertobat dan mengalami sukacita di dalam Tuhan.

Apa hal yang sangat kamu rindukan di masa advent ini? Mari ambil waktu untuk berbicara dengan Tuhan dan curahkan seluruh isi hatimu.

 

Hak cipta Katherine Britton, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami