Jangan Sepelakan Gejala Stress! Ini Cara Atasi Stress Kata Dokter

Jangan Sepelakan Gejala Stress! Ini Cara Atasi Stress Kata Dokter

Claudia Jessica Official Writer
1108

Tahukah kamu, di masa pandemid covid-19 ini, sebanyak 64,3% dari 1.522 orang responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi. 76.1% dari 1.522 responden tersebut paling banyak adalah perempuan usia 14-71 tahun.

Data tersebut diambil dari laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kiwa Indonesia (PDSKJI).

Stress merupakan respon tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau mengalami perubahan tertentu, baik dari dalam dirinya maupun dari lingkungan.

Salah satu contoh stress dari dalam sendiri yaitu, merasa kesepian. Tidak ada hiburan, kerja atau belajar di rumah membuat seseorang mendapatkan tekanan hingga menimbulkan stress.

Stres seringkali dianggap biasa. Namun, apabila dibiarkan terlalu lama, stress dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Dalam jangka pendek, biasanya seseorang dapat merasakan gangguan pencernaan, jantung berdebar lebih kencang, tangan basah berkeringat.

Sedangkan dalam jangka panjang, stress dapat menimbulkan penyakit serius seperti:

1. Penyakit jantung. Saat seseorang sedang stress, tubuh akan berusaha melepaskan hormone kortisol yang dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasan.

2. Obesitas. Stress mampu mengaktifkan sel lemak sehingga hormon kortisol meningkat dan membuat keinganan makan jadi meningkat. Apabila keinginan tidak bisa dikontrol dan makan berlebihan, maka dapat menimbulkan obesitas.

3. Diabetes. Saat seseorang mengalami stress, maka kadar gula darah akan meningkat yang mengakibatkan gula di dalam darah meningkat.

4. Sakit kepala. Ketika stress, tubuh akan melepaskan hormon stress seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrinn dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke bagian-bagian tubuh yang berguna merespon secara fisik, seperti kaki dan tangan.

Karena jantung memfokuskan aliran darahnya ke bagian bawah tubuh, otak tidak mendapatkan asupan darah beroksigen yang cukup sehingga fungsi otak menurun dan menyebabkan sakit kepala.

5. Secara mental, depresi dan gangguan kecemasan. Selain memicu peningkatan hormon kortisol dan hormon stress, stress yang berkepanjangan membuat produksi serotonin dan dopamin menurun sehingga dapat memicu depresi. Bahkan ketika seseorang mengalami kecemasan yang lebih parah, dapat meningkatkan risiko skizofrenia, penyakit kejiwaan yang harus mendapatkan penanganan dokter spesialis.

Oleh karena itu ketika seseorang mengalami stress, dapat mengakibatkan gangguan pencernaan yang mampu menutup aliran darah ke sistem pencernaan, mengganggu kontraksi organ pencernaan dan mengurangi sekresi enzim pencernaan.

Sebab itu, kita perlu mengetahui apa saja faktor stress, gejala stress, sampai cara mencegah dan cara mengatasi stress.

Faktor penyebab stress

Faktor penyebab stress itu beragam. Biasanya stress dapat disebabkan oleh lingkungan, pekerjaan, pikiran, kebiasaan sehari-hari yang terganggu, terjadinya perubahan dalam hidup, misalnya kelahiran ataupun kematian orang yang dikasihi.

Gejala stress

1. Secara fisik, biasanya tubuh akan merasa lemas, tidak bergairah, mual, sakit kepala, jantung berdegup cepat, nafas tidak normal, bernafas lebih cepat, gelisah, dan lain-lain.

2. Secara mental, dapat membuat seseorang merasa demotivasi, menjadi murung, merasa lebih sensitif, sering marah, moody dan lain-lain.

3. Secara kognitif, biasanya orang yang menderita stress menjadi mudah lupa, menurunnya kemampuan mengingat, pesimis, dan lain-lain. Terkadang stress membuat perilaku seseorang berubah. Misalnya, tidak mau makan, melarikan diri dari tanggung jawab, jarang beribadah, suka menggigit kuku, merokok, minum alkohol berlebihan, dan lain-lain.

Kika merasa JCers merasa mengalami gangguan di atas, kamu bisa lakukan beberapa tips dari dr. Sovian berikut ini ya:

1. Mendekatkan diri dengan Tuhan

Setiap orang yang dekat dengan Tuhan atau memiliki iman yang kuat, biasanya memiliki emosi dan pikiran yang lebih positif. Orang-orang dengan pemikiran positif, cenderung lebih gembira.

Carilah ketenangan dengan mendengarkan, membaca dan melakukan firman Tuhan, atau mendengarkan lagu rohani, bahkan melakukan praise and worship. Ketenangan yang sejati hanya terdapat pada Tuhan.

Pengharapan dalam Tuhan dapat menekan stress yang kita rasakan. Sehingga kita dapat memiliki motivasi untuk dapat melalui masa stress.

2.  Melakukan hobi yang positif yang relevan dengan situasi saat pandemi

Ketika kita stress, daya tahan tubuh akan menurun. Maka dari itu, alangkah baiknya apabila kita mengisi waktu luang dengan hobi yang positif yang masih bisa dilakukan di rumah untuk mencegah stress. Misalnya, olahraga, main game, masak, makan, dan lain-lain. Semua hal itu baik apabila dilakukan dengan tidak berlebihan.

Apabila JCers tengah mengalami stress, tentu kita perlu mengobatinya dengan segera agar tidak menyebabkan masalah kesehatan yang lain.

Konseling

Konseling lebih baik dilakukan dengan psikolog karena memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan. Psikolog pun dibagi menjadi beberapa jenis seperti psikolog anak, psikolog keluarga, psikolog pekerja.

Selain itu, jawaban.com juga punya pusat konseling yang bernama SAHABAT 24 yang siap membantu JCers sepanjang 24 jam. JCers bisa hubungi SAHABAT 24 di nomor 0822-1500-2424 atau JCers bisa juga klik link berikut: http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami