#FaktaAlkitab: Yehuda, Menjual Yusuf, Dijebak Setubuhi Menantu Sendiri (4/12)

#FaktaAlkitab: Yehuda, Menjual Yusuf, Dijebak Setubuhi Menantu Sendiri (4/12)

Claudia Jessica Official Writer
1776

Yehuda, putra ke empat Israel dari Istrinya Lea. Namanya pertama kali disebut dalam Kejadian 29:35.

Sebagaimana yang dicatat dalam Kitab Kejadian Perjanjian Lama Alkitab, maka Yehuda adalah leluhur dari suku Yehuda.

Latar Belakang

Dalam Kitab Yobel (yaitu kitab keagamaan Yahudi kuno yang terdiri dari 50 pasal, dan dipandang kanonik oleh Gereja Ortodoks Ethiopia), disebutkan bahwa Yehuda meninggal pada usia 119 tahun.

Nama Yehuda merujuk kepada maksud Lea untuk memuji Tuhan, karena telah berhasil memperoleh empat orang anak laki-laki. Yehuda sudah sejak dini memimpin kakak adiknya, seperti terungkap dalam cerita Yusuf (Kej 37:26-27; 43:3-10; 44:16-34; 46:28).

Yehuda memiliki istri bernama Syua. Dari istrinya ini, Yehuda memiliki tiga orang putera, yang pertama adalah Er, kemudian Onan, dan yang ketiga adalah Syela (Kej. 38:2-3).

Usul Yehuda menjual Yusuf

Yehuda dan saudara-saudaranya membenci Yusuf, adiknya sendiri, karena Yakub lebih mencintai Yusuf daripada mereka.

Yusuf bermimpi bahwa sebanyak dua kali saudaranya tunduk padanya, dan ia menceritakan kepada mereka. Hal tersebut lantas membuat Yehuda dan saudara-saudara Yusuf lainnya marah.

Ketika Yehuda dan saudara-saudaranya menggembalakan domba-domba ayah mereka, Yusuf menghampiri mereka. Melihat Yusuf datang dari kejauhan, maka Yehuda dan saudara-saudaranya merencanakan untuk membunuh Yusuf. Atas usulan Ruben, kakak tertua, mereka tidak jadi membunuh, melainkan melempar Yusuf ke dalam sumur.

Tidak berselang lama, mereka melihat kafilah orang Ismael dalam perjalanannya menuju Mesir. Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita."

Saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Yusuf lalu diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual dengan harga 20 syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Tidur dengan Tamar, Menantunya

Yehuda menikahkan Er, putra sulungnya dengan seorang perempuan Kanaan bernama Tamar. Namun Er mati karena kejahatannya di mata Tuhan. Karena Er mati sebelum memiliki anak laki-laki, maka Yehuda memberikan Onan (adik dari Er), agar menikahi Tamar dan melahirkan putera atas nama Er.

Namun Onan juga berbuat jahat dimata Tuhan dan ia dihukum mati. Seharusnya Yehuda masih memiliki satu anak laki-laki bernama Syela yang ia harus berikan pada Tamar, namun karena ia takut anak bungsunya mati, Yehuda mengusir Tamar untuk kembali ke rumah orang tuanya.

Maka Tamar melakukan penipuan kepada mertuanya dengan tujuan mendapatkan keturunan dari Yehuda. Tamar menyamar menjadi wanita sundal. Keduanya lalu bersetubuh, namun Yehuda tidak tahu bahwa ia bersetubuh dengan menantunya sendiri. 


Baca juga: #FaktaAlkitab - DAN, Anak SELIR Pertama Yakub yang diberkati, Paling Pintar & Licik (5/12)


Ketika diketahui orang banyak bahwa Tamar telah mengandung hasil perzinahan, maka Yehuda murka dan memprovokasi agar Tamar dibakar. Namun Tamar membela diri dan menunjukan bukti bahwa Yehuda sendiri yang menghamilinya.

Tamar lalu melahirkan dua anak kembar dan diberi nama Peres dan Zerah. Nama Peres masuk dalam silsilah Yesus Kristus (Matius 1:3).

Berkat Yakub atas Yehuda

Berkat yang dicurahkan Yakub atas Yehuda dalam Kej 49:8-12 menunjukkan bahwa dia diberikan hak kesulungan yang dengan demikian memperoleh berkat yang dijanjikan kepada Abraham (Kej 12:1-3). Hakikat janji ini ialah bahwa semua bangsa akan diberkati olehnya melalui "keturunan" wanita itu (Kej 3:15).

Yehuda diberi tahu bahwa keturunannya akan mempunyai kedudukan yang umumnya lebih tinggi dari keturunan saudara-saudaranya "sampai Dia datang yang berhak atasnya" (Kej 49:8-10).

Nubuat ini digenapi bahwa keturunan kerajaan Israel adalah keturunan Daud, yang adalah keturunan Yehuda.

Kej. 49:10 berbunyi, “Dia datang yang berhak atasnya,” akhirnya menunjuk kepada Mesias yang akan datang, yaitu Yesus Kristus, yang dari keturunan suku Yehuda (Why 5:5). Yakub bernubuat bahwa semua orang akan tunduk kepada-Nya (Kej 49:10), dan bahwa Dia akan membawa berkat rohani yang besar (Kej 49:11-12).

Jumlah Suku Yehuda

Dalam sensus yang dilakukan di Gunung Sinai mengatakan bahwa jumlah Suku Yehuda mencapai tujuh puluh empat ribu enam ratus orang (Bil 1:27). Sensus ini hanya mencatat pria Israel berumur 20 tahun ke atas yang mampu berperang, yang berarti para wanita, anak-anak, dan manula jika dihitung dapat membuat jumlahnya dua kali lebih banyak.

Tidak ada peranan khusus suku Yehuda dalam peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir dan pengembaraan mereka di padang gurun, namun perlu diperhatikan bahwa suku ini berada di barisan paling depan dalam penaklukan Kanaan di mana jumlah mereka sudah mencapai seratus delapan puluh enam ribu empat ratus orang (Bil 2:9).

Kerajaan Yehuda

Setelah raja Salomo mati maka kerajaan Israel pecah menjadi dua bagian yakni Israel Utara dan Israel Selatan. Israel Utara dipimpin oleh Raja Yerobeam dan Samaria menjadi ibukotanya. Sementara Israel Selatan dipimpin oleh Raja Rehabeam dan Yerusalem menjadi pusat pemeritahannya. Israel Selatan juga sering disebut sebagai Kerajaan Yehuda.

Suku Benyamin, Suku Yehuda dan beberapa Suku Lewi yang bertugas di rumah Tuhan masuk dalam wilayah Kerajaan Yehuda. Sementara sisa suku Israel lainnya berada di wilayah Israel Utara.

Yudea sebutan lain untuk Yehuda

Sebutan Yudea kerap muncul dalam Perjanjian Baru. Nama Yudea sendiri adalah bentuk Latin dan Yunani untuk "Yehuda". Yudea terkadang diartikan seluruh Palestina, sebagai wilayah kekuasaan Herodes Agung (37-34 SM).


Baca juga: #FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah


Pada zaman Perjanjian Baru, Arkhelaus, anak Herodes, memerintah sebagai kepala wilayah Yudea (4 sM-6 M) di mana Yudea menjadi bagian Kerajaan Romawi.

Istilah Singa Yehuda

Dalam tradisi Kristen, Singa Yehuda melambangkan Yesus.  Ungkapan ini muncul dalam Wahyu 5:5; "Dan salah satu tua-tua berkata kepadaku, Jangan menangis: lihatlah, Singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang untuk membuka buku itu, dan kehilangan tujuh meterai daripadanya."

Kristus dilukiskan seperti Singa, yang menunjukkan bahwa Ia akan memerintah segenap bumi. Ia berasal dari suku Yehuda dan keturunan keluarga Daud. Gelar-gelar Yesus sebagai Mesias yang berkemenangan dicatat dalam Kej 49:9-10, dan raja yang kekal ini selaras dengan janji-janji yang telah dinubuatkan dalam Yesaya 11:1 dan 10.

Itulah fakta Alkitab tentang Yehuda, satu dari dua belas suku Israel.

Apakah JCers merasa diberkati? Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar ya!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Apakah JCers merasa termotivasi dengan Fakta Alkitab mengenai Yehuda? Yuk jadi bagian dari kami untuk memberitakan Injil dengan bergabung bersama kami sebagi mitra CBN! Caranya, klik DI SINI!

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami