Genapi Nubuatan Yesaya, Ini Makna Pesan Matius 1: 23

Genapi Nubuatan Yesaya, Ini Makna Pesan Matius 1: 23

Lori Official Writer
665

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1: 23)Kalau diperhatikan dengan cermat, ayat di atas adalah kutipan nubuatan nabi Yesaya akan kedatangan Mesias yang disampaikan di Yesaya 7: 14.

 

Sejarah Munculnya Nubuatan Kelahiran Yesus

Ditilik dari sejarahnya, Yesaya menyampaikan nubuatan ini ketika kerajaan Yehuda, di bawah pemerintahan Ahas, sedang terpuruk. Pekah, raja IsraelUtara yang saat itu berkuasa berhasil membunuh 120.000 orang di Yudea dalam satu hari dan membawa 200.000 tawanan, termasuk wanita dan anak-anak beserta jarahannya.

Bangsa Yehuda semakin menderita ketika Raja Syria, Rezin yang merupakan sekutuRaja Pekah, merebut kota benteng Yehuda, Elath dan membawa penduduk setempat sebagai tawanan ke Damaskus. 

Di tengah kondisi genting inilah, Ahas mulai takut jika musuh-musuhnya, Rezin dan Pekah menang dan berkuasa atas Yerusalem dan merebut tampuk kekuasaan kerajaan Yehuda dan menumpas seluruh keturunan Raja Daud.

Untuk mengatasi ketakutan ini, Tuhan mengirim nabi Yesaya menghadap Ahas. Lalu Yesaya pun meyakinkan Ahas bahwa musuh-musuhnya tidak akan berhasil. Untuk menyemangatinya, Yesaya menyarankan Ahas untuk meminta tanda dan mujizat dari Tuhan. 

Tapi Ahas menolak hal itu. Sehingga Tuhan sendiri bertindak dan menyuruh Yesaya menyampaikan nubuatan tentang kelahiran sang Mesias.  “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7: 14)

Baik sifat ilahi dan manusiawinya Tuhan dan kuasaNya diungkapkan dalam nubuatan yang dikutip di sana. Terutama dalam kalimat ‘Ia akan menamakan Dia Imanuel’. Imanuel dalam arti harafiah adalah Tuhan Beserta Kita. Definisi ini sangat mirip dengan kata-kata yang tertulis di dalam Perjanjian Baru. Seperti ditulis dalam Yohanes 1: 1 & 14, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya…” Dan Tuhan sendiri dimanifestasikan dalam daging (1 Timotius 3: 16). Ayat-ayat ini menyiratkan makna bahwa Tuhan selalu beserta dengan kita karena Tuhan sendiri hidup dalam sifat manusia. 

Kata-kata Yesaya seperti dalam kalimat ‘Ia akan makan dadih dan madu’ (Yesaya 7: 15) menunjukkan bahwa Tuhan sendiri akan hadir dalam wujud seorang manusia, tumbuh dan diberi makan dengan cara yang alami dan manusiawi. 

Nubuatan yang disampaikan nabi Yesaya ini jauh melebihi dari tanda dan mujizat biasa. Dan bahkan saat itu Ahas sendiri mungkin tidak mengerti apa maksud dari pesan itu. Karena butuh ratusan tahun untuk menanti pengenapannya. Tapi nubuatan ini sangat jelas menyiratkan bahwa sampai kapanpun, Tuhan akan senantiasa menyertai Yerusalem dan bahkan keturunan Daud. Terlepas dari keterpurukan mereka akibat ancaman musuh, Yesaya mengingatkan Ahas bahwa keluarga Daud tidak akan pernah punah sampai seorang perawan dari garis keturunan Daud mengandung dan melahirkan seorang putra. 

Walaupun, seperti kita tahu kerajaan dan keluarga Daud diruntuhkan. Tapi nubuatan itu tidak pernah gagal, malah digenapi ratusan tahun kemudian ketika seorang malaikat Tuhan menghampiri Maria sang perawan yang akan mengandung putra Allah dan membesarkan-Nya layaknya manusia.

 

Baca Juga: Yuk, Pastikan di Natal Ini Kamu Mendapat Janji Immanuelmu

 

Makna ‘Mereka akan menamakan Dia Imanuel’

Di sepanjang Alkitab, ada banyak kisah yang mirip dengan Maria. Dan di akhir pertemuan tersebut, malaikat akan meminta supaya perempuan yang mengandung bayi yang diberikan Tuhan dengan nama tertentu. Misalnya, bayi Zakharia dan Elisabet yang harus dinamakan Yohanes. Namun satu-satunya bayi yang harus dinamai Imanuel hanyalah dalam kasus Maria.

Imanuel atau dalam kata Ibrani צמנוּאל ‛immânû'êl (Yesaya 7: 14) berarti Tuhan beserta kita. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa Matius paham betul bahwa Mesias yang dinubuatkan Yesaya adalah Tuhan yang senantiasa menyertai kita, bahwa kodrat ilahi-Nya menyatu dengan manusia. 

Saat kata ini pertama kali digunakan oleh Yesaya, sederhananya menunjukkan bahwa Imanuel adalah tanda bahwa Tuhan menyertai dan membebaskan orang Yahudi. Namun Matius menekankan lebih mendalam bahwa Imanuel yang disebut adalah sosok anak yang merupakan Tuhan sekaligus manusia. Yesus lebih dari sekadar manusia dan ini adalah keajaiban yang dinanti-nantikan. 

Setelah kelahiran-Nya, anak yang dikandung Maria memang tidak diberi nama Imanuel melainkan Yesus. Dan hal ini menegaskan kepada kita bahwa kata Imanuel sebenarnya menunjukkan sifat dan jabatannya sebagai Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai dan Penasihat Ajaib. 

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9: 6)

Pada akhirnya, semua bangsa akan memanggil dan mengakui Dia sebagai Imanuel, Tuhan beserta kita.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami