#KataAlkitab: Begini Lho Syukuran (Thanksgiving) Di Zaman Tuhan Yesus

#KataAlkitab: Begini Lho Syukuran (Thanksgiving) Di Zaman Tuhan Yesus

Claudia Jessica Official Writer
721

Di bulan November, beberapa negara Eropa, Kanada dan Amerika merayakan hari Thanksgiving. Seperti Amerika yang merayakannya setiap hari Kamis di minggu ke empat bulan November. Menurut sejarah, perayaan ini merupakan bentuk ucapann syukur atas keberhasilan penen dari koloni penjelajah Amerika.

Indonesia juga memiliki tradisi unik dalam hal mengucap syukur, terutama dikalangan masyarakat Jawa dan Sunda, yaitu tradisi syukuran atau slametan. Syukuran dilakukan karena berbagai alasan, seperti kehamilan seperti 7 bulanan, kelahiran anak, khitanan, pernikahan dan bahkan kematian.

Tapi, apakah acara Thanksgiving atau Syukuran ini adalah sesuatu yang Alkitabiah? Mari kita bahas bersama dalam Kata Alkitab.

Rasul Paulus menyatakan dengan tegas kepada jemaat Tesalonika bahwa mengucap syukur adalah kehendak Tuhan yang harus kita lakukan, bukan hanya untuk hal-hal baik yang kita alami atau terima, namun dalam segala hal.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

Kalau kita lihat konsep syukuran atau selamatan, ternyata kearifan lokal masyarakat Indonesia sejalan dengan Kata Alkitab. Karena acara syukuran diadakan baik acara bahagia seperti kehamilan, kelahiran, dan pernikahan, tapi juga saat kedukaan. Jadi, dalam keadaan apapun kita belajar untuk mengucap syukur.


Baca juga: Ini Loh Fakta Kenapa Thanksgiving di Amerika Selalu Jatuh Pada Hari Kamis


Ucapan syukur dalam Thanksgiving atau acara syukuran tentu saja ditujukan kepada Tuhan. Dalam sejarahnya, Thanksgiving sendiri di dahului dengan beberapa hari doa untuk mendoakan hal-hal yang menjadi ucapan syukur mereka. Serupa dengan syukuran atau selamatan, pasti ada acara doa bersamanya.

Sebagai orang Kristen, Kolose 3: 17 mengajarkan kita seperti ini dalam hal mengucap syukur:

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”

Mengapa demikian? Hal ini dijawab dalam Roma 11: 36,

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Itulah alasan dasar kita untuk mengucap syukur dan agar kita bisa mengucap syukur dalam segala keadaan. Karena kita berfokus kepada Yesus, Dia adalah sumber segalanya dan apapun yang terjadi, kita percaya bahwa Tuhan campur tangan dan memegang kendali atas kehidupan kita.

Salah satu alasan penting lainnya dari Thanksgiving atau syukuran adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan komunitas. Acara ini dirancang dari awal sebagai bagian dari kegiatan komunal, atau melibatkan komunitas yang ada disekitar tempat tinggal mereka yang mengadakan syukuran.

Konsep mengucap syukur bersama komunitas ini juga sesuatu yang lazim di jaman Yesus, bahkan Yesus menggunakannya dalam ilustrasi domba yang hilang dan dirham yang hilang, seperti yang tertulis dalam Lukas 15: 4-10.

Diceritakan bahwa pemilik domba yang hilang setelah menemukannya ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya dan berkata, “Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.” Hal serupa juga diucapkan oleh perempuan yang kehilangan dirhamnya.


Baca juga: Gak Cuma di AS, 5 Negara Ini Juga Punya Budaya Thanksgiving. Indonesia Nomor 1!


Yesus juga menceritakan tentang kisah anak yang hilang di Lukas 15: 11-32. Sang Ayah yang mendapatkan kembali putra bungsunya yang terhilang itu sangat bersukacita, dan membuat pesta dengan seisi rumahnya.

Alangkah baiknya jika kebahagiaan itu dibagikan kepada sesama, sehingga orang lain juga bisa merasakan kebaikan Tuhan. Bahkan acara ucapan syukur adalah saat yang tepat untuk menyatakan atau bersaksi bagaimana Tuhan berkarya dalam hidup kita.

Mengucap syukur dan berdoa bersama dalam acara Thanksgiving atau Syukuran juga akan memperkuat hubungan satu sama lain, sebagai sebuah keluarga ataupun dalam komunitas. Kehadiran Tuhan dan kasih-Nya akan membuat sebuah perubahan dalam komunitas, baik itu dalam keluarga maupun masyarakat dimana kita tinggal.

Tidak hanya itu, saat acara makan bersama dimana kita bisa berbincang dengan saudara, sahabat atau tetangga, hal tersebut akan mempererat hubungan satu sama lain.

Dengan hubungan yang terjalin dengan baik, bisa saling menolong satu sama lain, maka kita juga sedang menggenapi firman Tuhan yang berkata bahwa “ada sahabat yang lebih karib dari saudara,” dan “lebih baik tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh” (Amsal 18: 24b; 27: 10b).

Ada saatnya kita akan butuh bantuan dari teman atau tetangga yang ada di sekitar kita. Jadi, mengapa tidak menjadikan acara Syukuran menjadi jembatan untuk membangun hubungan dengan mereka.

Kita pun tidak harus mengadopsi acara Thanksgiving dengan mengadakan makan malam dengan kalkun panggang dan makan gaya eropa. Kita bisa melakukannya dengan budaya kita yang juga memiliki makna luhur dengan melakukan ucapan syukur menggunakan tumpengan. Sederhana namun bermakna bukan?

Nah, menjelang menutup tahun 2020, ini adalah waktu yang tepat untuk kita merenungkan kebaikan Tuhan sepanjang tahun dan berdoa serta melakukan ucapan syukur.\


Baca juga: Akhiri Penghujung Tahun Dengan Thanksgiving, Ini Kata Alkitab Soal Mengucap Syukur


Tentu karena kondisi pandemi, kita tidak bisa berkumpul dengan banyak orang dulu, namun paling tidak kita bisa melakukannya dengan keluarga kita dirumah. Selamat mengucap syukur, dan berlimpah berkat Tuhan.

Jika saat ini, kamu sedang dalam pergumulan berat dan ingin curhat atau butuh dukungan doa mengenai masalahmu, mari hubung konseling center SAHABAT 24 di nomor 0822-1500-2424 atau klik link: http://bit.ly/inginKonseling

Ada konselor-konselor kami yang siap berdoa dan menguatkan JCers semua.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami