#KataAlkitab: Kenapa Sih Orang Kristen Gak Lagi Diwajibkan Sunat?

#KataAlkitab: Kenapa Sih Orang Kristen Gak Lagi Diwajibkan Sunat?

Lori Official Writer
856

Istilah sunat mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Di agama Islam dan Yahudi, sunat menjadi satu kewajiban bagi kaum pria. Walaupun praktik ini kerap disebutkan dalam Perjanjian Baru, tapi orang Kristen sendiri tampaknya tidak mewajibkan praktik ini.

Sejarah Sunat

Menurut pengertiannya, sunat atau dalam bahasa Arab disebut khitan dan bahasa Latin circum (sirkumsisi) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari alat kelamin laki-laki. 

Berdasarkan sejarahnya, praktik sunat sudah ada sejak zaman prasejarah. Awalnya praktik ini diperkirakan sebagai bentuk ritual pengorbanan atau persembahan atau penyerahan kepada pencipta, sebagai tanda kedewasaan seorang pria dan juga pilihan untuk mengubah estetika atau seksualitas. 

 

Baca Juga: #KataAlkitab: Iman atau Nekat? Ini Loh Bedanya…

 

Sunat Dalam Alkitab

Alkitab pertama kali menyebutkan istilah sunat di zaman Abraham, dimana Tuhan memerintahkan Abraham dan anak-anaknya untuk disunat.

Pada zaman itu, sunat merupakan tanda perjanjian antara Allah dan umat-Nya.

Lalu jika sunat sudah menjadi tradisi sejak dulu, kenapa ritual ini seakan tidak wajib bagi umat Kristen saat ini, padahal Yesus sendiri menjalankan sunat?

Sebagai tanda perjanjian antara Allah dan umat-Nya, sunat memang menjadi praktik yang wajib dilakukan umat Yahudi di masa Alkitab Perjanjian Lama. Sebagai keturunan Yahudi, Yesus juga diwajibkan untuk menjalankan ritual sunat. Secara tradisi, sunat bagi orang Yahudi dilakukan di hari kedelapan setelah kelahiran dan Yesus sendiri melakukannya sebagai jalan untuk menggenapi Hukum Taurat.

Itu sebabnya Paulus menyampaikan makna sunat di dalam Kristus.

“…jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.” (Galatia 5: 2-4)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang Kristen tentu diperbolehkan sunat namun hanya untuk alasan kesehatan. Bukan karena alasan agama atau keyakinan.

Dari konteks Perjanjian Baru, ritual sunat tidak hanya dilakukan secara fisik tetapi juga secara batiniah. Seperti sunat hati yang artinya ada pembaharuan yang dimulai dari dalam hati. Dengan menyunatkan hati, maka seseorang akan mengalami buah pertobatan yang sejati di dalam Kristus. Seperti berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk (merokok, nonton film porno, berhenti berbohong, tidak egois dan sebagainya). Sunat hati memampukan seseorang memiliki hati yang diubahkan dan menghasilkan pertobatan.

Begitu juga dengan sunat telinga. Bahkan Tuhan mau kita menyunat telinga dari berbagai hal-hal yang tidak baik dan yang mencemari telinga kita. Sehingga telinga kita sepenuhnya fokus untuk mendengar hal-hal baik yang dari Tuhan saja.

 

Apakah kamu rindu untuk diubahkan oleh Tuhan hari ini? Mari temukan bantuan dari Sahabat24 kami dengan menghubungi tim doa kami di http://bit.ly/InginDidoakan. Atau layanan konseling kami di http://bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami