Blesly Yosua, Dikurung Teman di Kamar Mandi Karena Percaya Yesus

Blesly Yosua, Dikurung Teman di Kamar Mandi Karena Percaya Yesus

Lori Official Writer
154

Jadi siswa Kristen satu-satunya di sekolah membuat Blesly Yosua harus kerap mengalami perlakuan yang kurang baik dari teman-temannya.

Suatu kali, karena sudah mulai jengkel dengan tindakan kasar teman-temannya Blesly pun memilih untuk diam daripada membalasnya. 

Sayangnya, sikap diam Blesly justru membuat teman-temannya malah kesal. Hingga suatu kali waktu dia sedang di dalam kamar mandi, dia justru dikurung oleh teman-temannya dari luar.

“Aku udah tahu teman aku ngikuti ke kamar mandi. Nah, waktu aku di dalam toilet aku tahu-tahu dikunciin,” kata Blesly.

Bully-an yang hampir setiap hari diterimanya dari teman-teman membuat Blesly mulai berpikir kenapa dirinya harus mengalami perlakuan tersebut. Dia pun kerap menceritakan perlakuan yang dia terima setiap hari kepada sang ayah.

“Seringkali Blesly mengatakan ‘Kok aku suka dihina karena Kristen?’ Bahwa anak saya nanti akan diejek, saya sudah tahu itu ya. Saya hanya menjaga jangan sampai anak saya itu berkecil hati. Makanya saya pesan dari rumah tidak usah tertekan, gak usah terlalu diambil hati. Biar saja.” ungkap Budi Muryadi, ayah Blesly.

Blesly pun dimampukan untuk menghadapi teman-temannya dengan penuh kesabaran. Dia belajar betul dari kisah Yusuf di Alkitab. 

“Aku ingat cerita Yusuf. Dia itu udah benar-benar dibuang ke sumur terus dijual ke Mesir tapi dia tetap memaafkan. Jadi aku maafin. Aku cuma ingatkan jangan dilakukan lagi,” ucapnya.

Dari kisah-kisah Alkitab yang dia pelajari di sekolah minggu, Blesly bertumbuh semakin dewasa secara iman. Walaupun masih suka di-bully dia memilih untuk bersabar, mengampuni dan mendoakan teman-temannya.

“Kalau aku masih dibully di sekolah, di kelas, yang penting itu aku harus sabar. Terus memaafkan dan aku juga berdoa supaya mereka benar-benar tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Apalagi ke teman-teman yang lainnya,” terangnya.

Respon hati Blesly yang sudah dibentuk lewat pelajaran Alkitab membuat sang ayah percaya bahwa putranya itu pasti kuat menghadapi tantangan yang lebih besar di luar sana.

Dan itulah yang menjadi tugas setiap orangtua Kristen. Bahwa anak-anak kita akan berhadapan dengan banyak tantangan di luar sana. Untuk itulah, orangtua perlu membangun iman mereka dengan kuat di dalam Tuhan.

 


Anda butuh didoakan langsung? Klik link di bawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http://bit.ly/InginDidoakan.

 Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http://bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami