Liburan Akhir Tahun Terancam Diperpendek Hingga Ditiadakan, Kok Bisa?

Liburan Akhir Tahun Terancam Diperpendek Hingga Ditiadakan, Kok Bisa?

Claudia Jessica Official Writer
214

Pemerintah telah mewaspadai libur panjang pada akhir tahun baru 2020. Apabila kasus covid-19 meningkat, ada opsi libur panjang akan diperpendek bahkan ditiadakan.

Hal ini disampaikan melalui siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Minggu (15/11/2020) oleh Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

"Nah oleh karenanya Satgas sendiri masih mengikuti perkembangan sampai dengan satu minggu yang akan datang, apakah dampak dari libur panjang ini signifikan terjadinya kasus, atau karena memang sudah semakin baik masyarakat menerapkan liburan kemarin, liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan," kata Doni.

Jadi, libur akhir tahun 2020 tidak akan berubah apabila tidak ada peningkatan covid-19. Tetapi jika sebaliknya, Satgas bisa langsung mengusulkan untuk memperpendek durasi liburan akhir tahun 2020 ke pemerintah.


Baca juga: Natal Datang Lebih Awal, Pembangkit Semangat Di Tengah Pandemi


"Nah kalau ini bisa diketahui bahwa kasusnya tidak mengalami peningkatan dan juga kita masih bisa mengendalikannya dengan baik, ya insyaallah pada akhir tahun yang akan datang kita tetap memberikan masukan kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan libur panjang," jelas Doni.

"Tetapi, apabila kasusnya meningkat seperti pada periode Agustus dan September yang lalu, maka tentu rekomendasinya adalah libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali," tambahnya.

Sampai pada Selasa (17/11), total kasus positif covid-19 di Indondonesia mencapai 120.671 kasus, dengan 111.096 (92,1%) orang sembuh dan 2.459 (2%) dinyatakn meninggal.

Sementara itu, pemerintah masih mempersiapkan aturan tentang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi covid-19.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami