Di KTT ASEAN-PBB, Presiden Jokowi Nyatakan Kebebasan Berekspresi Tidak Absolut

Di KTT ASEAN-PBB, Presiden Jokowi Nyatakan Kebebasan Berekspresi Tidak Absolut

Puji Astuti Official Writer
200

Dalam KTT ASEAN-PBB ke 11, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pentingnya menjaga kemajemukan dan toleransi. Ia menyatakan masih terjadinya intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama di tengah masa pandemi saat ini, menurutnya jika hal tersebut dibiarkan maka akan merusak harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstrimisme. KTT ASEAN-PBB ke 11 diadakan secara virtual dan Presiden Jokowi menghadirinya dari Istana Bogor. 

"Saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan, dan kerjasama untuk mengatasi COVID-19, dan tantangan global lainnya," demikian pernyataan Presiden Jokowi yang dikutip oleh Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi dalam keterangan Pers yang dilakukan melalui live Streaming di Akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/11/2020).

"Sebagai negara demokrasi terbesar ke 3 di dunia, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang dan sensitivitas agama harus selalu dihormati. Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama," demikian tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengajak Sekjen PBB untuk memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun. Ia menutup dengan menyatakan bahwa keberagaman, toleransi dan solidaritas adalah pondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman dan stabil. Ajakan dan pernyataan Presiden Jokowi ini mendapatkan respon yang positif dari Sekjen PBB. 

 

Sumber : Sekretarian Negara

Ikuti Kami