#FaktaAlkitab - Ruben, Kehilangan Hak Kesulungan Karena Meniduri Gundik Ayahnya

#FaktaAlkitab - Ruben, Kehilangan Hak Kesulungan Karena Meniduri Gundik Ayahnya

Claudia Jessica Official Writer
219

Kali ini kita akan bahas Fakta Alkitab salah satu dari #SERI12SUKUISRAEL. Suku atau Bani Israel tidak bisa dipisahkan dari sosok Yakub. Yakub adalah bapa leluhur Bangsa Israel, ia adalah anak Ishak dan cucu Abraham. Tuhan kemudian mengganti nama Yakub yang artinya “penipu”, menjadi Israel yang artinya “bergulat dengan Allah”. Hal ini terjadi setelah Yakub bergulat dengan Allah (Kej. 35:10).

Yakub memiliki 12 anak laki-laki dari dua istri, yakni Lea dan Rahel. Serta dari dua gundik yakni Bilha dan Zilfa. Selain itu Yakub juga mempunyai 1 anak perempuan dari Lea. Kedua belas anak laki-laki Yakub inilah yang menjadi nenek moyang dari kedua belas suku Israel.

Keturunan merekalah yang disebut sebagai bangsa Israel umat pilihan Tuhan berdasarkan perjanjianNya kepada Abraham Ishak dan Yakub.

Kali ini Fakta Alkitab akan membahas mengenai Ruben, anak tertua Yakub.

Latar Belakang

Ruben adalah putra sulung Yakub dan istrinya yang bernama Lea (Kej 29:32). Namanya pertama kali disebut dalam Kejadian 29:32. Sebagaimana yang dicatat dalam Kitab Kejadian Perjanjian Lama Alkitab Kristen, maka ia adalah leluhur dari suku Ruben. Nama Ruben berarti "lihatlah, seorang anak laki-laki", yang diberikan langsung oleh Lea, Ibunya.

Nama ini dihubungkan dengan ungkapan yang berasal dari dua kata bahasa Ibrani, ra’ah be’ani: “Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku”. Sebagai akibat Lea kurang dicintai Yakub.

Dibandingkan 3 kelahiran anak Lea selanjutnya dari Yakub (Simeon, Lewi dan Yehuda), penamaan Ruben memiliki keistimewaan, yaitu nama Ruben disebut terlebih dahulu sebelum Lea menjelaskan arti namanya. Sedangkan penamaan Simeon, Lewi dan Yehuda, justru sebaliknya.

Mencegah Saudaranya Membunuh Yusuf

Sebuah sikap peduli ditunjukkan Ruben untuk melindungi adiknya. Kejadian pasal 37 menceritakan peristiwa dimana Yusuf menyusul saudara-saudaranya ke Dotan atas perintah Yakub, ayahnya.

Ketika saudara-saudaranya melihat Yusuf, mereka langsung merencanakan untuk membunuhnya. Namun Ruben berusaha untuk menyelamatkannya dengan meyakinkan saudara-saudaranya untuk memasukkan Yusuf ke dalam sebuah sumur, dengan rencana akan mengeluarkannya lagi kemudian (Kej. 37:22).

Akan tetapi Yehuda berhasil meyakinkan yang lain bahwa Yusuf lebih baik dikeluarkan dari sumur itu dan dijual kepada kafilah yang sedang menuju ke Mesir. Maka terjadilah peristiwa dimana Yusuf dibawa ke Mesir sebagai budak. Ayat 29 mengisahkan bahwa Ruben sangat menyesal ketika melihat adiknya, Yusuf sudah tidak ada lagi dalam sumur dan telah dibawa ke Mesir sebagai budak.

Sementara dalam kisah ketika Yusuf menjadi Perdana Menteri di Mesir, Simeon ditahan sebagai jaminan agar mereka kembali ke hadapan Yusuf dengan membawa Benyamin. Namun Yakub keberatan, untuk menyerahkan Benyamin, karena dia merasa telah kehilangan Yusuf. 

Namun kembali Ruben menunjukkan kepeduliannya dengan menawarkan dua anaknya sendiri menggantikan Benyamin. Bahkan jika tidak berhasil kedua anaknya tersebut boleh dibunuh.


Baca juga: #FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah


Kehilangan Hak Kesulungan

Anak sulung Yahudi memiliki hak kesulungan untuk menerima haknya dua kali lipat (Ulangan 21:15-17), berhak naik tahta (2 Taw 21:3), dan menerima warisan (Ul. 21:17).

Hak kesulungan seharusnya dijaga sebagai kebanggaan.

Ruben bukan hanya berhak mendapatkan hak kesulungan, ia juga merupakan kebanggaan orangtuanya. Ruben berhak memperoleh kedudukan tertinggi dalam kepemimpinan, hormat, dan kuasa.

Akan tetapi, kedudukannya sebagai pemimpin diambil alih karena perbuatannya yang bejat dengan meniduri gundik ayahnya (Kej 35:22; Ul. 27:20).

Gundik dalam pengertian orang Yahudi adalah istri kedua, tidak dikawinkan dengan cara sah, tetapi hanya dipertunangkan, berhak diusir atas kehendak sang suami, Kej 21:14.

Karena kebejatan ini, hak kesulungan Ruben diambil darinya dan diberikan kepada Yusuf (Kej 49:3-4; 1Taw 5:1).

Bahkan dalam Kejadian 48, tersirat Yusuf telah diangkat menjadi "putera Sulung Israel." Hal ini dapat dilihat dimana Yusuf memperoleh 2 bagian warisan bagi keturunannya yang dapat dilihat dengan peristiwa pengangkatan Efraim dan Manasye sebagai putra Israel yang sejajar dengan putera-putera Israel lainnya.

Selain itu kehormatan anak sulung sebagai imam dialihkan kepada anak-anak Lewi. Haknya untuk menjadi pemimpin suku-suku Israel, yaitu haknya sebagai raja, juga diserahkan kepada Yehuda yang digenapi dalam sosok Daud dan Salomo dari suku Yehuda, dan seterusnya yang pada akhirnya akan menurun kepada Yesus, Sang Mesias.

Daerah pusaka milik Suku Ruben di Tanah Kanaan

Dalam Bilangan 32:1-14 mengisahkan bagaimana bani Ruben dan bani Gad mendatangi Musa untuk meminta bagian pusaka mereka. Lalu atas seijin Tuhan, bani Ruben dan bani Gad menetap di tanah bagian sebelah timur Yordan (Bil. 32:1-42; 34:14).

Setelah kematian Raja Salomo, 10 suku utara membentuk Kerajaan Israel di bawah kepemimpinan Raja Yeroboam I yang seiring berjalannya waktu jatuh ke tangan Asyur. Belakangan suku-suku utara ini kehilangan identitas mereka melalui asimilasi dengan bangsa lain, dan dengan demikian suku Ruben dikenal dalam legenda sebagai salah satu dari Sepuluh Suku Israel yang Hilang.

Itulah fakta Alkitab mengenai Ruben, anak tertua Yakub, salah satu dari Sepuluh Suku Israel yang Hilang.

Apakah JCers merasa diberkati? Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar ya!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami