#KataAlkitab - Pasangan Berzinah, Boleh Bercerai? Surat Cerai Pertama Bangsa Israel

#KataAlkitab - Pasangan Berzinah, Boleh Bercerai? Surat Cerai Pertama Bangsa Israel

Claudia Jessica Official Writer
302

Di masa pandemi seperti ini, terdapat sebuah fakta yang menyedihkan. Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai dunia, yaitu meningkatnya jumlah peceraian.

Karantina di rumah, kesulitan ekonomi dan juga pertengkaran yang terus menerus terjadi hanyalah beberapa alasan yang menjadi dasar bagi mereka saat melakukan gugatan cerai.

Bagaimana kita, sebagai orang Kristen menyikapi situasi sulit ini, dan apa kata alkitab tentang perceraian?

Tuhan merancang pernikahan untuk menghadirkan kebahagiaan, dimana seorang pria dan seorang wanita dipersatukan membentuk sebuah keluarga baru, dan pada akhirnya keluarga tersebut menjadi sebuah model atau gambaran dari hubungan Tuhan dan manusia, atau Tuhan dengan gereja.

Kejadian 2:24 menyatakan, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Karenanya pernikahan adalah sebuah perjanjian antara tiga pihak, yaitu Tuhan, suami dan isteri. Ketika sepasang pria dan wanita menikah, mereka membuat sebuah perjanjian yang kudus dengan Tuhan.

Perjanjian ini adalah sesuatu yang sakral dan kekal, itu sebabnya Yesus berkata:

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6)

Perjanjian dengan Allah ini tidak bisa dibatalkan oleh manusia, jadi sekalipun secara hukum negara seseorang telah bercerai, namun ikatan yang telah ia buat di hadapan Tuhan itu tidak bisa dibatalkan.

Itu sebabnya Paulus menuliskan dalam Roma 7: 2-3, “Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.”

Tentunya hukum Tuhan ini tidak berat sebelah dan hanya berlaku untuk para isteri ya, tetapi berlaku juga untuk pria atau para suami, sebab Yesus berkata, “Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9)

Dari ayat tersebut mungkin JCers melihat celah, dan langsung bertanya, “Yesus bilang, ‘kecuali karena zinah.’ Berarti, kalau pasangan tidak setia dan melakukan perzinahan, boleh dong cerai?”

Jangan buru-buru membuat kesimpulan ya.

Saat itu, Yesus sedang berbicara dengan orang Farisi dan mereka bertanya untuk mencobainya.

Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”

Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.” (Matius 19:7-8)

Jadi perceraian diperbolehkan oleh Musa itu karena kegigihan, dan keras kepala bangsa Israel, namun Tuhan Yesus menekankan bahwa sejak semula rancangan Tuhan tidaklah demikian.


Baca juga: #FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah


Tuhan merancang sebuah pernikahan agar menjadi sebuah keluarga yang harmonis dan memiliki hubungan yang manis, baik antara suami dan isteri, orangtua dan anak.

Agar hal itu bisa terjadi, maka pernikahan harus dijalani dengan melibatkan Tuhan. Sebab dari awal pernikahan, Tuhan sudah hadir dalam perjanjian antara sang suami dan isteri.

Tapi jika sesuatu terjadi, baik itu perselisihan, kekerasan dalam rumah tangga, diterpa masalah kehidupan dan kondisi terburuk adalah salah satu pihak berkhianat, maka segeralah mencari bantuan.

Hubungilah pembimbing rohani, atau gembalamu. Jalanilah konseling, karena Tuhan ingin memulihkan pernikahanmu. Tuhan tidak menginginkan pernikahanmu hancur.

Namun jika JCers sudah terlanjur bercerai, ingatlah ini, bahwa Tuhan tetap mengasihi kamu. Dia membenci tindakan perceraian, namun Dia tidak membenci pribadi kamu. Tuhan tetap ingin kamu mengalami pemulihan dari luka-luka batin yang kamu alami akibat perceraian yang telah terjadi.

Jangan menjauh dari Tuhan dan komunitas orang percaya setelah kamu bercerai. Sebaliknya semakin dekatkan dirimu kepada Tuhan, sehingga kamu dipulihkan dan kemudian layanilah Tuhan.

Jangan juga batasi Tuhan, Dia bisa berkarya dengan cara yang tidak terselami, sehingga bisa memulihkan pernikahanmu yang telah hancur.

Di satu sisi, orang Kristen juga jangan menjadi hakim bagi mereka yang keluarganya terguncang dan mengalami perceraian.

Mereka sudah cukup terluka dan hancur, rangkullah mereka dan berikan dukungan sehingga mereka bisa bangkit dan bahkan mengalami pemulihan

Jika JCers sedang mengalami masalah persis seperti yang dibahas oleh KATA ALKITAB kali ini, ada kabar baik untuk JCers semua: JCers tidak harus menghadapi masalah ini sendirian. Ada SAHABAT24 yang siap mendengar curhat JCers dan mendukung JCers dalam doa hingga pertolongan Tuhan nyata dalam hidup keluarga JCers.

Siapapun yang memasuki pernikahan pasti berharap bahwa bahtera pernikahannya akan langgeng hingga maut memisahkan. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil, sebab jika Tuhan hadir dalam keseharian keluargamu, pasti rancangan Tuhan yang indah akan digenapi dalam hidupmu dan keluarga.

Mari selalu undang Tuhan untuk memimpin kehidupan keluarga kita.

Pastor Andy Otniel juga akan berdoa untuk JCers semua, saksikan di:

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami