Pendeta Selingkuh, Pantaskah Istri Berikan Maaf?

Pendeta Selingkuh, Pantaskah Istri Berikan Maaf?

Lori Official Writer
381

Kasus perselingkuhan pendeta muda Hillsong  New York City Carl Lentz membuat para pemimpin gereja dan jemaat gerejanya terpukul. 

Perselingkuhan ini terbongkar setelah sang istri, Laura Lentz menemukan riwayat pesan sang suami dengan seorang wanita dari iPhone yang terhubung dengan komputer kerjanya di gereja Hillsong. 

Pendeta yang dikenal setelah membaptis penyanyi muda Justin Bieber itupun akhirnya mengaku perbuatannya. Hingga harus menerima risiko dipecat dari kepemimpinan Gereja Hillsong.

Sebagaimana diungkapkan oleh wanita yang mengaku sebagai selingkuhannya, Ranin, hubungan mereka terjalin selama lebih dari 5 bulan, yang dimulai sejak bulan Mei silam dan akhirnya putus pada minggu lalu.

Sementara Laura dan Carl Lentz sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih 17 tahun. Mereka juga sudah dikarunia tiga anak yang sudah mulai beranjak dewasa. Banyak orang tak menyangka Lentz tega mengkhianati Laura karena selama ini pasangan tersebut justru tampak begitu romantis. Apalagi sebagai pemimpin gereja, keduanya dikenal banyak memberikan pelayanan kepada para pasangan menikah. 

Dalam pernyataannya, Ranin menyampaikan bahwa Lentz sendiri merasa bersalah. Karena selama ini dia tidak pernah melakukan tindakan yang salah di luar pernikahannya. Perancang busana berusia 34 tahun itu menilai kondisi pandemi juga turut menjadi alasan terjadi perselingkuhan tersebut. Dimana para pendeta banyak yang tidak melakukan apa-apa seperti sebelumnya. Dan mulai merasa bosan. Di tambah dengan kondisi Lentz yang menurutnya sedang mengalami krisis paruh baya setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan hubungan yang stagnan.

Terkuaknya perselingkuhan ini memaksa Lentz harus mengakuinya di depan publik. Dia juga menerima keputusan untuk mundur dari Gereja Hillsong dan akan fokus untuk menjalani proses pemulihan hubungan dengan sang istri. 

Belum diketahui pasti bagaimana Laura meresponi perselingkuhan suaminya tersebut. Namun sesuai dengan pernyataan Lentz, dia akan fokus membangun kembali kepercayaan dari istrinya dan ketiga anaknya setelah perselingkuhan itu.

Tapi sebagai seorang istri, apakah pantas memaafkan suami yang sudah berselingkuh?

Banyak kasus perselingkuhan suami yang membuat istri harus mengambil keputusan atas pernikahannya. Ada yang memilih mengampuni. Ada juga yang memilih bercerai. Dua pilihan ini tentu saja sama-sama berat untuk diambil, mengingat sakitnya menerima kenyataan bahwa pasangan yang selama ini sudah sangat dipercayai justru selingkuh.

Tapi bagi orang percaya, satu-satunya pilihan paling tepat dalam menghadapi perselingkuhan adalah dengan kembali kepada Alkitab. Di Matius 19: 6 dituliskan bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh dipisahkan manusia.

Tentu saja ini bukan ayat yang seolah-olah membenarkan perselingkuhan orang percaya. Sehingga bagaimanapun seorang istri yang diselingkuhi harus memberikan pengampunan kepada pasangannya walau sesakit apapun itu. Sama sekali tidak! Ayat ini harusnya menjadi pedoman yang harus dipegang bahkan sejak hari pertama dalam pernikahan.

Lalu bagaimana mungkin seorang istri bisa memaafkan suami yang berselingkuh? Alkitab mengingatkan kita bahwa Yesus sendiri menderita karena dikhianati. Dia harus menahan sakit sampai akhir hidup-Nya. Justru lewat pengkhianatan tersebut, Yesus menawarkan pemulihan yang sejati. 

Ada banyak kesaksian dari narasumber di Solusi TV yang cukup membuat kita takjub. Beberapa diantaranya adalah wanita yang terang-terangan diselingkuhi oleh suami selama belasan tahun. Salah satunya adalah Reslie Lauw yang rela mengampuni suaminya Tino Widjaja setelah memilih hidup bersama selingkuhannya. 

 

Baca Juga: Reslie Lauw: Aku Pilih Ampuni Suami yang Tega Selingkuhiku

 

Begitu juga dengan Tarina yang memutuskan untuk mengampuni suaminya Ray yang ketahuan sudah memiliki anak secara diam-diam dari wanita lain. 

 

Baca Juga: Kisah Tarina, Rela Ampuni Suami Walau Sudah Punya Anak Hasil Selingkuhan

 

Jika kamu membaca kedua kisah kesaksian ini, kamu pasti setuju bahwa mengampuni pasangan selingkuh itu sama sekali tidak mudah. Satu-satunya hal yang membuat setiap korban perselingkuhan mampu mengampuni adalah Tuhan. Kebenaran firman Tuhan harus menjadi landasan utama bagi kita untuk bisa menyelamatkan pernikahan dari kehancuran.

Beberapa langkah penting yang disarankan diantaranya:

1. Bicarakan secara terbuka.

Tahan sejenak amarah dan ambil waktu tenang untuk berbicara secara terbuka dengan pasangan. Mintalah supaya Tuhan bekerja melalui percakapan itu. 

Jika pasangan membantah perselingkuhannya dan menyerang balik karena tidak mau disudutkan, tetaplah tenang dan berikan dia kesempatan untuk membicarakannya saat keadaannya tenang. Tapi jika pasangan ternyata mengakui kesalahannya dengan penuh rasa bersalah, maka akan lebih mudah untuk mengambil langkah penyelesaian yang baik. Itulah waktunya untuk mengingatkan dia untuk mengakui kesalahan itu kepada Tuhan dan bertobat.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1: 9)

2. Berikan waktu untuk pasangan berubah.

Mengampuni bukanlah proses yang terjadi dalam satu hari. Mengampuni bisa memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. 

Saat pasangan menyesali kesalahannya dan begitu kecewa dengan dirinya sendiri, saat itu pula seorang istri akan lebih mudah membiarkannya untuk mencari pemulihan pribadi bersama Tuhan. Jadi berikan waktu bagi kalian berdua untuk dipulihkan oleh Tuhan. 

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3: 13)

3. Bangun kepercayaan lewat tindakan.

Selama pasangan tidak benar-benar bertobat dan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam hubungan, bisa jadi tindakan perselingkuhan akan terulang kembali di kemudian hari. Karena itulah saat istri mau memberikan kesempatan kedua kepada pasangan pasca berselingkuh, pastikan dia sudah berubah total terlihat dari bagaimana hubungan pernikahan tumbuh semakin kuat dan erat. 

“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:22)

Perselingkuhan adalah persoalan serius yang banyak dihadapi oleh pasangan menikah, tak terkecuali oleh para pemimpin gereja, pendeta dan hamba Tuhan. Karena itu, untuk tidak terjebak dalam kesalahan ini mari teruslah bertekun dalam persekutuan dengan Tuhan dan mintalah supaya Dia mematikan keinginan daging kita setiap hari.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami