Jadi Presiden Terpilih, Ini Pekerjaan Pertama yang Akan Dibenahi Joe Biden

Jadi Presiden Terpilih, Ini Pekerjaan Pertama yang Akan Dibenahi Joe Biden

Lori Official Writer
338

Sebelum resmi menduduki Gedung Putih pada 20 Januari 2021 mendatang, Presiden terpilih Joe Biden sudah mengumumkan pekerjaan rumah pertama yang akan dibenahinya. 

Melalui akun Twitter Biden-Harris Presidential Transition yang baru diluncurkan, Biden mengumumkan jika 73 hari ke depan dirinya akan membenahi administrasi negara yang mengutamakan kesehatan, keselamatan dan kehidupan komunitas.

“Pekerjaan yang akan datang dalam 73 hari ke depan akan menjadi dasar untuk administrasi yang mengutamakan kesehatan, dan karakter konunitas kita,” ungkapnya.

Biden juga menyampaikan bahwa penanggulangan pandemi virus corona akan menjadi prioritas utamanya. Rencana ini akan dimulai dengan aturan wajib pakai masker bagi seluruh warga Amerika.

Jika Trump berulang kali menyepelekan dan menolak langkah penanganan virus dengan tidak memakai masker dan menjaga jarak sosial. Maka Biden akan memastikan semua orang mendapatkan akses pengujian regular dan gratis virus corona. Panduan berbasis bukti yang jelas dan konsisten juga akan diberikan kepada semua lapisan masyarakat.

Selanjutnya, dia juga akan fokus membenahi perekonomian negara, mengatasi kasus rasisme dan juga perubahan iklim. Biden menyampaikan jika dirinya akan kembali menghidupkan perekonomian AS yang terdampak pandemi virus dengan meningkatkan manufaktur, berinvestasi dalam infrastruktur, menyediakan perawatan anak yang lebih terjangkau dan mengurangi kesenjangan sosial.

Kasus rasisme yang menerpa Amerika belakangan ini juga menjadi salah satu pekerjaan yang akan diselesaikannya. Dia berjanji akan memberikan tempat tinggal yang lebih baik bagi komunitas kulit hitam dan kaum minoritas lainnya, menerapkan perlakuan yang adil dalam hal upah pekerja. Dia juga akan memperlakukan aturan ketat terkait penggunaa chokeholds oleh pihak kepolisian, yang menyebabkan banyak kematian, menghentikan transfer ‘senjata api’ kepada anggota kepolisian.

“Sistem peradilan pidana kita tidak akan berhasil kecuali kita memberantas perbedaan ras, jenis kelamin dan sistem pendapatan,” ungkapnya.

Langkah yang tak kalah penting untuk dikerjkan Biden di bawah kepemimpinannya adalah dengan kembali memperbaharui beberapa perjanjian dan kebijakan, seperti memperbaharui perjanjian iklim Paris yang secara resmi diputus oleh AS pekan lalu. Biden juga rencananya kembali membangun hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengakhiri larangan bepergian bagi warga negara dari tujuh negara Muslim serta memulihkan kembali kebijakan era Obama terkait pemberian status imigrasi kepada para migran ilegal yang memasuki wilayah AS sejak anak-anak.

Lewat pidato pertamanya sebagai presiden pada Sabtu (7/11), Biden mengatakan bahwa kemenangannya adalah kesempatan untuk memulihkan kembali Amerika dan berjanji akan ‘menyatukan kembali’ semua orang. 

 

Baca Juga: Trump Gugat Hasil Pilpres, Ini Respon Beberapa Pendeta Amerika Tentang Pemilu 2020

 

Mendapat Banyak Ucapan Selamat Dari Pemimpin Dunia

Terpilihnya Joe Biden akhirnya disambut bahagia oleh banyak pemimpin dunia. Banyak yang berharap Biden bisa meningkatkan kerja sama Amerika dengan negara-negara lain ke depan. 

Perdana Menteri India Narendra Modi, misalnya, secara pribadi menyampaikan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris. Dia berharap bisa bekerja sama dengan Biden terkait hubungan kedua negara ke depannya.

“Selamat, Joe Biden atas kemenangan spektakuler Anda! Sebagai VP, kontribusi Anda untuk memperkuat hubungan Indo-AS sangat penting dan tidak ternilai. Saya berharap dapat bekerja sama sekali lagi untuk membawa hubungan India-AS ke tingkat yang lebih tinggi,” tulis Modi lewat Twitter.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron juga menyampaikan ucapan selamat kepada Biden dan Harris. “Amerika telah memilih presiden mereka. Selamat Joe Biden dan Kamala Harris! Banyak yang harus kita lakukan untuk mengatasi tantangan hari ini. Mari bekerja bersama!” tulis Macron.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang dikenal sebagai pendukung Presiden Donald Trump, juga turut menyampaikan ucapan selamat. Dia berharap bisa menjalin kerja sama yang erat untuk memenuhi prioritas bersama mulai dari penanganan perubahan iklim hingga perdagangan dan keamanan.

Ucapan selamat juga datang dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Dia juga berharap kerja sama Kanada dan Amerika bisa terbangun dengan baik.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel juga tengah menantikan kerja sama yang semakin baik di masa depan dengan Biden.

Seperti diketahui, sehari setelah merayakan kemenangannya Biden meluangkan waktu untuk menghadiri ibadah gereja sebelum mengunjungi makam keluarganya, termasuk istri pertama dan putranya Beau Biden pada Minggu, 8 November 2020. Sementara Presiden Trump memilih bermain golf di Virginia. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami