#FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah

#FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah

Claudia Jessica Official Writer
272

Siapa yang tak kenal dengan sosok Yakub, bapak dari 12 suku Israel? Dia lahir sebagai anak kembar, dan menjadi anak kesayangan ibunya, Ribka. Tapi Yakub menjadi tokoh yang kontroversial karena bersama ibunya melakukan konspirasi menipu ayahnya sendiri dan menjegal kakak sulungnya Esau untuk mewarisi janji Allah.

Arti Nama Yakub

Ketika Yakub lahir, ia memegang tumit kakaknya Esau. Alasan inilah yang membuatnya dinamai Yakub atau dalam bahasa Ibrani adalah Ya’akov (יַעֲקֹב‎‎), turunan dari kata aqeb (עָקֵב‎) yang berarti tumit, namun bisa diartikan juga “mengikuti dari belakang, menggantikan, mengelak, menyerang dan meraih melampaui batas.”

Arti kata Yakub itu pada akhirnya tergenapi, ketika ia dengan cara menipu menggantikan posisi kakaknya untuk mendapatkan berkat dari Ishak. Walau dilakukan dengan cara yang salah, apa yang dilakukan Yakub ini menggenapi Firman Tuhan yang disampaikan kepada Ribka:

Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." (Kejadian 25:23)

Yakub memang mengincar hak kesulungan Esau

Sepertinya Yakub sudah lama mengincar hak kesulungan Esau, hal itu dibuktikan ketika kesempatan muncul ia bisa membuat penawaran yang tak bisa ditolak oleh Esau. Dituliskan dalam Kejadian 25:29-34, Esau yang seorang pemburu pulang dalam keadaan lapar dan mendapati Yakub sedang memasak kacang merah. Kakaknya itu meminta sedikit masakan itu untuk mengobati rasa laparnya, dan Yakub tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (Ayat 31)

Dilain pihak Esau tidak berpikir panjang dan tidak menghargai hak kesulungannya, dan menjualnya kepada Yakub hanya dengan semangkuk makanan. Bahkan para teolog menafsirkan ayat 34 yang menuliskan bahwa Esau memandang ringan hak kesulungannya, bahwa ia sebenarnya membenci hak kesulungannya itu dan pribadi yang tak bisa mengendalikan hawa nafsunya, karena dikendalikan oleh kebutuhan perutnya.

Beberapa tahun kemudian ketika Ishak telah tua dan mulai rabun, istrinya Ribka mendengar bahwa ia akan memberkati Esau. Maka Yakub dipanggil oleh ibunya dan mereka membuat sebuah konspirasi untuk menipu Ishak. Dengan memakai pakaian Esau dan bulu domba pada leher tangannya, Yakub berhasil mengelabuhi sang Ayah dan mendapatkan berkat yang harusnya diterima sang kakak.

Esau berniat membunuh Yakub setelah Ishak mati karena peristiwa penipuan itu, namun Ribka mendengarnya dan menyuruh Yakub pergi ke tempat pamannya, Laban untuk menghindari hal itu terjadi. Selain itu RIbka dan Ishak juga kesal dengan Esau yang mengambil istri dari orang Het (kejadian 26:34-35), sehingga mereka meminta Yakub untuk mengambil istri dari anak-anak Laban (Kejadian 28:1-2).

Kisah Cinta segitiga dan Lahirnya 12 Anak Yakub

Periode kehidupan Yakub selanjutnya dipenuhi dengan drama cinta, babak pertama adalah kisah bagaimana ia ditipu pamannya sendiri. Yakub menyanggupi bekerja tujuh tahun demi bisa memperistri anak pamannya yang bernama Rahel, namun di malam pengantin malah yang diberikan adalah Lea, kakak Rahel.


Baca juga: #FaktaAlkitab Terungkap, Inilah Asal-usul Suku-suku Asli Bangsa Kanaan


Yakub melakukan konfrontasi kepada Laban, pamannya. Akhirnya sang paman berkata, “Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi." (Kejadian 29:27).

Setelah tujuh hari pernikahannya dengan Lea, Yakub mendapatkan istri yang ia inginkan, yaitu Rahel. Namun ia harus bekerja tujuh tahun lagi.

Babak kedua kehidupan Yakub dipenuhi dengan perebutan perhatian dan cinta dari dua saudara perempuan ini.

Dituliskan bahwa Yakub mencintai Rahel, dan karenanya Lea berusaha keras mendapatkan cinta suaminya.

Dari Lea kemudian lahir anak pertama Yakub, yaitu Ruben. Ketika ia memberi nama anak itu, Lea menyampaikan harapannya “sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku." Namun hal itu sepertinya tidak terwujud.

Ketika Simeon dan Lewi lahir, Lea masih mengharapkan suaminya untuk mencintainya, namun tetap saja ia tak mendapatkannya dan lahirlah Yehuda, dimana akhirnya Lea bisa mengucap syukur atas yang ia terima.

Rahel yang mendapatkan cinta suaminya, namun tak mendapatkan keturunan merasa iri dengan kakaknya dan sempat mengancam Yakub, "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."

Yakub marah saat itu, dan menyatakan bahwa dia bukanlah Allah yang menutup kandungannya. Rahel akhirnya memberikan budaknya Bilha menjadi istri Yakub, sehingga baginya lahir Dan, serta Naftali.

Lea pun tidak berdiam diri, melihat dirinya tidak bisa lagi melahirkan anak maka ia menyodorkan budaknya, Zilpa untuk melahirkan anak bagi Yakub. Maka dari Zilpa lahirlah Gad dan Asyer.

Yang menarik adalah episode buah dudaim yang dipetik oleh Ruben untuk Lea, namun akhirnya di jual kepada Rahel dengan imbalan jatah waktu Rahel bersama Yakub diberikan kepada Lea. Dari episode ini lahirlah Isakhar, dan setelah itu ia masih punya dua anak lagi yaitu Zebulan dan anak perempuan bernama Dina.


Baca juga: #FaktaAlkitab - Ishak, Nenek Moyang Bangsa Israel yang Dikorbankan Oleh Bapaknya, Abraham


Rahel akhirnya mendapatkan belas kasihan Tuhan dan akhirnya mengandung dan melahirkan Yusuf, yang kemudian menjadi anak kesayangan Yakub. Lalu anak terakhir Yakub, Benyamin lahir di dekat daerah Efrata, dimana Rahel mati setelah melahirkan dan kemudian dikuburkan di Betlehem.

Dari Yakub Menjadi Israel

Setelah memutuskan untuk meninggalkan pamannya Laban. Yakub meneruskan perjalanannya.

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan malaikat-malaikat Tuhan, lalu menamai tempat tersebut Mahanaim.

Setelah itu ia sampai di sungai Yabok, dan setelah menyeberangkan istri-istri dan anak-anaknya beserta seluruh hartanya, Yakub menginap sendirian di seberang sungai. Disana ia bergulat dengan seseorang hingga menjelang fajar. Orang itu memukul pangkal pahanya dan membuatnya terpelecok.

Saat itulah orang tersebut berkata, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." (Kejadian 32:28).

Pernyataan Tuhan bahwa namanya bukan lagi Yakub, tapi Israel (Yisra’e) diulang kembali setelah kejadian anak-anak Yakub, membalas dendam pemerkosaan terhadap Dina, saudari mereka. Yakub dan keluarganya melarikan diri ke Betel (Kejadian 35:10-12) dan disana Tuhan menyatakan diri.

Kata Israel sendiri memiliki beberapa arti seperti, Dia yang bergulat dengan Allah dan menang, dia akan memerintah sebagai Raja, pria yang melihat Tuhan dan pangeran bersama Tuhan.

Rekonsiliasi dengan Esau

Saat meninggalkan Laban, Yakub kembali ke tanah Kanaan dan tahu bahwa ia harus menghadapi kemarahan Esau.

Untuk itu ia sudah membuat rencana untuk melembutkan hati kakaknya itu. Ia mengirim utusan dan juga hewan ternak dan budak-budak untuk diberikan kepada Esau.

Namun utusannya itu membawa kabar yang mengkhawatirkan, Esau datang dengan membawa 400 orang. Yakub pun membagi rombongannya menjadi dua pasukan, dengan berharap jika satu pasukan kalah, yang satunya bisa lolos.

Ketika akhirnya bertemu dengan Esau, respon kakaknya itu diluar harapannya, dia berlari dan memeluknya, dan mereka pun bertangis-tangisan saling memaafkan. Esau bahkan tidak mau menerima hadiah yang diberikan Yakub, namun ia tetap memaksa agar Esau menerimanya (Kejadian 33).

Itu dia fakta alkitab tentang Yakub. Apakah JCers merasa diberkati?

Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar ya!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami