Jokowi : Tantangan Kehidupan Beragama Makin Berat, FKUB Diharap Ayomi Semua Umat Beragama

Jokowi : Tantangan Kehidupan Beragama Makin Berat, FKUB Diharap Ayomi Semua Umat Beragama

Puji Astuti Official Writer
250

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa tantangan kehidupan beragama semakin hari semakin berat, untuk itu ia berharap ada figur dan tokoh-tokoh agama yang bisa menyatukan, merangkul sehingga bisa mempersatukan umat, hal ini ia harapkan bisa dilakukan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada Selasa (3/11/2020) yang ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Negara. 

“Kita patut bersyukur karena di tengah dinamika politik global yang penuh gejolak, kita bangsa Indonesia  bisa tetap hidup rukun dalam kemajemukan. Saling mengayomi, saling melindungi sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” demikian ungkap Jokowi.

Namun ia menekankan bahwa kerukunan itu tidak muncul secara tiba-tiba, karena hal itu muncul dari kesadaran bersama bahwa “perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran.”

Selain itu Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa persatuan harus dijaga dengan tidak memberikan ruang untuk  tumbuhnya saling curiga, tidak membiarkan tumbuhnya benih-benih kebencian, dan benih-benih permusuhan. Ia juga memberikan apresiasi dari pemerintah kepada para aktifis dan pemuka agama yang telah mengambil bagian menjaga persatuan ini melalui FKUB, terutama di akar rumput. 

“FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok,” demikian pesan Jokowi. 

Melalui kesempatan ini Presiden Jokowi menyatakan dukungan penuh dari pemerintah untuk FKUB dapat berperan optimal menyemai nilai-nilai moderasi beragama. Karena nilai-nilai moderasi beragama adalah yang tepat dan selaras dengan jiwa  Pancasila ditengah adanya gelombang ekstrimisme di berbagai belahan dunia. 

Jokowi juga menyoroti bagaimana media sosial yang saat ini lebih banyak “membawa racun seperti hoaks dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan.” Disinilah Jokowi berharap para tokoh-tokoh agama bisa berperan untuk melunakkan perbedaan, pilihan dan faham, sehingga perbedaan tersebut malah bisa menjadi kekuatan. Diharapan dengan demikian umat tidak terjebak dalam pandangan-pandangan yang ekstrim dan melegalkan kekerasan. 

Semoga harapan Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia untuk terwujudnya toleransi dan persatuan antar umat beragama dapat terwujud, baik melalui FKUB dan juga peran dari setiap lapisan masyarakat. Mari jaga bersama Indonesia yang bersatu dalam kebhinekaan. 

 

Sumber : YouTube Sekretariat Negara

Ikuti Kami