#KataAlkitab: Rajin Ke Gereja Tapi Kok Jahat, Kenapa Ya?

#KataAlkitab: Rajin Ke Gereja Tapi Kok Jahat, Kenapa Ya?

Lori Official Writer
423

Apakah kamu punya teman yang kalau di gereja biasanya dia itu paling kelihatan rohani. Tiap minggu pasti dia gak pernah absen. Nah kalau di ibadah, dia kelihatan paling khusyuk. Apalagi waktu sesi nyanyi dia paling menonjol dan biasanya doanya suka panjang dan kata-katanya bagus. 

Tapi begitu di luar gereja, kelakuannya benar-benar berbeda jauh dengan cara hidup orang Kristen. Dia masih tega melukai orang lain, kata-katanya buruk, perilakunya gak sopan, suka bohong. Pokoknya dia benar-benar gak jadi teladan.

Gak sedikit orang Kristen mulai bertanya-tanya, ‘Kok ada sih orang sejahat ini, padahal di gereja dia orangnya baik loh? Kok beda ya antara karakter dia di gereja dan saat di luar gereja? Kok bisa sih orang yang rajin ibadah masih tetap jahat juga?’ 

Rajin Gereja Menurut Pandangan Orang Kristen

Sesama orang Kristen pasti akan bertanya tentang kenapa ada orang yang rajin ke gereja tapi masih jahat juga? 

Pertanyaan ini muncul karena pandangan bahwa orang yang rajin gereja pasti orang baik. Tapi benarkah demikian? 

Rajin gereja belum tentu orang baik. Kenapa? Mari memahami kalau rata-rata orang Kristen itu datang ke gereja hanya paling lama 2 sampai 3 jam sekali dalam seminggu. 

Waktu sesingkat itu gak akan cukup membuat kita menjadi orang Kristen sejati. Karena hidup dalam Tuhan itu benar-benar harus kita jalani selama 1x24 jam, selama 7 hari dalam 1 minggu. Yang artinya kita harus hidup dalam Tuhan setiap detik dan meneladani karakter Tuhan dalam hidup kita.

Jadi, kenapa orang rajin gereja tapi masih berbuat jahat atau melakukan tindakan kriminal? Jawabannya adalah kemungkinan orang itu masih belum lahir baru. 

Lahir baru artinya mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruslamat. Perjumpaan inilah yang membuat seseorang memiliki jiwa yang baru yang dipimpin oleh Roh Kudus dan mau bertobat dari semua dosa-dosa atau kesalahannya di masa lalu. Pertobatan ini didorong dari keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik. Untuk mencapai hal itu, seseorang mau berkomitmen dengan taat untuk melakukan semua hal yang benar.

Untuk berubah secara total juga tidak terjadi hanya dengan bertobat atau pergi ke gereja setiap minggu. Tapi kita juga harus taat membaca dan melakukan firman Tuhan setiap hari. Karena firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar dan mentranformasi hidup kita. Seperti disampaikan dalam 2 Timotius 3: 16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Jadi, rajin ke gereja sama sekali tidak menjamin seseorang menjadi orang Kristen yang baik. Orang yang rajin ke gereja tapi masih jahat bisa saja adalah orang Kristen yang hanya menjadikan ibadah sebagai syarat saja tapi sama sekali tak punya keinginan untuk mau mengikut Tuhan sepenuhnya. 

Proses untuk berubah itu terjadi dari seberapa besar komitmen seseorang untuk mau berubah. Kalau firman Tuhan meminta kita untuk bersikap lemah lembut, belajarlah untuk menjadi lemah lembut. Dan kalau firman Tuhan berkata untuk memaafkan, belajarlah untuk memaafkan dan menjadi orang yang lebih baik. Jadi, belajar menjadi orang Kristen yang mau taat karena ketaatan itulah yang akan mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik.

 

Apakah kamu masih terikat dengan kehidupan lama yang membuatmu menjadi batu sandungan bagi orang lain? Mari temukan bantuan dari Sahabat24 kami dengan menghubungi tim doa kami di http://bit.ly/InginDidoakan. Atau layanan konseling kami di http://bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Jawaban

Ikuti Kami