Menteri Austria Sebut Pelaku Penembakan Wina Teroris, Ini Reaksi Pemimpin Dunia

Menteri Austria Sebut Pelaku Penembakan Wina Teroris, Ini Reaksi Pemimpin Dunia

Puji Astuti Official Writer
268

Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehamer pada Selasa (3/11) waktu setempat menyatakan bahwa pelaku penembakan di kota Wina adalah simpatisan negara Islam (Islamic State-ISIS). 

Satu orang pelaku tewas ditempat dan satu orang lagi yang diduga membawa bom bunuh diri yang ternyata palsu berhasil melarikan diri. Jumlah korban tewas atas kejadian penembakan ini ada 3 orang, termasuk salah satunya adalah pelaku.

“Kita mengalami penyerangan kemarin sore oleh paling tidak satu orang teroris Islam, situasi yang kita tidak pernah alami di Austria selama beberapa dekade,” demikian pernyataan Nehammer yang dikutip Reuters.com. 

“Austria lebih dari 75 tahun telah memiliki demokrasi yang kuat, demokrasi yang dewasa, sebuah negara yang identitasnya ditandai oleh nilai-nilai dan hak mendasar, dengan kebebasan berekspresi, diatur oleh hukum, tetapi juga toleransi dalam hidup berdampingan sesama manusia. Penyerangan kemarin adalah serangan terhadap nilai-nilai ini,” demikian tambahnya. 

Kronologi kejadian serangan teror

Orang tak dikenal melakukan penembakan di Wina pada Senin sore, mulai dari di depan Sinagoga, hingga ke beberapa bar di dekat lokasi. Saksi mata menyatakan bahwa pelaku menggunakan senapan otomatis. 

Polisi mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa ada 3 orang korban tewas, dua orang pria dan seorang wanita, dan 15 orang terluka, termasuk seorang petugas polisi. Polisi hingga kini belum memberikan informasi tentang identitas pelaku penyerangan, karena dapat membahayakan penyelidikan yang sedang dilakukan. 

Reaksi pemimpin dunia terhadap serangan teror di Wina, Austria

Presiden Donald Trum, serangan teror harus dihentikan

“Serangan jahat terhadap orang-orang tak bersalah ini harus dihentikan. Amerika Serikat berdiri bersama dengan Austria, Perancis, dan semua negara Eropa dalam memerangi teroris, termasuk teroris radikal Islam.”

Presiden Perancis Emmanuel Macron, kita tidak akan muncur

“Ini adalah Eropa kita. Musuh kita harus tahu dengan siapa mereka berhadapan. Kita tidak akan mundur,” demikian tegasnya. 

Sekjen PBB Antonio Guterres, mengutuk serangan teror

“Saya sangat prihatin mengikuti serangan teror di Wina, salah satu markas besar PBB kami. Saya mengutuk serangan ini sekuat mungkin dan menegaskan kembali solidaritas PBB dengan rakyat dan pemerintah Austria."

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, kita bersatu melawan teror

“Saya sangat terkejut oleh serangan mengerikan di Wina malam ini. Doa Inggris untuk orang-orang Austria - kami bersatu dengan kalian melalawan teror.”

Perdana Menteri India Narendra Modi, sangat terkejut dan sedih

“Sangat terkejut dan sedih dengan serangan teror di Wina. India berdiri bersama Austria selama masa tragis ini."

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau,  serangan mengerikan dan memilukan

“Penembakan hari ini di Wina sangat mengerikan dan memilukan. Kami mengutuk sekuat mungkin tindakan terorisme ini."

Beberapa waktu ini, Eropa tengah digempur dengan teror, mulai dari pembunuhan guru di Paris disusul dengan penyerangan terhadap pendeta di Kota Lyon, penyerangan di gereja Notre-Dame, Nice Perancis, hingga serangan di Wina, Austria ini. Mari berdoa bagi negara-negara Eropa agar melalui kejadian ini, hati mereka kembali terarah kepada Tuhan dan mendapatkan penghiburan dan kedamaian di dalam Yesus Kristus. 

 

Sumber : Reuters.com

Ikuti Kami