31 Oktober, Antara Perayaan Halloween dan Hari Reformasi Gereja

31 Oktober, Antara Perayaan Halloween dan Hari Reformasi Gereja

Puji Astuti Official Writer
374

31 Oktober, ketika dunia merayakan Halloween dengan penuh hingar bingar, ada sebuah perayaan bermakna bagi gereja dan orang  Kriten yang sering terlupakan, yaitu hari Reformasi Gereja, memperingati peristiwa Martin Luther memakukan 95 thesis di pintu gereja Wittenberg, Jerman pada 31 Oktober 1517. 

Peristiwa lebih dari 500 tahun lalu itu, menjadi tonggak penting dimana umat Kristen disadarkan bahwa keselamatan adalah anugerah dan munculnya aliran Gereja Protestan. Selain itu, melalui tesis yang ia pakukan di pintu gereja itu, Martin Luther juga memprotes korupsi yang terjadi dalam tubuh Gereja Katolik Roma kala itu. 

Mengapa Martin Luther mengambil moment di malam 31 Oktober?

Setiap tanggal 1 November umat Katolik merayakan Hari Orang Kudus atau All Saint Days. Steven Martinson, seorang  profesor yang mempelajari tentang Jerman  dan direktur dari World Literature Program di University of Arizona menyatakan bahwa Luther tahu pasti bahwa pada tanggal 1 November 1517 pagi, semua jemaat dan orang-orang berpendidikan akan datang ke gereja untuk beribadah. Jadi, malam 31 Oktober 1917 menjadi waktu yang paling tepat baginya untuk memakukan 95 tesisnya sehingga semua orang bisa membacanya dan menemukan kebenaran.

Sebelumnya, perjalanan Luther mendapatkan pewahyuan tentang keselamatan oleh anugerah Tuhan semata itu dimulai dari saat ia menjadi seorang pastor pada Juli 1505. Keputusannya itu ia ambil  tidak lama setelah ia menyelesaikan pendidikannya meraih gelar Master di bidang grammar, logic, rhetoric, dan metaphysics yang saat itu ia ambil untuk mengejar karir sebagai pengacara seperti yang diinginkan ayahnya. Namun Tuhan berbicara lain, ia memilih kehidupan biara dan sungguh-sungguh mempelajari iman Katoliknya, hingga tahun 1510 dia diutus ke Roma untuk urusan gereja. Yang mengejutkan, ia melihat langsung kebobrokan oknum gereja dengan imoralitas dan korupsi yang terjadi dalam tubuh gereja Katolik. 

Sekembalinya ke Jerman, ke Universitas Wittenberg  ia menyelesaikan studi doktoralnya, setelah mendapatkan gelar doktor teologi, ia menjadi profesor di universitas tersebut. Hingga suatu hari, saat ia mempelajari Alkitab, ayat di Roma 1:17 berbicara dengan kuat kepadanya hingga ia berkomentar, “Surga seperti terbuka di depan saya.”

Mulai dari sana pandangannya mulai beralih dari keselamatan karena usaha atau kesalehan menjadi keselamatan karena kasih karunia Tuhan. Sesuatu yang kontradiksi dengan pengajaran Katolik kala itu, hingga adanya jual beli surat pengampunan dosa. Itulah tesis yang ia pakukan di pintu gereja yang membuatnya kemudian menjadi buronan dan dikeluarkan dari gereja Katolik. 

Daripada merayakan kegelapan dan kematian, rayakan anugerah keselamatan

Ini adalah pilihan yang lebih baik pada 31 Oktober ini, yaitu merayakan anugerah keselamatan yang kita terima di dalam Yesus Kristus. Jadikan hari istimewa ini untuk membagikan kabar baik ini kepada sebanyak mungkin orang, sehingga mereka juga menerima hadiah terbesar dari Tuhan ini, seperti yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus :

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8-9)

Selamat Hari Reformasi!

 

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami