#FaktaAlkitab – Abraham, Bapak Orang Israel

#FaktaAlkitab – Abraham, Bapak Orang Israel

Claudia Jessica Official Writer
354

Ada tiga sosok patriak yang sangat dihormati oleh bangsa Israel, bahkan di Alkitab, Tuhan memperkenalkan diriNya sebagai Allah mereka, sebagai contoh saat Ia menjumpai Musa dan berkata, “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”

Tuhan telah mengikat suatu perjanjian kepada tiga orang ini untuk mengikat suatu perjanjian yang membawa kepada lahirnya bangsa Israel, mereka adalah Abraham, Ishak dan Yakub.

Mari kita mulai dengan Abraham, seorang pria yang mentaati panggilan Tuhan di usianya yang sudah mencapai 70an tahun.

Panggilan Allah kepada Abraham

Abram atau dalam bahasa Ibrani Avram adalah anak Terah, yang jika ditarik ke atas ia berasal dari garis keturunan Sem, anak Nuh. Ia tinggal bersama keluarganya di Ur-Kasdim, tetapi kemudian Terah, ayahnya mengajak seluruh keluarganya pergi ke Kanaan, namun mereka berhenti di Haran karena Terah mati di sana (Kejadian 11).

Namun kemudian Abram mendapatkan perintah Tuhan untuk pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkan Tuhan dan berpisah dari Nahor saudaranya. Inilah pertama kali janji Tuhan itu dinyatakan kepada Abram.

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:1-3).

Nama Abram diubah Tuhan menjadi Abraham

Ketika Abram berusia 99 tahun, Tuhan mengulangi perjanjian-Nya dan mengubah nama Abram yang artinya adalah “bapa yang mulia,” menjadi Abraham yang artinya adalah “bapa banyak bangsa.” Selain Abraham, istrinya yang bernama Sarai juga diganti nama oleh Tuhan sendiri menjadi Sara yang berarti “putri raja.”

Saat Tuhan mengganti nama Abraham dan Sara ini, dituliskan dalam Kejadian 17: 5-8, Tuhan juga memperjelas perjanjian-Nya dengan Abraham, yaitu:

  1. Melalui Abraham akan lahir sejumlah besar bangsa.
  2. Dari keturunannya akan berasal raja-raja
  3. Tuhan akan mengadakan perjanjian dengan keturunannya secara turun temurun menjadi perjanjian kekal
  4. Kepada keturunannya akan diberikan negeri Kanaan untuk menjadi milik mereka selama-lamanya.

Semua itu dengan syarat bahwa Abraham dan keturunannya harus memegang perjanjian Tuhan dengan melakukan sunat. Mereka yang tidak melakukan sunat dianggap telah mengingkari perjanjian Tuhan dan harus dilenyapkan.

Ismael dan Ishak

Tuhan menjanjikan seorang anak laki-laki bagi Abraham dan Sara, namun keduanya tidak percaya dan bahkan tertawa ketika mendapatkan janji Tuhan itu (Kejadian 17:17; 18:12).

Sarai memberikan Hagar untuk menjadi istri Abram, dan pada saat ia berusia 86 tahun lahirlah Ismael.

Walau Ismael tidak menjadi ahli waris Abraham yang sah, namun Tuhan berkata, “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20).

Pada waktu Abraham berusia 100 tahun, Sara akhirnya melahirkan Ishak baginya. Anak perjanjian tersebut kemudian di sunat ketika berusia 8 hari. Ketika Ishak mulai disapih dan Abraham membuat perayaan besar, Sara melihat Ismael bermain dengan Ishak lalu meminta Abraham untuk mengusir Hagar dan anaknya itu. Saat itu, Ismael telah berusia sekitar 14 tahun. Walau sempat merasa kesal, Pada akhirnya Abraham mengusir Hagar dan Ismael setelah mendapat suara Tuhan. Hagar dan Ismael kemudian menetap di padang gurun Paran.

Abraham mempersembahkan Ishak

Kisah Abraham mempersembahkan Ishak (Kejadian 22) oleh bangsa Yahudi disebut Aqedat Yitzhaq, atau Ikatan Ishak. Saat itu Abraham diperintahkan Tuhan untuk membawa putra yang dijanjikan itu ke Gunung Moria untuk dipersembahkan. Namun kemudian Malaikat Tuhan menghentikan Abraham sebelum ia membunuh putranya itu. Kemudian Abraham melihat ada seekor domba jantan yang tersangkut di belukar yang kemudian dijadikan korban bakaran pengganti Ishak.

Setelah itu Tuhan mengulang kembali janji-Nya kepada Abraham, karena ketaatannya maka Tuhan berjanji untuk memberkatinya berlimpah-limpah dan keturunannya akan menjadi sangat banyak dan semua bangsa akan mendapatkan berkat karena keturunannya itu.


Baca juga: #FaktaAlkitab - Zakharia, Nabi yang Menubuatkan Pengkhianatan 30 Keping Perak


Lokasi Gunung Moria tempat Ishak dipersembahkan dipercaya adalah tempat berdirinya Bait Suci Salomo, atau sekarang yang dikenal sebagai Temple Mount yang berada di Yerusalem.

Tahun-tahun terakhir Abraham

Setelah isterinya, Sara mati di usia 127 tahun dan dikuburkan di gua Makhpela di Hebron, Abraham menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Ketura yang darinya ia memiliki enam anak laki-laki, yaitu: Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah  (Kejadian 25).

Namun sesuai dengan janji Tuhan dan ucapan Sara, putranya Ishak-lah yang kemudian mewarisi segala harta milik Abraham, dan juga mewarisi perjanjian dengan Tuhan. Sedangkan anak-anaknya dari gundik-gundiknya dituliskan Alkitab hanya menerima pemberian dan diperintahkan untuk meninggalkan Ishak, hal itu dilakukan Abraham ketika ia masih hidup.

Abraham kemudian mati ketika mencapai usia 175 tahun, dan kedua anaknya, Ismael dan Ishak yang menguburkannya di gua Makhpela, tempat Sara dikuburkan.

Warisan Abraham kini

Abraham dihormati oleh tiga agama utama di dunia, yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Bagi bangsa Israel sendiri, Abraham adalah bapa bagi bangsa itu. Hingga saat ini mereka berkata bahwa “bapa kami Abraham” atau Avraham Avinu, untuk menekankan bahwa mereka secara biologis adalah keturunannya dan juga bapa bagi kepercayaan Yahudi, atau sebagai orang Yahudi pertama dan kisahnya selalu dibacakan setiap minggu.

Bagi orang Kristen sendiri, kita percaya bahwa dia adalah bapa orang beriman. Melalui ketaatannya kepada Tuhan, Abraham menerima kasih karunia Allah, dan oleh imannya itulah diperhitungkan sebagai kebenaran (Roma 4). Selain itu, janji Tuhan bahwa melalui keturunannya semua bangsa diberkati telah digenapi oleh kedatangan Sang Mesias, yaitu Yesus Kristus.

Itulah fakta Alkitab mengenai bapa leluhur bangsa Israel, Abraham.

Apakah JCers merasa diberkati? Ayo bagikan ke teman-temanmu juga supaya mereka tahu fakta unik tentang Abraham.

Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar ya!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami