Dunia Gempar, Paus Fransiskus Dukung Adanya UU Penyatuan Sipil Bagi LGBT

Dunia Gempar, Paus Fransiskus Dukung Adanya UU Penyatuan Sipil Bagi LGBT

Puji Astuti Official Writer
882

Dunia gempar, berbagai media menyoroti tentang Paus Fransiskus yang menyatakan dukungannya untuk penyatuan sipil (civil unions) bagi kelompok LGBT, hal ini ia ungkapkan dalam sebuah film dokumenter berjudul “Francesco” yang tayang perdana pada Rabu (21/10/2020) lalu di Roma, Italia dalam Rome Film Festival. 

“Orang homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Mereka adalah anak-anak Tuhan. Anda tidak bisa menendang keluar seseorang dari keluarga, atau membuat kehidupan mereka menjadi menderita karena hal ini. Apa yang harus kita miliki adalah undang-undang penyatuan sipil; dengan cara itu mereka secara legal terlindungi,” demikian pernyataan Paus Fransiskus dalam film  Francesco yang dikutip oleh Apnews.com. 

Sebelum menjadi paus, saat Fransiskus masih menjadi uskup di Buenos Aires, dia sudah pernah menyatakan mendukung penyatuan sipil kelompok homoseksual. Namun baru kali ini ia menyatakan dukungannya secara terbuka untuk pertama kalinya sebagai seorang paus, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin Vatikan sebelum dirinya. 

Walau demikian beberapa media menyatakan bahwa Paus Fransiskus tetap memegang kepercayaan Katolik bahwa pernikahan adalah penyatuan antara pria dan wanita. 

Perbedaan pernikahan dan penyatuan sipil 

Saat ini beberapa negara sudah melegalkan pernikahan bagi pasangan sesama jenis, namun sebagian negara ada yang menerapkan penyatuan sipil (civil unions), dan banyak negara masih ada yang melarang pernikahan sesama jenis, termasuk di Indonesia. 

Penyatuan sipil (civil unions) atau sering juga disebut kemitraan sipil (civil partnership) adalah sebuah hubungan yang disahkan oleh negara, yang memberikan hak-hak bagi pasangan sejenis mirip seperti dalam  pernikahan pada umumnya, namun memiliki batasan-batasan tertentu, tergantung undang-undang di negara tersebut. 

Kelompok LGBT sendiri memandang bahwa penyatuan sipil adalah langkah awal untuk menuju pengakuan pernikahan sesama jenis. Namun sebagian pendukung LGBT melihatnya sebagai tindakan diskriminasi dan menjadikan mereka sebagai warga kelas dua.

Sosok di balik film Francesco 

Film yang disutradarai oleh Evgeny Afineevsky ini juga mengungkapkan tentang beberapa isu yang menjadi perhatian Paus Fransiskus, seperti masalah lingkungan, kemiskinan, migrasi, rasial dan ketidaksetaraan penghasilan serta orang-orang yang paling terdampak oleh diskriminasi. 

Evgeny Afineevsky dikenal dengan karya-karya film dokumenternya, dan pada tahun 2015, ia pernah masuk nominasi penghargaan Oscar untuk filmnya yang berjudul Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom dan pada 2017 masuk dalam daftar pendek Oscar untuk film berjudul Cries From Syria. Ia mengerjakan film Francesco ini hampir tiga tahun lamanya, dan menyatakan kepada laman Deadline, bahwa hal ini muncul dari kekhawatirannya yang semakin besar atas kondisi manusia dan lingkungan. 

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami