#PilpresAS: Doa PM Palestina Jika Trump Terpilih Lagi ‘Tuhan Tolong Kami’

#PilpresAS: Doa PM Palestina Jika Trump Terpilih Lagi ‘Tuhan Tolong Kami’

Lori Official Writer
329

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Shtayyeh menyampaikan jika Donald Trump kembali terpilih di pemilihan Presiden 3 November 2020 mendatang, maka hal itu akan menjadi bencana bagi Palestina dan seluruh dunia. 

Kepada anggota parlemen Eropa, Shtayyeh mengaku jika negaranya telah menelan banyak kerugian selama empat tahun kepemimpinan Donald Trump.

Dia bahkan meminta pertolongan Tuhan jika Trump kembali terpilih untuk periode berikutnya.

“Jika kami akan hidup empat tahun lagi dengan pemerintahan Donald Trump, Tuhan tolong kami…dan seluruh dunia,” ungkap Shtayyeh.

Selama masa kampanye, warga Palestina memang menahan diri untuk tidak menyoroti pilpres AS. Apalagi pemerintah memang sudah mengakhiri kontak kepada pemerintahan Trump sejak tahun 2017. Namun kembali majunya Trump di pemilihan kali ini tampaknya membuat Palestina putus asa. Hal ini menyusul serangkaian tindakan AS yang mendukung penuh Israel selama empat tahun belakangan dan membuat negara tersebut semakin lemah dan terisolasi.

 

Baca Juga: Ini Sisi Lain yang Bikin Para Pemimpin Gereja Ragukan Pemilihan Kamala Harris Jadi Wapres

 

Penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan Kedutaan Amerika Serikat ke kota itu menjadi puncak kegeraman pemerintah Palestina kepada Trump. Hal itu membuat Palestina harus memutus hubungan dengan Trump. Presiden Amerika ini juga telah memotong ratusan juta dolar bantuan mereka ke Palestina, menutup kantor diplomatic Palestina di Washington dan membangun hubungan diplomatic dengan negara Timur Tengah yang dipandang sangat menguntungkan Israel.

“Empat tahun benar-benar sia-sia. Kami sedang menunggu kesepakatan terakhir dan semua orang berharap kesepakatan akhir ini akan benar-benar menjadi kesepakatan yang tertinggi,” katanya.

Selain itu, Trump juga telah menjadi perantara perjanjian antara dua negara Arab yaitu Uni Emirat Arab dan Bahrain, sebagai bentuk jalinan hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Trump sendiri berjanji supaya negara Arab lainnya akan menyusul. Bagi Palestina, kesepakatan ini jelas sangat melemahkan dukungannya dari negara-negara persaudaraan Arab. 

Sahtayyeh menilai bahwa kemenangan calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden adalah harapan terbaik untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

“Jika pemerintahan Amerika Serikat berubah, saya pikir ini akan mencerminkan dirinya secara langsung pada hubungan Palestina-Israel. Dan itu akan mencerminkan secara langsung hubungan bilateral Palestina-Amerika,” pungkasnya.

Hubungan Amerika-Palestina memang semakin memburuk sejak pemerintahan Donald Trump. Pasalnya, Trump secara penuh mendukung Israel untuk mendapatkan haknya atas tanah sengketa Yerusalem. Hal inilah yang memicu pemerintah Palestina menjadi berang dan memutus hubungan sepenuhnya sejak 2017 lalu.

Apapun hasil Pilpres AS nanti, kita berharap pemerintah AS tetap menjadi pelopor perdamaian bagi negara-negara yang sedang berkonflik ya.

Sumber : Timesofisrael.com | Jawaban.com

Ikuti Kami