Apakah di Zaman Ini Kita Masih Bisa Mendengar Suara Tuhan?

Apakah di Zaman Ini Kita Masih Bisa Mendengar Suara Tuhan?

Lori Official Writer
657

Biasanya saat kita merasa kuatir, cemas dan berada dalam sebuah pilihan, kita pasti akan meminta supaya Tuhan berbicara kepada kita. 

Kita akan mulai mencari tuntunan suara Tuhan, entah itu dengan berdoa, membaca firman atau mencari bimbingan dari pemimpin. 

Faktanya, Tuhan senang berbicara dengan kita. Dia bahkan selalu ingin menyampaikan isi hati-Nya kepada semua orang. Hanya saja kita terlalu sering melewatkan suara-Nya karena kita tidak bisa mengenalinya. Akibatnya, kita mulai ragu dan bertanya-tanya apakah Tuhan masih mau berbicara kepada manusia sama seperti Dia berbicara kepada sejumlah orang di dalam Alkitab?

Jika kita melihat ke Perjanjian Lama, ada banyak rasul-rasul yang bisa mendengar suara Tuhan. Salah satunya adalah ketika Musa didatangi Tuhan dalam bentuk pohon yang menyala. Setelah itu Dia menyampaikan perintah kepada Musa soal pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir.

Selain Musa, tokoh Alkitab lainnya yang juga dengan jelas mendengar suara Tuhan adalah Gideon. Meskipun dia adalah orang yang sangat biasa, pemalu dan minder, Tuhan justru berbicara kepada Dia. Siapa sangka suara Tuhan yang didengarnya membuatnya kuat dan teguh di dalam Tuhan dan menjadi pahlawan yang menyelamatkan bangsanya.

Lalu pertanyaannya adalah apakah kita masih bisa mendengar suara Tuhan seperti pengalaman di Perjanjian Lama itu?

Tentu saja suara Tuhan masih bisa kita dengar! Karena Tuhan adalah ‘Alpha’ dan ‘Omega’, yang artinya yang akan tidak akan berubah dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.

Jadi, kalau kita mau mendengar suara Tuhan kita harus mengenali suara itu. 

Nah, di dalam Mazmur 29: 5-9 menggambarkan suara Tuhan itu seperti arus air yang besar atau air bah, seperti kilat yang menyambar langit dan sanggup menumbangkan pohon di bumi seperti semburan nyala api. Suara Tuhan juga seperti membuat padang gurun gemetar dan semua hutan menjadi gundul. Jika digambarkan dengan kondisi saat ini, suara Tuhan itu membuat semua orang dikuasai ketakutan.

Jadi, dari ayat ini kita bisa memahami bahwa Tuhan selalu berbicara kepada umat-Nya di sepanjang zaman. Hanya saja cara-Nya saja yang berbeda-beda.

Di zaman ini, kita bisa mendengar suara Tuhan dengan berbagai cara, diantaranya:

1. Berbicara melalui firman yang kita dengar

Ada banyak orang Kristen yang mengalami hal ini. Mereka mengaku seperti ditegur atau mendapatkan pesan baru melalui firman yang mereka dengar.

2. Melalui Pujian dan Penyembahan

Tuhan bisa memakai pujian dan penyembahan yang begitu sederhana sekalipun untuk menyampaikan isi hati-Nya kepada seseorang.

3. Melalui pengetahuan

Kita juga bisa mendengar suara Tuhan melalui sumber pengetahuan yang kita baca atau tonton. 

4. Melalui orang-orang di sekitar

Bahkan saat sedang berbicara dengan teman atau orang lain, Tuhan bisa menyampaikan isi hatiNya melalui setiap hikmat perkataan mereka.

Tentu saja Tuhan tidak berbicara seperti suara supranatural yang tiba-tiba muncul dari langit. Tapi Dia akan berbicara melalui berbagai cara sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman kita masing-masing. Ada orang yang mendengar suara Tuhan secara audible. Ada juga yang mendengar suara Tuhan melalui kejadian-kejadian, hati nurani atau sharing dari firman Tuhan. Bahkan Tuhan sendiri tidak membatasi diriNya berbicara kepada orang-orang berdosa. Dia tidak fokus kepada masa lalu dan dosa seseorang, tapi Dia fokus kepada masa depan dan keselamatan melalui Dia. 

 

Baca Juga: 7 Langkah Mendengar Suara Tuhan

 

Jangan pernah membatasi cara Tuhan berbicara atas hidupmu. Dia selalu rindu untuk berbicara kepada kita di zaman ini. Karena itulah Allah menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong supaya kita peka mendengar suara-Nya.  

“…tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14: 26)

Roh Kudus yang berdiam di dalam kita akan memberikan kita pengertian dan pewahyuan. Sehingga kita bisa membedakan mana suara Tuhan, mana suara manusia dan mana suara yang menyesatkan. 

Untuk memastikan Tuhan sedang berbicara kepada kita, kita bisa mengenalinya dengan sifat-sifat alaminya yaitu selalu membangun, menghibur, menguatkan, memberikan damai sejahtera, memberikan semangat serta jalan yang tepat.

Sementara suara yang menyesatkan biasanya akan menghasilkan karakter yang buruk seperti melahirkan kesombongan, ketidaksabaran, egois, keinginan daging yang menyesatkan dan kehilangan damai sejahtera. Jadi pahamilah bahwa suara Tuhan selalu bertentangan dengan suara yang menyesatkan. 

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10: 10)

Mari membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus, supaya saat kita membutuhkan pimpinan Tuhan kita bisa peka mendengar suara-Nya.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami