#KataAlkitab – Memilih Seorang Pemimpin yang Benar

#KataAlkitab – Memilih Seorang Pemimpin yang Benar

Claudia Jessica Official Writer
312

Memilih pemimpin tidak bisa didasarkan pada perawakan, memiliki otoritas yang besar dan kapasitas yang besar saja. Pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang rela menjadi seorang pelayan. Yesus berkata dalam Matius 23: 11 bahwa barang siapa ingin menjadi yang terbesar maka dia harus menjadi pelayan.

Orang yang menjadi pemimpin, tidak serta merta dapat bebas menyuruh orang lain, tetapi, seorang pemimpin harus melakukan sesuatu. Yesus menegaskan hal tersebut ketika Dia mengkritisi sikap para ahli Taurat yang gila hormat. Mereka gemar memperoleh penghormatan di tempat-tempat umum dan orang menyapa Rabi pada mereka.

Rasul Paulus menerapkan sikap yang mau melayani dalam kehidupan berorganisasi, maupun kesehariannya. Paulus menerapkan standar yang tinggi bagi seorang pemimpin yaitu, harus berelakuan bersih, suka berderma, memiliki pengendalian diri yang baik, bijaksana, dan mampu mengkomunikasikan gagasan pada anak buahnya. Sehingga setiap visi yang dimiliki dapat dipaparkan dengan jelas dan setiap anak buah yang mendapatkan intruksinya dapat memahami apa yang harus dilakukan (1 Timotius 3: 1-2).

Paulus tidak merekomendasikan orang baru untuk dipromosikan sebagai pemimpin karena mengkhawatirkan percepatan menuju kursi kekuasaan akan menjadikan orang yang bersangkutan menjadi sombong lalu jatuh dalam kesalahan fatal (1 Tim 3:6).

Tetapi, manusia memiliki sifat untuk selalu menilai dari apa yang kelihatan. Sehingga manusia memiliki pandangan bahwa penampilan luar seseorang bisa menjadi kriteria sebagai pemimpin.

Nabi Samuel pernah mengalami hal seperti ini. Satu kali, Tuhan memerintahkan Samuel mencari raja baru bagi Israel untuk menggantikan penguasa saat itu, Raja Saul.

Samuel memandang Eliab di hadapannya. Salah satu anak lelaki Isai ini menjadi kandidat raja yang dipilih Samuel karena memiliki penampilan yang ideal berdasarkan paras dan perawakannya. Tetapi, respon Tuhan mengejutkan Samuel.

Tuhan mengatakan bahwa Samuel melakukan kesalahan jika ia memilih pemimpin berdasar penampilan fisiknya. Tuhan meminta Samuel memandang dengan sudut pandang Tuhan yaitu melihat hati, bukan penampilan (1 Sam 16: 7).

Samuel pun terkejut saat Tuhan ingin menjadikan Daud sebagai Raja Israel. Terutama penampilan Daud saat itu sangat jauh dari citra seorang raja (1 Sam 16: 12). Meskipun Samuel adalah seorang nabi, ia juga tetap seorang manusia.


Baca juga: Ini 4 Alasan Alkitabiah Kenapa Orang Kristen Perlu Menabung


Jadi JCers, untuk memilih pemimpin, kita perlu menggunakan hikmat yang Tuhan berikan agar kita tahu apakah pemimpin yang kita pilih adalah benar pilihan Tuhan.

Ada beberapa karakter yang harus ditemukan dalam diri seorang pemimpin berdasarkan kitab Amsal:

1. Takut akan Tuhan

Pilihlah pemimpin yang yang memilihi hubungan baik dengan Tuhan dan mau mengandalkan-Nya, sehingga ketika dia mencari Tuhan, maka ia memahami apa yang Tuhan ingin lakukan melalui kedudukannya (Amsal 25: 2).

2. Bijaksana Dan Peduli

Apakah pemimpin yang kita pilih adalah orang yang memikirkan tentang kebijaksanaan? Apakah mereka berpikir dua kali dan meminta nasihat para ahli sebelum melakukan sesuatu? Apakah mereka mempertimbangkan kebutuhan pengikutnya? Pikirkanlah tentang hal itu. Seorang pemimpin dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan luas sebagaimana tertulis dalam Amsal 25:3.

3. Adil, Jujur, dan Punya Integritas

Amsal 25: 4-5 mengatakan bahwa ketika orang jahat disingkirkan dari kepemimpinan, keadilan tumbuh subur.

Seorang pemimpin akan mempengaruhi anak buah atau orang-orang yang akan dipimpinnya di masa depan sehingga kita harus memastikan bahwa kita memilih pemimpin yang tepat.

Selain itu, kita juga harus mencari pemimpin yang memiliki integritas yang kokoh. Pemimpin yang memulai dengan kebenaran dan melakukan kebijaksanaannya dengan benar (Amsal 16:12).

Bagaimana JCers bisa melihat bahwa seseorang itu layak menjadi pemimpin?

Sebagai pemilih pemimpin kita perlu hikmat Tuhan. Tuhan adalah sumber hikmat. JCers cukup meminta hikmat, dan Tuhan akan memberikan dengan murah hati pada JCers (Yakobus 1: 5).

Dengan hikmat Tuhan, maka JCers memiliki pengetahuan tentang siapa yang akan JCers pilih sebagai pemimpin. JCers akan terhindar dari kesengsaraan karena salah pilih pemimpin. Hikmat Tuhan menjaga JCers dalam memilih pemimpin yang baik (Amsal 2:6-15).

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami