#FaktaAlkitab – Hagai, Nabi yang Memimpin dan Menyelesaikan Bait Suci Kedua

#FaktaAlkitab – Hagai, Nabi yang Memimpin dan Menyelesaikan Bait Suci Kedua

Claudia Jessica Official Writer
442

Salah satu dari tiga nabi pasca pembuangan di Babel, ialah Hagai. Hagai adalah seorang nabi yang hidup sekitar tahun 520 SM, dan melayani di Yehuda. Namanya memiliki arti meriah, atau bersuasana pesta.

Hagai adalah salah satu dari dua belas nabi kecil dalam Alkitab sekaligus penulis dari Kitab Hagai. Nama Hagai disebut pertama kali dalam Ezra 5:1. Alkitab menuliskan nama Hagai sebanyak sebelas kali. Semuanya bisa kita temukan dalam Kitab Ezra dan Kitan Hagai.

Fakta terpenting dari seorang Nabi Hagai ialah bahwa dia memimpin umat Israel menyelesaikan Bait Suci yang kedua setelah mereka kembali dari pembuangan.

Hagai adalah nabi pertama dari tiga nabi pembuangan Babel. Setelah Hagai, muncul Nabi Zakharia yang hidup sezaman dengannya. Selanjutnya, Maleakhi yang hidup 100 tahun kemudian.

Hagai memulai bernubuat sekitar enam belas tahun setelah kembalinya orang-orang Yahudi ke Yehuda sekitar tahun 520 SM. Kuat dugaan bahwa ia adalah salah satu tawanan yang dibawa ke Babel oleh Nebukadnezar. Hagai dikenal sebagai nabi yang sangat keras dalam menyerukan orang-orang Yahudi untuk membangun kembali Bait Suci.

Latar Belakang

Diaspora Yahudi, atau penyebaran besar orang-orang Yahudi terjadi selama periode yang dikenal sebagai Pengasingan Babilonia pada tahun 539 SM, ketika invasi Raja Nebukadnezar dari Babel ke Yehuda.

Periode pembuangan ke Babel menandai titik penting dalam sejarah orang-orang Yahudi. Periode ini berfungsi sebagai titik pembagian antara era sebelum dan sesudah pembuangan.

Hagai dikenal sebagai nabi pasca-pembuangan. Hagai menulis kitabnya setelah bangsa Israel kembali ke Yerusalem dan Yehuda.

Hagai muncul sebagai nabi menjelang orang-orang Israel pulang dari pembuangan. Raja Koresy dari Kekaisaran Persia yang telah mengalahkan Bangsa Babel, mengeluarkan maklumat untuk mengizinkan orang Yahudi kembali ke Israel. Raja Koresy juga mengijinkan mereka untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci.

Hal tersebut sesuai dengan nubuatan Yesaya dan Yeremia (Yes 45:1-3; Yer 25:11-12; Yer 29:10-14).

Rombongan Orang Yahudi pertama yang tiba di Yerusalem sebagai orang-orang yang meletakkan dasar Bait Suci baru pada tahun 536 SM. (Ezr 3:8-10).

Namun, orang Samaria dan sejumlah bangsa tetangga lain menentang rencana pembangunan Bait Allah itu. Mereka melakukan provokasi dan intimadasi pada orang-orang Yahudi. Tindakan tersebut berhasil mematahkan semangat dan membuat lesu kerohanian bangsa Yahudi. Akibatnya pembangunan Bait Suci terhenti pada tahun 534 SM.

Selama Empat belas tahun lamanya pembangunan Bait Suci terbengkalai. Orang Yahudi mulai kehilangan semangat dan mereka jadi lebih mementingkan untuk membangun rumah mereka masing-masing daripada membangun Bait Suci terlebih dahulu.

Mereka beralasan bahwa ‘belum waktunya’ (Hagai 1:2). Dalam situasi seperti itu, tampilah Hagai pada tahun 520 SM. Ia didampingi seorang yang lebih muda, yaitu nabi Zakharia. Mereka mengobarkan kembali semangat bangsa Yahudi untuk meneruskan pembangunan Bait Suci kembali.

Pada saat itu, Raja Darius, Penguasa Persia juga membawahi Yerusalem. Penguasa lokal Yerusalem adalah bupati bernama Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak sebagai imam besarnya. Hagai mendorong kedua tokoh berpengaruh itu, untuk melanjutkan pembangunan rumah Allah.

Nubuatan dan Pembangunan Bait Suci kedua

Hagai menubuatkan bahwa Bait Suci yang baru melebihi kemegahan Bait Suci sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa, jika Bait Suci tidak dibangun, akan ada kemiskinan, kelaparan dan kekeringan yang mempengaruhi bangsa Yahudi.

Meski pembangunan Bait Suci telah terhenti selama 14 tahun, Hagai tidak kenal lelah untuk membangkitkan kembali semangat Bangsa Yahudi.

Hagai mengingatkan bahwa bangsa Israel harus mengmbil kesempatan dari perubahan kebijakan yang longgar dari pemerintah kekaisaran Persia di bawah raja Darius itu. Hagai menyerukan bahwa ini adalah waktunya memulihkan Kerajaan Daud. Dia percaya bahwa Kerajaan Daud dapat bangkit dan berjaya lagi. Bangsa Yahudi bisa kembali mengurus diri sendiri tanpa campur tangan bangsa lain.

Pesan Hagai tersebut terutama ditujukan kepada Zerubabel dan para bangsawan. Hagai juga melihat ini sebagai momentum penting Yehuda untuk mengakhiri penyembahan berhala. Empat tahun kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan (Ezr 4:1-6:22).


Baca juga: #FaktaAlkitab: Zefanya, Nabi yang Menubuatkan Kedatangan Tuhan yang Kedua Kali


Nabi yang memiliki hubungan yang baik dengan Pemerintah

Hagai dikenal memiliki kedekatan dengan pemerintah yaitu Bupati Zerubabel, dan Imam Besar Yosua. Hagai bisa menjadi akrab dengan kedua pemimpin itu karena mereka adalah pemimpin yang baik. Ini tercermin dalam Kitab Hagai, Tuhan menyebut Zerubabel sebagai "hamba-Ku", sebuah sebutan yang juga ditujukan oleh Tuhan pada Raja Daud.

Tuhan juga menyebut Zerubabel sebagai "cincin meterai," seperti kepada Raja Yoyakhin (Hagai 2:23; Yer 22:24). Dengan demikian, Hagai secara tersirat mengatakan bahwa Zerubabel akan memimpin kerajaan Daud yang dipulihkan.

Penulis Kitab Hagai

Tema keseluruhan dari Kitab Hagai adalah Membangun Kembali Bait Suci. Hagai menulis kitab ini saat umurnya berkisar 70 sampai 80 tahun,  pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius dari Persia tahun 520 SM (Hagai 1:1).

Apa yang disampaikan Hagai dalam kitabnya merupakan firman nubuat pertama yang terdengar di Yehuda sesudah pembuangan di Babel. Kitab Hagai adalah kitab terpendek kedua dalam Perjanjian Lama setelah kitab Obaja, karena kitab ini hanya berisi 38 ayat. Frase "beginilah firman Tuhan semesta alam" (dan variasinya) terjadi 29 kali. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pesan dalam kitab itu bagi kaum sisa Israel yang kembali ke Yerusalem

Kitab ini menubuatkan tentang kedatangan Tuhan di masa depan. Bagaimana menjelang atau pada saat akhir jaman akan terjadi penggoncangan langit dan bumi (Hag 2:7-10).

Sebuah keadaan yang juga disebutkan oleh penulis surat Ibrani (Ibr 12:26-28). Penyebutan Zerubabel akan menjadi seperti "cincin meterai" dikaitkan dengan posisinya dalam silsilah Yesus Kristus (Mat 1:12-13; Luk 3:27).

Zerubabel menjadi pusat yang mempersatukan kedua garis keturunan Mesias: dari Salomo (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Yusuf, dan dari Natan, (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Maria.

Hari peringatan Nabi Hagai

Gereja Ortodoks Timur masih menghormati Hagai dengan mengadakan perayaan khusus untuknya, perayaan itu jatuh pada setiap 29 Desember

Itulah Fakta Alkitab tentang Nabi Hagai. Apakag JCers merasa diberkati? Ayo bagikan ke teman-temanmu juga supaya mereka tahu fakta tentang Nabi Hagai.

Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami