10 Ayat Alkitab Ini Bantu Orang Kristen Biar Jadi Tekun Seperti Paulus

10 Ayat Alkitab Ini Bantu Orang Kristen Biar Jadi Tekun Seperti Paulus

Lori Official Writer
1322

Dalam Roma 5, Paulus menyampaikan banyak pesan kepada jemaat di kota Roma. Pesan tersebut dibuka dengan peran iman di tengah kehidupan orang percaya. Setelah itu, dia mengingatkan bahwa bagaimanapun orang percaya akan menghadapi kesengsaraan akibat iman. Karena itu penting untuk tetap bertekun dalam berbagai-bagai pencobaan tersebut.

Pesan ini tentu saja tidak hanya berlaku untuk jemaat di Roma. Tapi juga relevan dengan kehidupan Kristen sampai hari ini.

‘Karena ketekunan menghasilkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan’ (Roma 5: 4). Ini adalah pesan yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita.

Dan bagi kamu yang sedang berjuang untuk melatih diri menjadi tekun, 10 ayat Alkitab ini akan sangat membantumu.

1. Ibrani 12: 1-3

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ayat ini mengingatkan kita untuk ‘terus maju untuk mencapai tujuan’ kita. Sama seperti Yesus yang menanggung penderitaan di kayu Salib demi kita. Dia juga ‘bertekun’ menanggung rasa malu akibat tindakan orang-orang berdosa.

Mari mengingat dan memposisikan pengorbanan Yesus sebagai motivasi bagi kita untuk menghadapi tantangan apapun yang kita hadapi hari-hari ini.

2. Filipi 4: 6-7

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Apakah kamu pernah ingin menyerah karena Tuhan kelihatan tidak menjawab doa-doamu?

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan mau kita tetap bertekun dalam doa dan menyerahkan sepenuhnya setiap kerinduan hati kita di hadapan-Nya.

Proses bertekun dalam doa memang gak mudah. Karena saat doa kita belum dijawab dalam waktu yang sudah cukup lama, kita akan mulai meragukan kuasa Tuhan. Tapi ayat ini mengajarkan kita untuk tidak goyah dalam iman dan senantiasa mengucap syukur.

3. Galatia 6: 9

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Sebagian dari kita mungkin pernah kecut hati karena kebaikan yang kita tawarkan kepada orang lain kadang diresponi dengan buruk.

Tapi firman Tuhan justru meminta kita melakukan sebaliknya. Dimana sekalipun kebaikan kita ditolak atau tidak diterima, tetaplah berbuat kebaikan. Karena pada akhirnya kita akan menuai hasilnya.

4. Ibrani 10: 36

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Yesus memberikan contoh teladan ketekunan terbaik sepanjang sejarah. Melalui penderitaan-Nya di kayu salib, Dia menggenapi janji keselamatan atas dunia.

Kasih yang kita terima dari Yesus mengingatkan kita bahwa saat kita menanggung penderitaan karena iman, hal itu bukan sesuatu yang sia-sia. Tapi pada akhirnya nanti kita akan menikmati buah yang sudah ditentukan oleh Tuhan.

Karena itulah, kita seharusnya tidak lagi memberikan alasan untuk tidak bertekun menjalani tantangan apapun dalam hidup kita.

 

Baca Juga: Menerima Upah dari Bertekun Dalam Pencobaan

 

5. 2 Korintus 4: 8

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.

‘Tidak habis akal’ dan ‘tidak putus asa’ menunjukkan ketahanan seseorang. Paulus dan para rasul mengalami berbagai-bagai penderitaan saat pelayanan penginjilan. Tapi penderitaan itu justru memacu mereka untuk tidak putus asa dan malah bertekun dalam iman karena pengorbanan Yesus.

Apakah kita punya motivasi sebesar ini untuk selalu bertekun dalam iman?

6. Yakobus 1: 12

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Sama seperti perumpamaan yang disampaikan Paulus yaitu seperti olahragawan yang berlari untuk mencapai garis finish. Identitas kita sebagai orang percaya juga akan menuntut kita untuk menjalani hidup seperti pelari. Kita berlari bukan tanpa tujuan, tapi sebaliknya Tuhan menjanjikan mahkota kehidupan di surga untuk setiap kita yang berhasil dengan tekun melewati perjalanan iman kita. Hasil ketekunan ini bisa tampak dari buah yang kita hasilnya dan berdampak bagi orang lain.

7. Roma 12: 12

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Ini adalah tiga kunci untuk berkemenangan dalam ujian. Bersukacita, sabar dan bertekun dalam doa. Seberat apapun masa-masa ini, percayalah kita bisa melaluinya jika bersama Tuhan.

8. Yesaya 40: 29

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Tuhan tidak hanya membimbing atau menuntun kita melalui masa-masa sulit, Dia juga membuat kita lebih kuat untuk menjalani prosesnya. Dia tidak akan membiarkan kita jatuh atau tergeletak.

 

Baca Juga: Ingin Anak Suka dan Tekun Berdoa? Kamu Cukup Lakukan 4 Hal ini!

 

9. Kolose 1: 11-12

…dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Sebagai orang percaya, Tuhan sudah memberikan kita bagian yang harus kita hadapi. Setiap orang punya porsi masalah sendiri. Namun kunci untuk menghadapinya tetap satu yaitu mengandalkan kuasa Tuhan.

10. Wahyu 3: 10

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Ini adalah kitab akhir dari Alkitab yang memberitahu kita tentang upah dari bertekun menjadi orang percaya di masa-masa akhir ini. Yaitu bahwa Tuhan sendiri berjanji untuk melindungi kita ketika pencobaan datang.

Menjadi tekun memang bukan proses yang dihasilkan dalam sehari. Tapi kita harus menjalani proses setiap hari. Bagaimana kita meresponi masalah, bagaimana kita menanggung masalah dan menghadapinya benar-benar penting. Tapi yang terutama dari semua itu adalah bagaimana kita tetap setia mengandalkan Tuhan setiap saat. Karena di dalam Dial ah segala perkara dapat kita tanggung (Filipi 4: 13).

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami