Saat Didiagnosa Autoimun, Jeremy Benaya Gultom Pilih Percaya Alami Mujizat Tuhan

Saat Didiagnosa Autoimun, Jeremy Benaya Gultom Pilih Percaya Alami Mujizat Tuhan

Lori Official Writer
397

Tak ada yang menyangka jika anak seusia Jeremy Benaya Gultom bisa terserang penyakit autoimun atau dikenal dengan gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Jeremy mengisahkan bahwa penyakit ini pertama kali terjadi sepulang liburan keluarga di akhir tahun 2018 silam. Sehari setelah liburan tersebut, dia tiba-tiba merasakan nyeri di bagian kaki yang kemudian menjalar ke seluruh bagian tubuhnya.

“Awalnya yang saya rasakan adalah nyeri kaki kanan. Dan besoknya nyeri tersebut pindah ke sebelah kiri. Dan akhirnya semua tubuh saya benar-benar sangat sakit. Sendi-sendi saya semuanya ngilu. Saya gak bisa berdiri bahkan,” ucap Jeremy.

Bahkan ibunya Ellen R Panggabean, yang berprofesi sebagai perawat, pun berpikir jika rasa nyeri tersebut muncul karena efek kelelahan sehabis liburan. Sehingga Jeremy hanya dianjurkan untuk istirahat di rumah.

Namun karena rasa sakitnya yang tak kunjung hilang. Jeremy pun harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi yang semakin parah memaksanya untuk melewati serangkaian tes dokter.

Dari hasil pemeriksaan itulah dokter mendiagnosa Jeremy mengalami autoimun.

“Itu saya langsung ‘deg’. Saya terdiam. Terus terang saya langsung takut. Karena pengalaman saya yang lalu dengan pasien yang autoimun,” ungkap Ellen.

Sebagai seorang ibu, Ellen benar-benar takut dengan kondisi penyakit yang dialami putranya. Tapi sebagai orang percaya, dia memilih cara yang tepat untuk mengatasi rasa takut tersebut yaitu firman Tuhan.

“Saya tahu saya hanya bisa pegang firman Tuhan. Akhirnya keluar Yeremia 29 ayat 11 bahwa masa depan anak saya yang dirancang oleh Tuhan adalah masa depan yang penuh dengan harapan, penuh dengan samai sejahtera, bukan kecelakaan. Waktu saya ucapkan ayat itu, hati saya tenang,” ungkapnya.

Sementara di sisi lain, Jeremy sendiri yang benar-benar merasakan sulitnya beraktivitas karena penyakit ini justru dikuatkan imannya lewat kisah Alkitab yang pernah dia tonton lewat tayangan Superbook mengenai mujizat yang dilakukan Yesus di gerejanya.

“Di situ saya melihat Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang tidak bisa berdiri. Dia lumpuh. Dia hanya tertidur. Dan Tuhan Yesus menyembuhkan dia. Dan saya melihat, kasusnya sama penyakitnya sama. Saya gak bisa bergerak. Saya gak bisa bermain, di situ iman saya makin naik lagi. Saya makin percaya bahwa Tuhan Yesus pasti menyembuhkan saya,” demikian kesaksian Jeremy.

Dengan iman sepenuhnya, Jeremy percaya bahwa mujizat yang Yesus lakukan kepada orang lumpuh itu juga sudah dialaminya. Dia tahu bahwa yang perlu dia lakukan adalah menunggu hasil tes berikutnya.

Setelah menjalani tes kedua, dokter pun menyatakan Jeremy sembuh total.

“Tuhan Yesus tuh kayak ayah sendiri. Masa ayah sendiri gak mengasihi anaknya? Jadi saya tahu kalau saya minta apapun pasti dikasih. Karena ayah di dunia aja gak pernah nyakitin kita. Apalagi Bapa di surga,” pungkasnya.

Kisah kesembuhan orang lumpuh di kolam Betesda menyampaikan kepada kita bahwa Tuhan adalah pribadi yang tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya hidup dalam rasa sakit. Kita bisa melihat bagaimana Yesus menawarkan kesembuhan kepada orang lumpuh itu. Bahkan sekalipun orang itu beralasan, Yesus meyakinkan dia untuk mengikuti apa yang Dia perintahkan. Maka dengan ajaib orang lumpuh itupun bisa berjalan.

Apakah kamu mau mengalami mujizat kesembuhan saat ini seperti yang dialami orang lumpuh itu? Apakah kamu juga mau beriman seperti Jeremy bahwa saat Tuhan berkata kamu sudah sembuh maka hal itu akan terjadi? Hanya percaya saja dan lakukan yang apa yang Tuhan sampaikan, maka kamu akan mengalaminya!

 

Apakah Anda butuh didoakan langsung? Klik link di berikut ini untuk terhubung dengan Tim doa kami di: http//bit.ly/InginDidoakan. Atau jika Anda butuh konseling, Anda juga bisa mendapatkannya lewat konseling Sahabat 24 kami di: http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami