Dua Pendeta Meninggal, Rumah Ibadah Pati Akhirnya Jalani Protokol Ketat Ini

Dua Pendeta Meninggal, Rumah Ibadah Pati Akhirnya Jalani Protokol Ketat Ini

Lori Official Writer
466

Bupati Pati Haryanto mengumumkan bahwa baru-baru ini muncul klaster penyebaran Covid-19 di gereja Pati. Selama sepekan lalu, dia menyampaikan bahwa dua pendeta dari dua gereja yang berbeda meninggal dunia akibat Covid-19.

Hal inipun membuat pemerintah bergerak cepat untuk melacak jemaat yang sempat kontak langsung dengan keduanya.

“Setelah kematian dua pendeta pada hari Selasa dan Kamis lalu. Kami melakukan tracing terhadap 35 jemaat gereja dan menemukan ada 20 jemaat yang juga positif Covid-19,” ungkap Haryanto.

Penyebaran virus ini, katanya, berawal dari acara ramah tamah pengurus dua gereja tersebut. Dipastikan jika saat acara tersebut, kedua pendeta itu sudah lebih dulu terinfeksi. Sehingga kondisinya semakin memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal.

“Awal menyebarnya dari acara makan-makan terus ke jemaat gereja yang lain dan keluarganya. Ada juga yang dirawat di rumah sakit. Ada yang isolasi mandiri di rumah atau di Hotel Kencana karena statusnya orang tanpa gejala atau OTG,” ucapnya.

Untuk memastikan virus tidak menyebar kemana-mana, pemerintah setempat sudah melakukan penyemprotan disinfektan di dua gereja tersebut. Dan meminta jemaat gereja beribadah online selama waktu yang belum ditentukan.

Haryanto juga telah mencanangkan gerakan pakai masker kepada seluruh masyarakat di seluruh wilayah Pati selama empat belas hari ke depan. Dia berharap gerakan pakai masker ini bisa jadi budaya baru masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

 

Baca Juga: 3 Pastor dan 2 Pelayan Positif Covid-19, Jemaat di Dua Gereja Ini Bakal Jalani Swab

 

Bahkan dia meminta pengurus rumah ibadah, baik Masjid dan Gereja untuk aktif mendorong jemaatnya menggalakkan pemakaian masker.

“Bagi orang-orang yang paham dan tahu terhadap penyebaran Covid-10 seharusnya ikut memberikan pemahaman. Jangan sampai malah membuat kelompok-kelompok yang akhirnya akan menimbulkan klaster baru,” ungkapnya.

Haryanto bahkan memperingatkan akan membubarkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan perkumpulan masyarakat yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Yuk, buat seluruh masyarakat bukan hanya di Pati, tapi semua wilayah di Indonesia. Mari menghentikan penyebaran virus Covid-19 ini dengan berpartisipasi aktif untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.

Dimanapun kalian semua berada, semoga tetap dalam keadaan sehat dan dilindungi Tuhan.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami