Orangtua, Yuk Ajar Anak Mencintai Dirinya Lewat Film Kristen ‘Red Shoes’ Ini

Orangtua, Yuk Ajar Anak Mencintai Dirinya Lewat Film Kristen ‘Red Shoes’ Ini

Lori Official Writer
452

Banyak orangtua Kristen yang sadar betul bahwa tantangan dunia saat ini adalah ketergantungan generasi muda terhadap digital. Anak-anak mereka pun jadi bagian dari era ini.

Ponsel dan sosial media adalah kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan generasi saat ini. Akibatnya, anak-anak pun mulai mendikte diri mereka berdasarkan apa yang dikatakan oleh sosial media tentang diri mereka. Jika penilaiannya buruk, anak mulai berpikir diri mereka buruk dan gak bisa mencintai diri mereka sendiri apa adanya. Namun jika penilaiannya baik, anak akan mulai terobsesi untuk mendapatkan publisitas dan pujian. Penampilan yang baik dan sempurna jadi standar mereka mencintai diri sendiri.

Dampak buruk inilah yang disoroti oleh animator Kristen Tony Bancroft sekaligus menjadi ide baginya untuk memproduksi film animasi anak terbaru berjudul Red Shoes and the Seven Dwarfs.

Animasi yang melibatkan artis-artis pengisi suara kenamaan seperti Chloe Grace Moretz, Sam Claflin dan Gina Gershon ini sendiri merupakan adaptasi dari film dongeng Snow White.

Lewat film ini, Bancroft membagikan tentang pesan moral yang penting untuk diketahui oleh semua anak di era ini yaitu tentang bahaya dari kecanduan atau terobsesi dengan sosial media.

Bahkan sebagai ayah dari tiga anak, Bancroft juga menghadapi tantangan ini di rumah.

“Ini adalah masalah yang sangat penting di rumah. Di film Red Shoes, putri Salju benar-benar mencoba untuk memahami siapa dia di tengah dunia ini dan menemukan nilai dirinya bukan dari penampilannya. Ini adalah kisah positif yang menyadarkan tentang siapa kita, bukan hanya secara fisik, tetapi juga bagian di dalam diri kita. Putri Salju melakukan perjalanan yang luar biasa untuk bisa mencintai dirinya sendiri apa adanya,” ungkap Bancroft.

Sebagai seorang ayah, hal inilah yang selalu dia tanamkannya kepada anak-anaknya. Bahwa bagian di dalam dari diri anak, seperti karakter, kebaikan hati, kebiasaan, keyakinannya adalah hal yang terpenting. Anak seharusnya tidak mempercayai penilaian yang disampaikan oleh masyarakat terhadapnya.

Lewat pembuatan film animasi anak ini, dia terpacu untuk menyampaikan pesan positif ini kepada generasi muda digital di masa ini. “Aku berada di tempat yang tepat dan di waktu yang tepat. Tuhan benar-benar membuka pintu kesempatan bagi saya untuk menjadi bagian dari pesan ini,” katanya.

Tony Bancroft sendiri adalah animator Kristen yang sudah bekerja selama dua dekade menghasilkan film-film animasi. Dia bahkan sudah berkelana dari satu rumah produksi ke rumah produksi lain seperti Disney, Sony dan terlibat dalam proyek film animasi besar seperti The Lion King, Beauty and the Beast, Aladdin dan juga Mulan.

Selama menjalani profesinya, Bancroft selalu memegang prinsip bahwa animasi yang dia buat harus mengandung nilai positif yang mendidik. Karena itulah dia bertekad untuk membangun studio sendiri bernama Toonacious Family Entertainment, dimana dia memproduksi serial animasi Kristen Lenny and Sid.

Dia berusaha mengembalikan bagian yang hilang dari generasi digital di zaman ini lewat film-film bertema keluarga yang positif.

 

Baca Juga: Inilah 21 Ayat Alkitab Yang Orangtua Kristen Wajib Ajarkan ke Anak Soal Sikap Hormat

 

Namun dia tetap kuatir karena ada begitu banyak studio produksi film animasi yang mulai kehilangan arah. Bahkan ada banyak menawarkan tayangan yang berisi hal-hal negatif, termasuk studio Disney saat ini.

Bahaya dunia digital ditambah dengan tayangan-tayangan anak yang tidak mendidik adalah motivasi utamanya untuk memproduksi film berisi tentang kebenaran. Dan apapun yang terjadi, dia akan terus melakukannya.

Selain Red Shoes, Lenny and Sid, dia juga memproduksi film animasi anak Space Jam 2 yang berisi pesan supaya semua orangtua belajar untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Tanggung jawab kita sebagai orangtua adalah mencari kebenaran. Satu-satunya cara saya untuk memahami kehidupan anak-anak adalah membuat lebih banyak konten seperti Red Shoes,” ungkapnya.

Karena itu dia berharap kerja kerasnya untuk menyebarkan konten positif kepada anak bisa diresponi oleh orangtua dengan tindakan proaktif. Seperti menjadi pemandu yang mengarahkan anak bertumbuh dan menemukan identitasnya di dalam Tuhan. Sehingga anak tidak mudah dipengaruhi oleh cara pandang dunia, termasuk sosial media.

 

Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http//bit.ly/InginDidoakan. Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Christianpost.com

Ikuti Kami