Ini 5 Prediksi yang Diperkirakan Terjadi Pada Gereja Satu Tahun Dari Sekarang

Ini 5 Prediksi yang Diperkirakan Terjadi Pada Gereja Satu Tahun Dari Sekarang

Lori Official Writer
569

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh pemimpin LifeWay Christian Resources Thom S. Rainer memprediksi apa yang terjadi dengan gereja di seluruh dunia sejak munculnya pandemi satu tahun dari sekarang.

Terhitung dari sejak pandemi muncul, sudah lebih dari setengah tahun gedung gereja harus tutup dan mengalihkan layanannya melalui online. Di tengah kondisi inilah, Rainer mencoba untuk memahami apa yang dihadapi para pemimpin gereja dan juga jemaatnya belakangan ini.

Menurut Rainer, ada 5 hal yang diprediksi akan terjadi kepada gereja satu tahun dari sekarang.

1. Setidaknya 20% dari jemaat gereja yang hadir sebelum pandemi akan hilang

Jumlah ini sendiri bisa berbeda-beda dari satu gereja dengan gereja lain. Tapi dampaknya tetap menyebabkan kehilangan bagi gereja.

Rainer juga menemukan bahwa beberapa jemaat yang sebelumnya jarang ke gereja saat masih tatap muka akan aktif di ibadah online. Tapi sebagian besar dari jemaat lain yang aktif di ibadah tatap muka bisa jadi sama sekali tidak akan mengikuti ibadah online gereja sama sekali.

2. Banyak pendeta akan meninggalkan pelayanan selama satu tahun ke depan

Pandemi bisa menjadi berkat dan juga penyebab kekecewaan. Rainer memprediksi bahwa sebagian dari pendeta akan mundur dari pelayanan yang sudah dia jalani selama belasan hingga puluhan tahun. Alasannya pun beragam dan bisa diterima secara logis. Namun sebagian lainnya memilih untuk mundur karena tekanan dan rasa putus asa akibat kondisi gereja yang semakin buruk akibat pandemi.


Baca Juga: Ini 5 Ide Supaya Pendeta Tetap Bangun Koneksi Kuat Dengan Jemaat Selama Pandemi


3. Gereja kembali pada tujuan sejatinya

Percaya atau tidak, Rainer memprediksi bahwa masa pandemi justru menjadi momen bagi gereja untuk aktif menuai banyak jiwa-jiwa baru.

Dia mengamati jika tradisi gereja selama tiga dekade belakangan ini akan ditinggalkan dan beralih kepada penjangkauan yang radikal terhadap orang-orang yang tidak percaya.

Jemaat gereja pun ikut bertumbuh semakin dewasa, sehingga pertumbuhan gereja yang selama ini muncul dari proses perpindahan orang Kristen dari satu gereja ke gereja lainnya akan berubah total.

Inilah babak baru bagi gereja untuk mengakhiri tradisi gereja yang saling memangsa.

4. Akan lebih banyak gereja-gereja kecil bermunculan

Gereja-gereja bergerak dari pertumbuhan vertikal (menghadirkan sebanyak-banyaknya jemaat di satu lokasi ibadah minggu) kepada pertumbuhan horizontal (menjadikan berbagai tempat sebagai tempat ibadah). Hal inipun akan mendorong munculnya gereja-gereja mikro (kecil) yang terdiri dari 25-30 jemaat saja.

Kehadiran gereja-gereja ini pun diprediksi akan berdampak besar bagi masa depan penatalayanan gereja.

5. Akan ada gereja yang diambil alih dan gereja yang membutuhkan pembinaan

Jika sebagian gereja bisa melewati masa pandemi dengan baik. Maka akan ada gereja yang tidak akan bisa bertahan. Jadi, tidak dimungkiri jika pandemi bisa membuat sebagian gereja kehilangan pemimpin. Sehingga gereja ini akan diadopsi oleh gereja lainnya. Sementara gereja lain yang sulit berjuang sendiri menghadapi perubahan besar ini akan membutuhkan bantuan dan bimbingan dari gereja-gereja lain yang lebih kuat dan sehat.

Meskipun kelima hal di atas hanyalah prediksi saja, tapi Rainer meyakini jika satu tahun ke depan akan menjadi momen yang menantang sekaligus menyenangkan bagi gereja-gereja lokal di seluruh dunia. Karena itu, gereja diharapkan bisa tetap kuat dan yang terpenting mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan atas gereja di masa-masa ini.

Mari tetap bersatu dan saling mendukung dalam doa.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami