Jatuh Bangun Jalani Bisnis, Apakah Kita Menjalankan Ide Tuhan atau Ide Sendiri?

Jatuh Bangun Jalani Bisnis, Apakah Kita Menjalankan Ide Tuhan atau Ide Sendiri?

Lori Official Writer
292

Di usianya yang memasuki 30 tahun, usaha restorannya dinyatakan bangkrut. Fernando dan istrinya Catherine pun seolah tak lagi punya harapan.

Sejak peristiwa itu, Fernando baru menyadari kalau kegagalan usaha ini terjadi karena dia tidak pernah mengandalkan Tuhan atau menyertakan Tuhan selama menjalani usaha tersebut. Dia bekerja sendiri dengan mengandalkan kemampuannya saja.

Mereka bahkan tak lagi sempat ke gereja karena terlalu fokus menjalankan restoran. "Kami berasal dari latar belakang keluarga miskin. Karena itu kami fokus untuk mencari setiap sen uang," kata Fernando.

Setelah mengalami kegagalan itu, pasangan inipun mulai kembali kepada Tuhan dan mencari Dia secara pribadi. Mereka mulai aktif di gereja dan mulai memberi persepuluhan.

Sejak dari situlah, Fernando justru lebih sering bertanya kepada Tuhan tentang apapun, termasuk rencana apa yang akan dia lakukan ke depan.

Hubungan dan komunikasi intim yang dibangun Fernando bersama Tuhan pun membawanya mendengar sebuah ide yang di luar dari apa yang dia pikirkan. Sebuah suara meyakinkannya untuk membuka kembali restoran dan menamainya Kafe Manna. “Aku tidak tahu apa artinya, jadi aku mencari dan rupanya itu bicara tentang bagaimana Tuhan menyediakan makanan untuk orang-orang Israel di tengah gurun.”

Walaupun secara pikiran manusia, usaha restoran itu sangat berisiko tidak laku. Tapi Fernando percaya kalau Tuhan sendirilah yang membuka jalan bagi mereka. 

Siapa sangka, seiring dengan ketaatan mereka memberi persepuluhan dan terus semakin dekat dengan Tuhan, bisnis restoran Kafe Manna pun berkembang dengan pesat. Pasangan ini bahkan harus membuat pesanan empat kali lebih banyak setiap harinya. Dengan modal yang cukup, mereka pun memutuskan untuk membuat cabang restoran yang lain.

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar kisah seperti yang dialami Fernando dan Catherine. Semakin kita mengandalkan Tuhan atas bisnis, usaha, keluarga dan semua hal di dalam hidup kita, semakin kita menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja dengan luar biasa.

Tuhan sudah membuktikan pekerjaannya tangan-Nya lewat hidup banyak orang-orang yang taat dan setia. Tapi kadang kita suka lupa dengan itu dan cenderung lebih mengandalkan ide dan kemauan kita sendiri.

Sebagai manusia, kita memang diberikan kecerdasan untuk memunculkan banyak ide-ide brilian. Tapi tanpa penyertaan Tuhan di dalamnya, ide itu hanyalah ide yang bagus. Tapi belum tentu menghasilkan sesuai dengan yang kita harapkan. Semakin kita mengandalkan kemampuan kita, semakin kita lelah dan frustrasi apalagi jika usaha itu benar-benar sulit berkembang.

Karena itulah, penting untuk mengoreksi apakah kita benar-benar menjalankan usaha atau bisnis kita karena mendapat ide dari Tuhan?

Ada 3 cara membedakan apakah ide yang kita punya berasal dari Tuhan atau hanya sekedar ide kita sendiri.

#1 Ide Tuhan Akan Sejalan Dengan Firman-Nya dan Tidak Bertentangan

Tentu saja ide Tuhan tidak akan pernahbertolak belakang dengankebenaran firman-Nya.

Dan kalau ide bisnis kita, seperti strategi, kemitraan, ide produk atau layanan, atau rencana apa pun, bertentangan dengan apa yang Tuhan sampaikan lewat Firman-Nya, berarti itu bukan idenya Tuhan.

Tuhan gak pernah menawarkan ide yang membuat kita tidak damai sejahtera seperti merasa ragu dalam pikiran atau hati.

Tujuan utama bisnis harus memuliakan Tuhan, yang berarti memuliakan Tuhan lebih dulu daripada profitabilitas. Kalau sebuah ide atau taktik untuk meningkatkan keuntungan kita mengharuskan kita untuk memanipulasi orang lain, itu bukanlah ide Tuhan. Jika itu mengharuskan kita untuk menipu atau melanggar hukum negara, itu bukanlah gagasan Tuhan. Jika itu mengharuskan kita untuk mengabaikan atau tidak menghormati pasangan kita, itu juga bukan gagasan Tuhan.

Dan kalau kita justru menjalaninya dengan terpaksa, kemungkinan besar itu bukan idenya Tuhan. Karena kalau kita menyukainya, Dia akan memberikan kita keinginan yang kuat untuk mengerjakannya.

Atau waktu kamu masih belum yakin dengan ide itu, ada baiknya untuk meminta Roh Kudus untuk membantumu. Atau mencari dukungan dari rekan atau orang terpercaya lain.

“dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37: 4)

#2 Ide-Ide Tuhan Sering Kali Lebih Besar Dari Apa Yang Mampu Kita Lakukan Sendiri

Tuhan suka membuka pintu bagi anak-anak-Nya. Dia mau melakukan jauh lebih banyak dari semua yang kita minta atau bahkan bayangkan.

Tapi Dia juga mau kalau kita terus mengandalkan-Nya. Seringkali ide-ide Tuhan akan selaras dengan hasrat, minat, pengalaman, dan keterampilan yang kita punya. Tapi ide-Nya juga bisa jadi alasan supaya kita mengandalkan-Nya dan bekerja dengan orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri.

Pikirkan sejenak tentang perjalanan kepemimpinan Musa bersama bangsa Israel. Ketika orang Israel mulai saling menyalahkan di padang gurun, Yosua memimpin pasukan ke dalam pertempuran sementara Musa, Harun, dan Hur mengawasi dari sebuah bukit di dekatnya. Kapanpun Musa mengangkat tangannya memegang tongkat Tuhan, Israel menang, tapi ketika dia menurunkan tangannya, musuh menang. Tentu saja Musa menjadi lelah, dan Harun serta Hur mengangkat tangannya sampai orang Israel memenangkan pertempuran. Untuk memenangkan pertempuran itu, dibutuhkan intervensi supernatural Tuhan dengan tongkat itu dan Musa butuh bantuan Harun dan Hur untuk melakukannya. 

Di Keluaran, Musa juga pernah mencoba untuk bekerja sendirian. Tapi ayah mertuanya Yitro menasihati supaya memilih orang-orang yang bisa membantunya.

Ide dari Tuhan memang gak semuanya harus melibatkan orang lain, seperti ide-ide operasional yang lebih kecil (seperti perekrutan, pemasaran, akuntansi, dll.) Tapi ide yang melibatkan sesuatu yang besar, tidak akan lepas dari peran orang lain.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita…” (Efesus 3: 20)


Baca Juga: 5 Prinsip Ini Loh Kunci Yusuf Sukses Hadapi Krisis Ekonomi di Masa Alkitab


# 3: Ide-ide Tuhan mungkin bertentangan dengan akal sehat, logika, atau pengalaman sebelumnya

Seringkali kita membatasi kuasa Tuhan. Faktanya, Dia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Tahu dan selalu hadir.

Kita tahu soal kebenaran ini. Tapi kadang kita masih berusaha untuk merasionalisasikan Tuhan dengan keadaan kita seolah-olah Dia tidak menyadarinya.

Kisah Raja Yehosyafat dari Yehuda adalah salah satu contoh terbesar dari gagasan tentang Tuhan dalam tindakan yang secara sederhana menentang semua logika. Raja Jehoshaphat menghadapi krisis besar yang mengancam seluruh bangsanya ketika tiga negara bergabung bersama (membentuk pasukan yang cukup besar) dan melancarkan invasi ke Yehuda. Tentara Yehosyafat jelas kalah jumlah, dan ketika dia mengetahui tentang invasi itu, dia mengumumkan hari puasa dan doa untuk mencari jawaban dari Tuhan. Dia sedang mencari ide Tuhan, bukan hanya ide bagus.

Ide Tuhan adalah salah satu yang sepenuhnya menentang akal sehat! Dia memberi tahu Yosafat (melalui seorang nabi) bahwa pasukannya tidak harus berperang sama sekali. Bahkan pertempuran itu sepenuhnya dipimpin oleh Tuhan. Jehoshaphat menempatkan paduan suara di depan tentara dan mereka berbaris untuk menghadapi musuhmya. Mereka bernyanyi dan menyembah Tuhan. Ketika musuh mendengar tentara Yehuda mendekat, mereka dilemparkan ke dalam kebingungan dan saling membunuh. Pada saat pasukan Jehoshaphat mencapai medan perang, mereka menyadari semua orang sudah mati!

Kita berperang melawan pasukan besar dan alih-alih menempatkan tentara paling berani di depan, kita memilih untuk menempatkan para penyanyi. Tapi di situlah Tuhan justru bekerja.

Sebagai pengusaha ataupun pekerja, penting bagi kita untuk selalu terkoneksi dengan Roh Kudus. Karena dengan itulah Tuhan bisa berbicara secara langsung kepada kita dan memimpin semua pikiran, pilihan dan keputusan yang kita ambil.

Punya ide bagus belum tentu sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Karena itulah kita perlu bimbingan Tuhan untuk menentukan ide mana yang bisa kita terapkan dalam bisnis dan yang juga memuliakan Dia.

Ketika Tuhan berbicara, akan ada bukti dalam Firman-Nya untuk mendukungnya, yang sering kali disertai dengan banyak “kebetulan” yang sama sekali tidak kebetulan. Sekalipun ide itu tidak dipahami oleh teman dan orang-orang terdekat kita, tapi kita bisa dengan percaya diri menjalankannya karena kita tahu itu adalah ide dari Tuhan.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami