Full Time, Part Time dan Freelancer, Lebih Enak yang Mana?

Full Time, Part Time dan Freelancer, Lebih Enak yang Mana?

Claudia Jessica Official Writer
245

Ada 3 tipe pekerjaan yang sudah akrab kita dengar ketika kita merambah ke dunia kerja. Diantaranya; full time, part time, dan freelance. Ketiganya pun memiliki perbedaan yang cukup mendetail mulai dari waktu bekerja, gaji, sampai lingkungan.

Full time, atau pekerja penuh waktu akan sangat terikat dengan waktu. Pekerja penuh waktu mengharuskan pekerjanya untuk bekerja 7-8 jam dalam sehari dan mendapatkan gaji bulanan. Tapi, ada juga beberapa pihak yang menyatakan dengan gaji harian. Hal ini tidak termasuk full time meskipun dengan jam kerja yang sama.

Biasanya, pekerja penuh waktu memiliki banyak keuntungan seperti jenjang karir yang lebih baik, gaji yang terjamin setiap bulan, mendapatkan berbagai intensif seperti jaminan kesehatan, bonus, cuti dan berbagai macam bentuk intensif lainnya.

Tapi benefit tersebut tidak menutup bahwa pekerja penuh waktu juga memiliki kekurangan seperti waktu bekerja yang panjang, terikat dengan perushaan, bahkan dapat menerima denda jika melanggar peraturan tersebut.

Part time, adalah mereka yang bekerja kurang dari 7-8 jam per hari. Part time biasanya juga hanya direkrut pada agenda tertentu seperti event pameran, maka perusahaan akan merekrut orang-orang untuk menjaga booth atau stand selama event berlangsung.

Tapi gak hanya pada saat event tertentu saja. Ada juga beberapa pekerjaan part time lainnya seperti penjaga loket, penerima tamu, pramusaji, dll.

Menjadi pekerja part time juga cukup menyenangkan karena waktu yang lebih singkat sehingga kamu masih memiliki banyak waktu luang dan dapat melakukan aktivitas lain. Kemudian, kamu juga akan menjadi lebih mudah jika ingin berpindah pekerjaan untuk mencari pekerjaan baru.

Namun bagi pekerja part time selain menerima gaji yang lebih kecil, juga tidak ada jaminan untuk karir kedepannya dan juga perpanjangan kontrak yang tidak pasti.

Selanjutnya ada freelance. Jenis pekerjaan ini tidak mengikat seseorang untuk bekerja suatu perusahaan dalam jangka yang panjang. Pekerja freelance biasanya menggunakan system pyoyek, dimana perusahaan akan memakai jasanya dan membuat kesepakatan tentang proyek yang akan dikerjakan serta tenggat waktu maksimal pengerjaan proyek.

Seorang freelance dapat bekerja dimana saja, kapan saja, mengerjakan apa yang dia inginkan sesuai dengan permintaan proyek yang ditawarkan, dapat menawar gaji sesuai dengan keinginannya sendiri dan tidak terikat dengan perusahaan namun, freelancer harus menyelesaikan proyeknya tepat pada waktu.

Kekurangan dengan menjadi freelance biasanya penghasilan tidak tetap karena bergantung pada banyaknya proyek yang dapat dikerjakan. Freelance juga harus mengerjakan segala tugasnya sendiri. Bahkan menjadi freelance juga sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang tidak jelas di mata masyarakat.

Nah, jadi kira-kira itulah perbedaan pekerjaan full time, part time dan freelance. Kamu tertarik yang mana JCers?

Apapun pekerjaannya, kita tetap haru menyertakan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita serta menghidupi nilai-nilai kekristenan ya.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami