Francis Chan: Pandemi Membongkar Kelemahan Gereja

Francis Chan: Pandemi Membongkar Kelemahan Gereja

Lori Official Writer
384

Pengkhotbah Francis Chan menyampaikan jika pandemi virus Covid-19 telah membongkar kelemahan dalam budaya gereja Barat yang bisa diatasi dengan memakai pembatasan sebagai kesempatan untuk secara rohani lebih dalam dengan Tuhan.

Chan percaya bahwa Tuhan memakai krisis saat ini untuk membangun orang-orang Kristen dan gereja.

"Aku suka musim dimana kita saat ini dan aku pikir setiap orang percaya sejati melakukannya karena kita melihat status quo dan kita hanya berharap saat kita dipaksa untuk bertindak. Ini hampir seperti kita berlatih, berlatih, berlatih untuk sesuatu dan inilah dia. Apakah kita siap atau tidak?" tanyanya.

Di menambahkan bahwa pandemi ini adalah waktu dimana dia melihat seperti saat orang Israel berada di padang gurun. “Ada orang yang seperti, ‘Ah, izinkan aku kembali ke Mesir, kamu tahu? Kembali ke keadaan saat kita tahu apa yang akan terjadi besok.’ Aku berkata, “Ya ampun, kamu ketinggalan. Kamu sedang dipimpin oleh bola api. Hal itu tidak pernah terjadi dalam sejarah. Tidak akan pernah terjadi lagi. Jangan lewatkan yang ini juga,” terangnya.

Chan menilai perdebatan di antara gereja soal kebebasan beragama dan izin berkumpul kembali justru menimbulkan pertanyaan kepada gereja. Tentang seberapa besar usaha gereja untuk memperjuangkan kebebasan agama jika dibandingkan dengan orang-orang Kristen di China yang banyak dianiaya dan gerejanya ditutup.

“Kalau kita melihat tempat-tempat dengan kebebasan beragama dan kita membandingkan tempat-tempat itu dengan tempat yang mengekang kebebasan beragamanya, apa yang kita lakukan dengan kebebasan itu? Itu hanya melemahkan gereja,” katanya.


Baca Juga:

Francis Chan, Tuhan Memakai COVID-19 Untuk Membersihkan Gereja Agar Lebih Berbuah

Puluhan Tahun Melayani di AS, Pendeta Francis Chan Rencana Pindah ke Asia Untuk Hal Ini


Dia pun menegaskan bahwa perjuangan orang Kristen untuk mendapatkan kebebasan sama sekali tidak salah. Apalagi jika itu digerakkan oleh panggilan Tuhan dalam hidupnya. Dan sejauh perjuangan itu untuk membangun gereja yang murni, maka gereja benar-benar akan bisa menjadi terang.

“Aku tidak terlalu takut kehilangan (gereja) karena aku melihat bagaimana gereja berkembang dan bagaimana sebenarnya terlihat seperti Gereja Kitab Suci dimana ada penganiayaan. Dan lagi, aku tidak mengatakan aku menginginkan itu atau ini. Tapi yang aku inginkan adalah melihat gereja yang murni dimana orang-orang taat, mereka serius dan memahami apa sebenarnya arti dari mengikut Yesus. Lalu kita benar-benar bisa menjadi terang bagi dunia,” katanya.

Pendiri Gereja Cornestone ini mengatakan bahwa dia percaya Tuhan sudah memberikan gereja kesempatan di masa pandemi ini untuk semakin dekat dengan Dia.

“Tuhan tidak menempatkan kita dalam situasi dimana kita tidak bisa menjadi sangat intim dengan-nya dan tumbuh dengan satu sama lain. Manusia jangan lewatkan ini. Aku memikirkan tentang orangtua. Aku mendengar di banyak gereja mereka harus bertemu lagi karena anak-anak kita. Dan aku berkata, ‘Astaga, Tuhan harus membangunkanmu di sana. Orang tua seharusnya mengajari anak-anak mereka,” katanya.

Karena itulah, ini menjadi kesempatan besar bagi semua ayah untuk melangkah maju dan percaya bahwa Roh Tuhan yang hidup di dalam kita akan memimpin semua keluarga. “Dan jika mereka tidak diperlengkapi, maka cari tahu dan tingkatkan. Para orang tua, kamu harus memimpin anak-anakmu,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Chan berpesan supaya gereja dan semua orang Kristen siap untuk memanfaatkan momen ini. “Manfaatkan waktu ini. Aku sangat percaya jika hal ini dari Tuhan. Ini adalah saat dimana kita menyadari bahwa kita tidak siap untuk ini. Kalau kita mendapat sedikit istirahat, mari lakukan apa saja untuk membekali dan mempersiapkan orang-orang untuk saat-saat seperti ini karena aku benar-benar tidak percaya ini adalah akhirnya,” pungkasnya.

Sumber : Christianpost.com

Ikuti Kami