Apakah Yesus Itu Tuhan? (Part 1)

Apakah Yesus Itu Tuhan? (Part 1)

Puji Astuti Official Writer
886

Apakah Yesus itu Tuhan? Jika Anda adalah orang Kristen, maka hal itu sepertinya pertanyaan aneh. Karena mayoritas orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa manusia. 

Namun jangan salah, saat ini ada berbagai pengajaran yang mulai mengguncang iman dan banyak mempertanyakan keilahian Yesus dan juga keesaan Tuhan dalam Trinitas.  Bagaimana dengan kamu, apakah kamu sudah benar-benar mengerti dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu?

Ada banyak kultus atau aliran yang percaya Yesus hanya sebagai seorang Guru yang mengajarkan nilai-nilai moral, seorang Nabi atau Utusan, dan bahkan menganggapnya sebagai Malaikat dan juga saudara secara roh dengan Lucifer. 

Tentu kita harus kembali kepada apa Kata Alkitab tentang Yesus untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Karena di Alkitab sudah dituliskan fakta-fakta yang mendukung Keilahian Yesus. 

Yesus, hadir dalam penciptaan dunia ini

Dalam Yohanes 1:1-2 berkata, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Dan di ayat 14, Yohanes menegaskannya dengan menuliskan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Firman yang telah menjadi manusia itu adalah pribadi Yesus, dan semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (ayat 12). 

Yesus sendiri menegaskan hal ini saat Ia berkata bahwa Ia ada sebelum Abraham, hal ini untuk menegaskan kepada orang-orang Yahudi saat itu bahwa Dirinya adalah pribadi yang kekal, bukan ciptaan dan adalah pribadi Allah sendiri. 

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (Yohanes 8:53-58)

Pernyataan “Aku telah ada” mengacu pada pernyataan nama Tuhan, “AKU ADALAH AKU” dalam Keluaran 3:14-15, yang oleh orang Yahudi menjadi penyebutan nama Tuhan yang sangat sakral, yaitu YAHWEH (YHWH). Yesuslah pribadi Allah yang menemui Musa saat ia bertemu Tuhan di semak dengan nyala api namun tidak terbakar itu.  

Sedangkan dalam Perjanjian Baru penyebutan Yesus adalah Allah menggunakan kata Yunani “Kurios”. Kata “Kurios” sendiri digunakan dalam penerjemahan Septuaginta dan disebutkan 7000 kali, yang secara khusus menerjemahkan kata Tuhan (YHWH). Inilah beberapa ayat tersebut: 

Roma 10:9, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” 

1 Korintus 12:3, “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.”

Filipi 2:5-11, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Yesus adalah Yahweh dan Elohim 

Elohim adalah nama Allah dalam bahasa Ibrani yang berarti “Sang Pencipta Yang Mahakuasa” dan dalam Perjanjian Lama disebutkan 2.570 kali. Yesus diakui sebagai Yahweh dan Elohim ini dalam nubuatan Yesaya akan kedatangan-Nya, seperti yang dituliskan dalam Yesaya 40:3 ini, “Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”

Ini adalah nubuatan bagaimana Yohanes Pembabtis akan membuka jalan bagi pelayanan Yesus. Kata “TUHAN” merujuk pada “Yahweh” dan kata “Allah Kita” menggunakan kata “Elohim”. Hal ini secara jelas menyatakan bahwa Yesuslah Yahweh dan Elohim yang datang ke tengah-tengah manusia. 

Penyebutan Yesus sebagai Elohim (Allah yang Perkasa) juga dinyatakan dalam nubuatan di Yesaya 9:6, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” 

Yesus diakui dan disembah sebagai Tuhan

Selain “Kurios”, Kata Yunani untuk Tuhan adalah “Theos”, kata ini pararel dengan kata Elohim dalam bahasa Ibrani di Perjanjian Lama. Dalam Yohanes 20:28, Tomas yang meragukan kebangkitan  Yesus yang akhirnya percaya setelah Yesus menampakkan diri  berkata, "Ya Tuhanku dan Allahku!" 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Paulus dan Silas kepada kepala penjara : 

Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 

Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. (Kisah para Rasul 16:31;34)

Yesus adalah Tuhan, hal ini tidak terbantahkan dibuktikan oleh Alkitab. Namun pemahaman kita sebagai manusia sangatlah terbatas. Yuk kita belajar lebih banyak lagi tentang hal ini, nantikan bagian ke dua pembahasan Yesus adalah Tuhan ini ya. 

Anda mau kenal lebih lagi tentang Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Yuk hubungi konselor kami di SAHABAT24, klik link ini:  http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami