3 Goals Pernikahan yang Justru Membunuh Pernikahanmu

3 Goals Pernikahan yang Justru Membunuh Pernikahanmu

Claudia Jessica Official Writer
1272

Apa arti cinta menurutmu? Seberapa besar peranan cinta dalam hubungan pernikahan? Bagaimana cara untuk menyampaikan cintamu? Memberikan bunga? Memberikan hadiah? Atau mengatakan hal-hal romantis?

Tidak ada ada yang salah dengan semua hal di atas. Namun, semua akan berbeda apabila kamu menempatkan pasanganmu di atas Tuhan. Cinta bukan tentang memberikan segalanya. Cinta adalah memberikan segalanya untuk Tuhan. Tuhan adalah cinta yang kita butuhkan.

Kali ini kita akan membahas 3 goals pernikahan secara umum yang berbahaya.

1. Cinta berarti tidak perlu meminta maaf

Landasan kasih kita dengan Tuhan adalah pertobatan. Kisah Para Rasul 2: 38 "Jawab Petrus kepada mereka: 'Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.'"

Atas standar serupa juga diterapkan dalam pernikahan kita. Seperti yang Paulus katakana dalam Efesus 5: 21 "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." Ini adalah perilaku standar yang berlaku untuk semua orang Kristen, khususnya dalam rumah tangga.

Yakobus 1: 19-20 berkata "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."

Argumen dan pertengkaran adalah bagian dari pernikahan, tapi bukan berarti hal ini dapat menghancurkan pernikahan. Kita harus merendahkan hati kita sehingga kita bisa bertobat dan mampu meminta maaf.

2. Cinta pada pandangan pertama

Ini mungkin terjadi pada beberapa pasangan. Apabila kamu hal seperti ini, pastikanlah kalian menumbuhkan cinta yang saleh dalam pernikahan.

Efesus 5: 22-26 "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman.

Tuhan menghargai suami dan istri yang tunduk kepada-Nya dan berkorban untuk satu sama lain. Pernikahan yang langgeng dibuat lebih dari sekadar menunjukan keharmoniasan.


Baca juga: 6 Ayat Alkitab Ini Wajib Kamu Ingat Kalau Mau Rumah Tangga Langgeng dan Harmonis


3. Ciuman, make up dan fisik

Ciuman dan riasan tentulah bagian dari pernikahan. Fisik juga merupakan salah satu daya tarik bagi lawan jenis. Namun, ketiganya bukanlah alasan yang tepat untuk memutuskan pernikahan.

Kita tahu bahwa fisik seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Karenanya, kamu memerlukan kasih sebagai yang utama sebelum memutuskan untuk menikah.

Efesus 5: 33 "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya."

Sumber : CBN

Ikuti Kami