Frankie: Konflik Dengan Istri Bikin Aku Dendam dan Ingin Bunuh Diri

Frankie: Konflik Dengan Istri Bikin Aku Dendam dan Ingin Bunuh Diri

Lori Official Writer
664

Pernikahan adalah proses belajar menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Bagi sebagian besar pasangan, proses menerima pun bisa jadi sulit.  Butuh waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun untuk bisa mengalahkan ego dan menerima pasangan tanpa syarat.

Hal inilah yang dialami oleh pasangan Frankie Emiliano dan Rini Soesylowati. Di awal pernikahan, hubungan keduanya masih baik-baik saja. Tapi memasuki tahun ketiga, pernikahan mereka mulai dihiasi beragam konflik karakter, mulai dari kebiasaan sikat gigi, makan dan juga tindakan.

Frankie sendiri mengaku sebagai suami dia ingin sekali dihormati oleh istri. Tapi dimatanya sang istri justru dianggap terlalu keras.

"Kalau istri saya sedikit aja menganggap enteng saya, saya gak suka. Saya marah. Itulah yang memicu banyak pertengkaran-pertengkaran yang akhirnya terjadi," kata Frankie.

Sementara di sisi Rini, dia menilai karakter Frankie jauh sekali berbeda darinya. Kebanyakan dari pertengkaran mereka muncul dari kebiasaan kecil yang tidak dilakukan oleh Frankie.

“Dulu sih dia suka mencet odol dari tengah. Saya kan rapi dari bawah. Ya itu bikin saya kesel. Nih orang kok seenaknya sendiri. Kadang-kadang hal-hal kecil itulah yang membuat konflik. Jadi kebiasaan-kebiasaan dia yang mungkin gak pernah dilakukan atau gak pernah ditanamkan dari kecil ya itu terbawalah,” ungkap Rini.


Konflik Kecil Berujung Dendam

Pertengkaran demi pertengkaran dalam rumah tangga mereka selama bertahun-tahun rupanya menjadi dendam yang tersembunyi di dalam hati Frankie. Bukan hanya dalam setahun, tapi setiap kekesalan itu disimpan selama belasan tahun menikah dengan Rini.

“Waktu (tindakan) tidak ketemu, akhirnya konflik. Begitu konflik demi konflik itu akhirnya saya simpan. Saya dendam. Kok dia tidak seperti awal-awalnya yang saya pikir dia orangnya lembut, kok sekarang dia versi saya kok jadi kasar,” ungkap Frankie.

Siapa sangka perubahan yang dialami Rini sebenarnya terjadi karena dia merasa dikekang oleh suami. “Di tahun ketiga dan seterusnya dan seterusnya sampai tahun mau ke-20 itulah pernikahan itu buat saya seperti masuk ke dalam neraka,” kata Rini.


Baca Juga: Istriku Menderita Karena Perbuatanku Sendiri – Chandra


Di PHK dan Depresi

Di tengah situasi rumah tangganya yang tidak akur, Frankie pun menghadapi situasi yang cukup sulit. Dia di-PHK dari pekerjaannya dan harus terlilit utang.

“Saya di-PHK pada waktu itu dan itu menjadi konflik yang membuat perubahan dalam hidup saya. Sampai saya harus melepaskan harta saya. Akhirnya kita ada hutang,” ungkapnya.

Krisis keuangan ini membuat Frankie depresi berat dan berniat untuk bunuh diri. Di atas sebuah gedung, dia pun berdiri dan mulai bercakap-cakap dengan Tuhan untuk terakhir kalinya sebelum menjatuhkan dirinya.

“Saya sudah memutuskan waktu itu. ‘Ya udah saya mau mengakhiri hidup saya’. Tinggal melempar badan saya ke bawah, saya memang sudah loncat,” jelasnya.

Namun di tengah percakapan itu, Tuhan berbicara secara jelas atas kondisinya. “Frankie sekarang kamu waktunya melihat ke atas. Karena dari tadi kamu melihat ke bawah. Tepat di atas saya, itu saya lihat bulan yang begitu besar. Tiba-tiba Tuhan taro di dalam pikiran saya hikmat, Tuhan berkata kepada saya, “Frankie dari tadi kamu lihat lampu.  Itu banyak cuman kecil-kecil. Mungkin jumlahnya ratusan ribu sampai jutaan. Tapi itu semua buatan manusia. Yang kamu lihat sekarang adalah Aku sendiri. Aku yang menciptakan bulan. Ini adalah ciptaanku dan bulan itu hanya satu seperti Aku adalah satu’” ungkap Frankie.

Seketika itupun Frankie sadar bahwa Tuhan adalah satu-satunya pribadi yang dia perlukan. Di tengah masalah rumah tangga bahkan krisis ekonomi yang dialaminya, Tuhan mengingatkan dia untuk kembali fokus kepada-Nya. Peristiwa itu pun mengajarkannya untuk menyelesaikan krisis keuangan dengan caranya Tuhan. Dan seiring dengan itu, dia juga belajar untuk memperbaiki hubungan dengan sang istri.

Lewat Yohanes 12: 24, Rini diingatkan bahwa mereka perlu belajar melepaskan ego masing-masing. “Jadi kebenaran ini menolong saya untuk saya mengambil keputusan bahwa kalau saya tetap jadi biji gandum yang tidak jatuh, itu tetap satu biji. Tetap saya aja. Tapi kalau saya mau mati, saya rela melepaskan ego, mematikan keinginan-keinginan saya sendiri, nah itu akan menghasilkan buah dan buahnya adalah selain perubahan hidup saya, perubahan hidup suami, perubahan hidup anak-anak,” jelasnya.


Baca Juga: Kisah Tarina, Rela Ampuni Suami Walau Sudah Punya Anak Hasil Selingkuhan


Tuhan pun mengubahkan karakter pasangan ini secara perlahan. Dari sinilah, hubungan mereka dipulihkan. Setelah 20 tahun pernikahan yang penuh dengan pertengkaran, akhirnya pasangan ini belajar menerima satu dengan yang lain. Kini di usia pernikahan yang sudah memasuki 24 tahun, mereka pun semakin didewasakan dan belajar bertumbuh bersama.

“Ada sebuah pelajaran yang sangat luar biasa. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2: 4-5). Jadi itu nasihat buat saya. Hidup saya itu jangan hanya ego saya itu saja yang penting. Tapi saya juga harus melihat yang penting untuk orang lain, peduli pada orang lain,” ungkapnya.


Jika ada diantara kamu yang butuh seseorang untuk jadi tempat mencurhatkan masalah yang sedang kamu hadapi, silahkan hubungi konseling center SAHABAT 24 kami yang akan menjadi sahabat curhat, tapi juga berdoa buat kamu. Kami siap untuk melayani 24 jam dengan klik DI SINI.

Sumber : Solusi TV

Ikuti Kami